New Policy: Perkuat Jejaring Global, Gekrafs Hadirkan Creative Economy Diplomatic Mission 2026

1781695249_6ae043a056cf43ff935f

Perkuat Jejaring Global, Gekrafs Hadirkan Creative Economy Diplomatic Mission 2026

New Policy – GEKRAFS, gerakan ekonomi kreatif nasional, terus berupaya memperluas jaringan internasional dengan membentuk Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) di berbagai negara. Ini merupakan bagian dari strategi organisasi untuk menembus pasar global dan menawarkan peluang bisnis yang lebih luas bagi karya-karya kreatif Indonesia. DPLN, yang baru saja dirintis di sejumlah negara, diharapkan menjadi poros penting yang menghubungkan kreator lokal, usaha mikro kecil menengah (UMKM) kreatif, serta industri kreatif dengan komunitas dan pasar internasional. Dengan adanya DPLN, para pelaku ekonomi kreatif dapat lebih mudah membangun kerja sama, mempromosikan karya mereka, serta memperkuat eksistensi Indonesia di panggung global.

Strategi Perluasan Jejaring Global

Sebagai tindak lanjut dari inisiatif tersebut, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gekrafs menggelar program Creative Economy Diplomatic Mission 2026. Acara ini akan berlangsung pada 19–22 Juni 2026 di dua kota, yaitu Baku, Azerbaijan, dan Astana, Kazakhstan. Tujuan utama dari misi ini adalah memperkuat koneksi global GEKRAFS melalui pelantikan DPLN di kedua negara tersebut. Selain itu, acara ini juga dirancang sebagai platform untuk memperkenalkan produk dan karya kreatif Indonesia kepada audiens internasional.

Kita memiliki talenta, budaya, dan kreativitas luar biasa yang harus hadir dan bersaing di panggung global,” ujar Kawendra Lukistian, Ketua Umum DPP Gekrafs, dalam keterangannya, Rabu (17/6).

Misi diplomasi ekonomi kreatif ini bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat peradaban kreatif dunia. Kawendra menekankan bahwa keberhasilan ekonomi Indonesia di masa depan tidak hanya bergantung pada sektor sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas dan inovasi yang berasal dari dalam negeri. “Ekonomi kreatif adalah masa depan Indonesia, dengan kolaborasi lintas negara, kita ingin membuka akses lebih luas bagi kreator, pelaku UMKM, dan industri kreatif nasional untuk naik kelas,” tambahnya.

Kegiatan Utama dalam Diplomatic Mission 2026

Pelaksanaan misi ini mencakup berbagai agenda penting, seperti Creative Expo, Creative Talkshow, dan Business Matching. Creative Expo akan menjadi sarana promosi bagi produk dan karya kreatif Indonesia, sementara Creative Talkshow berfungsi sebagai forum pertukaran wawasan dan pengalaman antara pelaku kreatif dalam negeri dengan komunitas luar negeri. Business Matching, di sisi lain, dirancang untuk memfasilitasi pertemuan langsung antara pengusaha lokal dengan mitra bisnis internasional. Kegiatan ini menawarkan peluang untuk membangun kemitraan dan meningkatkan ekspor karya kreatif.

Osco Olfriady Letunggamu, Ketua Koordinator DPLN Gekrafs, menjelaskan bahwa DPLN memiliki peran strategis sebagai jembatan antara ekonomi kreatif Indonesia dengan dunia luar. “DPLN Gekrafs hadir sebagai creative economy hub Indonesia di luar negeri. Fungsinya adalah membuka jejaring, mempertemukan peluang bisnis, memperkenalkan produk kreatif Indonesia, serta membangun kolaborasi antara kreator dalam negeri dengan pasar global,” katanya.

Menurut Osco, pelantikan DPLN di Azerbaijan dan Kazakhstan merupakan langkah penting untuk memperkuat diplomasi budaya sekaligus ekonomi melalui karya-karya kreatif Indonesia. “Kami ingin diaspora Indonesia dan jaringan internasional ikut menjadi bagian dalam membawa kreativitas Indonesia semakin mendunia,” tambahnya.

Penguatan Struktur Organisasi

Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Gekrafs, Arifin Ihsan Rismansyah, menilai bahwa penguatan struktur organisasi hingga tingkat internasional menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan. “Ekspansi DPLN merupakan bagian dari komitmen Gekrafs membangun ekosistem yang kuat. Dengan jaringan global, pelaku kreatif Indonesia memiliki ruang lebih besar untuk bertukar pengetahuan, membangun kerja sama, dan memperluas pasar,” kata Arifin.

Dalam rangkaian kegiatan Creative Economy Diplomatic Mission 2026, Gekrafs juga fokus pada penguatan jaringan kerja antar-negara. Misalnya, melalui Creative Talkshow, para peserta dapat berdiskusi tentang tren industri kreatif, tantangan, serta peluang yang ada di berbagai wilayah. Sementara itu, Business Matching menjadi sarana untuk mencari mitra yang bisa memperluas distribusi karya kreatif Indonesia ke luar negeri. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya membangun koneksi, tetapi juga menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan.

Dukungan Pihak Eksternal

Kegiatan Creative Economy Diplomatic Mission 2026 berjalan berkat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bank BNI sebagai official collaborator, Telkomsel, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Azerbaijan dan Kazakhstan. Kehadiran lembaga keuangan dan lembaga diplomatik tersebut memastikan bahwa program ini mendapatkan sumber daya dan kemudahan dalam pelaksanaan.

“Creative Economy Diplomatic Mission kita harapkan bisa menjadi gerakan besar untuk Indonesia sebagai pusat peradaban ekonomi kreatif dunia,” ujar Kawendra dalam keterangannya.

Program ini juga menjadi momentum untuk mengevaluasi keberhasilan Gekrafs dalam memperkuat jejaring internasional sejak awal 2026. Dengan partisipasi dari berbagai negara, misi diplomatik ini diharapkan mampu meningkatkan kredibilitas Indonesia sebagai negara yang memiliki potensi ekonomi kreatif tinggi. Selain itu, Gekrafs berharap bahwa melalui acara ini, Indonesia semakin dikenal sebagai salah satu kekuatan baru dalam sektor ekonomi kreatif global.

DPLN di Azerbaijan dan Kazakhstan, khususnya, dianggap sebagai bagian penting dari upaya menegakkan visi tersebut. Dengan memperluas akses pasar internasional dan membangun kolaborasi lintas negara, kreativitas lokal Indonesia diharapkan mampu tampil lebih kuat. Misalnya, melalui penjalinan hubungan dengan pihak luar, UMKM kreatif bisa menembus pasar yang sebelumnya sulit dijangkau. Hal ini juga memberikan ruang bagi kreatif lokal untuk membangun jaringan yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Sebagai kesimpulan, Creative Economy Diplomatic Mission 2026 tidak hanya menjadi acara tahunan, tetapi juga sebagai bentuk komitmen Gekrafs untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai pilar utama pembangunan nasional. Dengan dukungan komunitas internasional dan kerja sama yang solid, Gekrafs optimis bahwa Indonesia bisa menjadi salah satu negara yang sukses memasarkan kreativitasnya ke berbagai belahan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *