FitInfoSehat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Discussion: Delapan Kampus Lolos Adu Gagasan untuk Kembangkan Desa Wisata

Published Juni 21, 2026 · Updated Juni 21, 2026 · By David Brown

Perguruan Tinggi Ikut Adu Gagasan Desa Wisata

Key Discussion - Delapan institusi pendidikan tinggi berhasil memasuki babak penjurian program pengabdian masyarakat di destinasi wisata desa setelah mengalahkan lebih dari 260 usulan yang diajukan oleh 98 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, delapan kampus terpilih akan memperebutkan kesempatan mengimplementasikan inisiatif mereka di empat desa wisata pada Juli hingga Agustus 2026. Program ini menjadi bagian dari Genera-Z Berbakti 2026, sebuah inisiatif yang diselenggarakan oleh PT Bank Central Asia (BCA) Tbk untuk memicu mahasiswa menciptakan solusi inovatif bagi desa wisata yang menjadi binaan Bakti BCA.

Genera-Z Berbakti 2026 dan Panelis

Delapan kampus yang melangkah ke tahap akhir program ini termasuk peserta Genera-Z Berbakti 2026. Mereka berasal dari berbagai universitas, seperti Universitas Cenderawasih, Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, IPB University, Universitas Indonesia, serta BINUS University. Adu gagasan tim finalis dimulai pada 20 Juni 2026, diumumkan melalui kanal YouTube BCA (@SolusiBCA) dan platform mitra lainnya. Mereka akan menampilkan visi dan strategi mereka untuk mendukung pengembangan desa wisata, sekaligus menunjukkan kompetensi dalam merancang proyek yang berdampak nyata.

Pada babak final, tiga panelis akan mengevaluasi ide para peserta. Mereka adalah Nicholas Saputra, Duta Bakti BCA; Cinta Laura Kiehl, entertainer sekaligus sosialpreneur; serta Tri Mumpuni, ilmuwan dan wirausaha sosial. Kehadiran Cinta Laura dan Tri Mumpuni memberikan nuansa baru dalam penyelenggaraan tahun ini, menggantikan posisi Happy Salma dan Profesor Yohanes Surya yang sebelumnya terlibat dalam edisi 2025. Nicholas Saputra mengungkapkan bahwa kualitas proposal para finalis meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. "Mahasiswa menunjukkan pemahaman yang lebih mendalam tentang masalah lapangan dan solusi yang lebih matang," katanya.

Desa Wisata yang Dituju

Empat desa wisata yang akan menjadi target program ini adalah Desa Wisata Kreatif Terong di Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung; Desa Wisata Situs Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat; Desa Wisata Patakbanteng di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah; serta Desa Wisata Kakaskasen Dua di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Masing-masing destinasi memiliki keunikan dan tantangan yang berbeda, sehingga para peserta ditantang untuk merancang solusi yang bisa disesuaikan dengan konteks lokal.

Visi dan Tujuan Program

Menurut Hera F Haryn, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Genera-Z Berbakti bertujuan menyatukan kreativitas mahasiswa dengan kebutuhan masyarakat di desa wisata. "Kolaborasi lintas sektor seperti ini penting untuk memastikan Indonesia mampu memanfaatkan bonus demografi dan mencapai target Indonesia Emas 2045," jelas Hera. Program ini diharapkan menjadi wadah untuk membangun kemitraan antara generasi muda dan komunitas lokal, sekaligus mendorong pemberdayaan melalui inovasi.

"Melalui Genera-Z Berbakti, BCA berupaya menjembatani ide kreatif dan inovatif dari mahasiswa dengan masyarakat di berbagai desa wisata binaan Bakti BCA. Kami yakin program ini bisa membawa dampak positif bagi peserta dan masyarakat di daerah tujuan."

Sebelumnya, para peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam mempersiapkan proposal. Tidak hanya fokus pada teknis presentasi, mereka juga menggali masalah mendasar yang dihadapi desa wisata. "Kami tidak mau setengah-setengah, sehingga sudah membedah peluang selama tiga hari berturut-turut sebelum mendaftar," ujar Syahlika, anggota Tim Lestari dari Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Cenderawasih. Tim ini bahkan sering berdiskusi hingga larut malam, ditemani satpam untuk memastikan keakuratan dan kekuatan gagasan mereka.

Kisah di Balik Proses Seleksi

Banyak kisah menarik terungkap selama proses seleksi. Tri Febriansah, anggota tim Desa Hidup dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, mengatakan bahwa ikut Genera-Z Berbakti justru memperkuat ikatan dengan teman-teman. "Sebelumnya saya kurang aktif di kampus dan lebih banyak berkegiatan di luar. Dengan mengikuti program ini, saya bisa memperpanjang waktu bersama teman-teman untuk menyusun proposal, pitch deck, dan berbagai presentasi," tambah Tri Febriansah, mahasiswa Teknik Informatika.

"Itu semua berkesan untuk saya," ujarnya.

Proses seleksi juga menekankan pentingnya kesiapan dan keseriusan. Peserta tidak hanya menyiapkan proposal, tetapi juga memastikan kerangka kerja yang bisa diimplementasikan langsung. "Kami menghabiskan waktu hingga larut malam untuk mengedit dan memoles ide. Setiap detail dianggap penting agar masyarakat desa melihat potensi solusi kami," kata Syahlika. Kesiapan ini menjadi penanda bahwa peserta benar-benar memahami tanggung jawab sebagai agen perubahan.

Keterlibatan Lintas Sektor

Genera-Z Berbakti 2026 menunjukkan kolaborasi yang lebih lu