Momen Bersejarah: Gelar “Sunshine Double” jadi bekal Sinner ke tanah liat Monte-Carlo

a0416dd6 b0e1 43f7 a69d 80161434288e 0

Gelar “Sunshine Double” Jadi Bekal Sinner ke Tanah Liat Monte-Carlo

Petenis asal Italia, Jannik Sinner, kini fokus pada turnamen Monte-Carlo Masters yang akan dimulai pekan depan. Kemenangannya dalam dua gelar ATP Masters 1000 di Indian Wells dan Miami menjadi dasar penting untuk persiapan di permukaan tanah liat. Setelah mengalami kekalahan di perempat final Doha melawan Jakub Mensik, Sinner kembali ke Indian Wells lebih awal, lalu beradaptasi dengan cuaca panas serta meraih kemenangan tanpa kehilangan satu set pun.

Persiapan untuk Turnamen Tanah Liat

Dalam wawancara dengan ATP, Sinner menyatakan, “Kami melakukan banyak persiapan di Indian Wells, dan persiapan itu terus berlanjut.” Ia mengakui bahwa lapangan tanah liat memerlukan kondisi fisik yang berbeda, namun yakin bahwa pengalaman tahun lalu di permukaan tersebut akan menjadi keuntungan. “Bermain di tanah liat lebih menguras tenaga, tapi saya percaya bisa beradaptasi dengan baik,” tambahnya.

“Saya merasa kemenangan di Indian Wells sangat membantu untuk menghadapi sesi berlama-lama di bawah terik matahari. Di US Open, saya juga tidak mengalami kesulitan, tapi lebih banyak pertanyaan akan terjawab saat bermain di tanah liat.”

Setelah kalah dari Carlos Alcaraz di final US Open tahun lalu, Sinner kehilangan posisi peringkat pertama ATP. Namun, mencapai “Sunshine Double” sebagai petenis kedelapan sepanjang sejarah membuktikan konsistensinya. Dengan mengantarkan dirinya ke puncak kembali setelah selesai turnamen Monte-Carlo, Sinner berpeluang merebut gelar jika tampil maksimal.

Di Monte-Carlo, Sinner akan menghadapi lawan seperti Moise Kouame atau Ugo Humbert dalam laga pembuka. Meski bukan permukaan favorit, ia tetap antusias. “Saya suka bermain di tanah liat, meski butuh lebih banyak adaptasi,” ujarnya. Turnamen Masters 1000 ini berlangsung 5–12 April, menjadi ajang pertama bagi Sinner setelah kekalahan di Roland Garros Juni lalu.