Tim Redaksi
KOMPAS.com – Arema FC kembali menegaskan status mereka sebagai raja Piala Presiden dengan total raihan empat gelar juara hingga saat ini. Kemenangan terbaru mereka dicapai setelah mengalahkan Borneo FC pada partai final Piala Presiden 2024 yang berlangsung sengit di Stadion Manahan, Solo, Minggu malam (7/8/2024).
Pertandingan tersebut dihiasi oleh aksi balas gol dan juga kartu merah yang menambah tensi laga. Kedua tim bermain dengan tempo yang cepat dan berimbang hingga babak pertama berakhir.
Table of Contents
ToggleBabak Pertama yang Sengit
Babak pertama pertandingan antara Arema FC dan Borneo FC berjalan dengan tempo yang sangat cepat. Kedua tim saling menyerang dan menciptakan peluang, namun tidak ada gol yang tercipta hingga peluit akhir babak pertama dibunyikan. Pertahanan kedua tim sangat solid, membuat para penyerang kesulitan mencetak gol.
Pada menit ke-49, Arema FC akhirnya membuka keunggulan melalui tendangan berkelas William Marcilio. Gol ini memberikan semangat tambahan bagi Singo Edan untuk terus menekan lawan. Hampir saja mereka menggandakan keunggulan pada menit ke-51 jika saja tandukan Charles Lokolingoy tidak membentur tiang gawang.
Drama di Babak Kedua
Pertandingan semakin memanas di babak kedua. Borneo FC tidak tinggal diam dan terus mencoba mengejar ketertinggalan. Usaha mereka akhirnya membuahkan hasil ketika Leo Gaucho berhasil mencetak gol penyama kedudukan setelah memanfaatkan sapuan yang tidak sempurna dari pemain belakang Arema FC.
Namun, drama belum berakhir di situ. Pada menit ke-87, kapten Borneo FC, Stefano Lilipaly, mendapatkan kartu merah setelah wasit memeriksa ulang insiden melalui VAR (Video Assistant Referee). Awalnya, Lilipaly hanya diberikan kartu kuning, tetapi setelah pengecekan VAR, wasit memutuskan untuk mengubahnya menjadi kartu merah langsung.
Adu Penalti yang Menegangkan
Dengan sisa waktu yang ada, kedua tim tidak bisa menciptakan gol tambahan meskipun diberikan 11 menit waktu tambahan. Laga pun harus dilanjutkan ke babak adu penalti untuk menentukan pemenangnya.
Penjaga gawang Arema FC, Lucas Frigeri, menjadi pahlawan dalam adu penalti ini. Ia berhasil menghalau tendangan eksekutor ketiga Borneo FC, Ronaldo Rodrigues. Tak hanya itu, Frigeri juga menjadi penendang terakhir yang sukses menjalankan tugasnya dengan baik, memastikan kemenangan Arema FC dengan skor 5-4.
Pujian untuk Borneo FC
Manajer Arema FC, Wiebie Dwi Andriyas, memberikan pujian kepada Borneo FC atas performa mereka. “Syukur Alhamdulillah, kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. Untuk final kali ini kami tetap mempertahankan juara Piala Presiden. Saya ucapkan selamat untuk Borneo karena pertandingan kali ini sangat sulit tapi enak ditonton,” ujar Wiebie.
Poin-Poin Penting dari Pertandingan
- Tempo Cepat: Kedua tim bermain dengan tempo cepat sejak awal hingga akhir pertandingan.
- Gol Berkelas: William Marcilio membuka keunggulan untuk Arema FC dengan tendangan berkelas.
- Kartu Merah: Stefano Lilipaly dari Borneo FC mendapatkan kartu merah setelah pengecekan VAR.
- Adu Penalti: Arema FC menang melalui adu penalti dengan skor 5-4.
FAQ
Apa yang membuat Arema FC unggul dalam pertandingan ini?
Arema FC unggul berkat strategi permainan yang cepat dan efektif, serta penampilan gemilang dari penjaga gawang Lucas Frigeri.
Mengapa Stefano Lilipaly mendapatkan kartu merah?
Stefano Lilipaly mendapatkan kartu merah setelah wasit melakukan pengecekan VAR dan memutuskan bahwa pelanggarannya layak mendapatkan kartu merah langsung.
Siapa yang menjadi pahlawan dalam adu penalti?
Penjaga gawang Arema FC, Lucas Frigeri, menjadi pahlawan dengan menghalau tendangan penalti dari Borneo FC dan mencetak gol penentu kemenangan.
Kesimpulan
Pertandingan final Piala Presiden 2024 antara Arema FC dan Borneo FC berlangsung sangat seru dan mendebarkan. Dengan kemenangan ini, Arema FC kembali menegaskan status mereka sebagai raja Piala Presiden dengan total empat gelar. Performa gemilang dari Lucas Frigeri dan gol berkelas dari William Marcilio menjadi kunci kemenangan Singo Edan dalam laga ini. Pertandingan ini juga menunjukkan bahwa Borneo FC adalah lawan yang tangguh dan memberikan perlawanan sengit hingga akhir.







