Bulog Sumut: Realisasi penyerapan jagung capai 1.989 ton April 2026
Bulog Sumut: Realisasi Penyerapan Jagung Capai 1.989 Ton April 2026
Medan – Perusahaan Umum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) mengumumkan bahwa hingga 4 April 2026, jumlah jagung pipil yang berhasil diserap mencapai 1.989 ton. Pernyataan ini disampaikan oleh Budi Cahyanto, Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, di Medan, pada hari Minggu.
“Realisasi penyerapan jagung pipil hingga April 2026 mencapai 1.989 ton, dengan lokasi serapan tersebar di beberapa kabupaten di Sumut,” ujarnya.
Dalam penjelasannya, Budi menyebutkan bahwa jagung pipil diperoleh dari beberapa daerah, termasuk Kabupaten Deli Serdang, Padang Lawas, Dairi, serta Batu Bara. Ia juga menegaskan bahwa potensi serapan masih terbuka di Kabupaten Karo, Dairi, dan Pakpak Bharat, meski hingga kini belum tercapai secara maksimal.
Selain itu, Budi mengakui bahwa tingkat penyerapan belum optimal karena harga jagung di pasar tergolong tinggi, sekitar Rp7.000 per kilogram. Sementara itu, harga yang ditawarkan Bulog kepada petani berada di Rp6.400 per kilogram. “Dari hasil serapan di beberapa daerah, kami telah menyimpan sekitar 4.000 ton jagung di gudang, yang dinilai memadai untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak,” tambahnya.
Langkah Bulog untuk Penyaluran Jagung SPHP
Budi menjelaskan bahwa pihaknya telah melaporkan rencana penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung ke pemerintah pusat. Hal ini bertujuan untuk mendistribusikan jagung kepada peternak ayam petelur di wilayah Sumut. “Kami tinggal menunggu instruksi dari pusat agar SPHP jagung dapat disalurkan ke peternak di sini,” katanya.
Daerah Sasaran Penyaluran SPHP
Menurut Budi, penyaluran jagung SPHP akan fokus pada peternak di Kabupaten Deli Serdang, Langkat, Serdang Bedagai, Simalungun, serta Asahan. Ia menekankan bahwa wilayah-wilayah tersebut merupakan sentra utama produksi telur yang memenuhi kebutuhan pasar Sumatera Utara.
