Kebijakan Baru: Zona Megathrust Kepung RI Berubah, Ahli Jepang Tunjuk Lokasi Bahaya

2d01d390 7dec 4649 a586 604de8ce46ec 0

Zona Megathrust Kepung RI Berubah, Ahli Jepang Tunjuk Lokasi Bahaya

Di tengah kekhawatiran global terhadap risiko gempa megathrust, para ilmuwan terus menggali dinamika pergerakan kerak bumi, mencari tanda-tanda awal sebelum bencana besar terjadi, serta merancang strategi mitigasi untuk mengurangi dampaknya. Dalam sebuah presentasi bertajuk “Nankai Trough Earthquake in Southwest Japan: What Can We Learn to Mitigate Disasters in Indonesia?”, Prof. Kosuke Heki dari Hokkaido University yang bertugas sebagai Visiting Researcher di Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN memberikan perspektif penting.

Analisis Siklus Gempa Megathrust

Heki menjelaskan bahwa gempa berkekuatan 8,0 terjadi dalam rentang waktu sekitar 50 hingga 100 tahun, yang merupakan pandangan klasik sebelum peristiwa seismik besar. Meskipun prediksi tepat waktu gempa sulit dicapai, ia menekankan perlunya pengamatan terhadap deformasi jangka panjang melalui Global Navigation Satellite System (GNSS) dan analisis dasar laut. “Kemudian kita dapat melihat bahwa kopling antar-seismik yang saling mengunci terjadi hampir di sumbu palung. Jadi, bahkan di bagian batas besar yang sangat dangkal, terdapat regangan yang terakumulasi untuk gempa berikutnya,” tuturnya dalam keterangannya yang dikutip dari website BRIN, Selasa (3/3/2026).

Preslip sebagai Indikator Awal

Menurut Heki, slow slip event atau preslip, meskipun pergerakannya kecil, bisa menjadi petunjuk kunci sebelum gempa besar terjadi. “Fenomena ini telah diamati berulang di Nankai Trough dan bagian lain Jepang. Salah satu peristiwa pergeseran lambat ini mungkin memicu gempa palung Nankai berikutnya,” katanya. Penjelasan ini sangat relevan bagi Indonesia, yang memiliki zona subduksi aktif seperti Mentawai, Jawa, Bali, Lombok, hingga Maluku. Ia menambahkan bahwa negara ini memiliki peluang besar untuk mengaplikasikan jaringan GNSS guna mendeteksi deformasi dan preslip sebelum bencana.

Daftar Zona Megathrust di Indonesia

Para ahli akhirnya memetakan 14 zona megathrust baru yang ada di Indonesia, berdasarkan laporan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia tahun 2024. Angka ini meningkat dari 13 zona yang dipublikasikan pada 2017. Berikut daftar zona megathrust dengan magnitudo maksimal yang berpotensi terjadi:

1. Zona Megathrust Aceh-Andaman: Potensi gempa hingga magnitudo 9,2. 2. Zona Megathrust Nias-Simelue: Gempa maksimal 8,7. 3. Zona Megathrust Batu: Magnitudo 7,8. 4. Zona Megathrust Mentawai-Siberut: Gempa 8,9. 5. Zona Megathrust Mentawai-Pagai: Magnitudo 8,9. 6. Zona Megathrust Enggano: Potensi hingga 8,9. 7. Zona Megathrust Jawa: Gempa maksimal 9,1. 8. Zona Megathrust Jawa Bagian Barat: Magnitudo 8,9. 9. Zona Megathrust Jawa Bagian Timur: Gempa 8,9. 10. Zona Megathrust Sumba: Potensi 8,9. 11. Zona Megathrust Sulawesi Utara: Gempa hingga 8,5. 12. Zona Megathrust Palung Cotobato: Magnitudo 8,3. 13. Zona Megathrust Filipina Selatan: Gempa maksimal 8,2. 14. Zona Megathrust Filipina Tengah: Potensi 8,1.

Dengan kombinasi data GNSS daratan dan teknologi geodesi laut, Heki yakin Indonesia dapat memetakan akumulasi tegangan yang berpotensi memicu gempa besar di masa depan. (fab/fab)