Kebijakan Baru: Zaki Iskandar Tekankan Peran Vital Kader Golkar dalam Pembangunan Jakarta
Zaki Iskandar Tekankan Peran Kader Golkar dalam Pembangunan Jakarta
Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar, menekankan pentingnya kader partai sebagai penghubung informasi dan penggerak dalam proses pembangunan ibu kota. Ia menegaskan bahwa peran ini menjadi fondasi untuk memastikan program pemerintah mencapai sasaran secara optimal. Zaki juga menyampaikan pesan agar setiap anggota Golkar aktif dalam berbagai kegiatan sosial, membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat.
Dalam acara buka puasa bersama yang sekaligus memperingati Nuzulul Quran, di Kantor DPD Golkar DKI Jakarta, Cikini, Zaki Iskandar meminta kader menjadi motor perubahan di lingkungannya masing-masing. Acara yang berlangsung pada Sabtu, 7 Maret, dihadiri oleh sekitar 1.500 kader dari lima wilayah serta Ormas Hasta Karya Partai Golkar. Peserta diimbau untuk berkontribusi nyata dalam pengembangan Jakarta, sekaligus memastikan kebijakan pemerintah berjalan efektif.
“Al-Quran: Penuntun Langkah, Petunjuk Orang yang Bertaqwa” menjadi tema acara yang diusung, dengan harapan memperkuat semangat kebersamaan dan keterlibatan aktif kader dalam pelayanan masyarakat.
Kehadiran Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam acara tersebut menegaskan kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah dan partai politik. Ia menyatakan bahwa acara seperti ini memberi kesan hangat, seolah berada di rumah sendiri. Anung hadir setelah menerima undangan dari Sekretaris DPD Golkar, Basri Baco, yang menunjukkan komitmen saling mendukung dalam mencapai tujuan pembangunan.
Zaki Iskandar menekankan bahwa kader Golkar memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi penyambung suara warga. Dengan terlibat langsung di kegiatan seperti majelis taklim, dasawisma, hingga Posyandu, mereka bisa mengidentifikasi kebutuhan riil masyarakat. Hal ini memungkinkan aspirasi masyarakat diungkapkan secara tepat kepada pemerintah, sehingga program bisa disesuaikan dengan kebutuhan nyata.
Pembangunan Jakarta, menurut Zaki, memerlukan sinergi yang kuat antara kader dan pemerintah. Ia menyebut bahwa pengawasan terhadap implementasi kebijakan sangat esensial. Banyak program yang sebenarnya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi perlu diawasi secara ketat untuk memastikan keberhasilannya. Kader diharapkan menjadi agen perubahan yang mendorong partisipasi warga dalam berbagai sektor.
Dalam kesempatan itu, Zaki Iskandar juga mengingatkan kader untuk fokus pada peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan perekonomian. Ia yakin dengan peran aktif mereka, manfaat kebijakan publik bisa maksimal. Sinergi antara partai dan pemerintah, kata Zaki, akan mempercepat tercapainya pembangunan yang inklusif dan merata di seluruh wilayah Jakarta.
