FitInfoSehat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: 18 Klub Ajukan Stadion, I.League Umumkan Hasil Evaluasi Infrastruktur 2025/26

Published Juni 10, 2026 · Updated Juni 10, 2026 · By Jessica Jackson

18 Klub Ajukan Stadion, I.League Umumkan Hasil Evaluasi Infrastruktur 2025/26

Latest Program - Sejumlah klub peserta kompetisi profesional sepak bola Indonesia telah selesai mengajukan rencana penggunaan stadion untuk musim mendatang, yang menjadi bagian dari proses Club Licensing Cycle 2025/26. Informasi tersebut diungkapkan oleh I.League, lembaga yang memimpin pengelolaan kompetisi. Evaluasi dilakukan sebagai langkah persiapan menuju penyelenggaraan musim 2026/27, dengan fokus pada kelayakan fasilitas olahraga yang diajukan oleh masing-masing tim.

Proses Penilaian Stadion dalam Perspektif Infrastruktur

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menjelaskan bahwa evaluasi melibatkan pengecekan berbagai aspek kritis infrastruktur stadion. Aspek ini mencakup keselamatan, kenyamanan, profesionalisme, serta konsistensi dengan regulasi yang berlaku. "Evaluasi stadion adalah bagian dari proses club licensing yang bertujuan memastikan fasilitas yang diajukan klub memenuhi standar yang ditetapkan," tegas Ferry Paulus, dikutip dari laman resmi I League.

"Hasil evaluasi ini menjadi dasar penting dalam merancang operasional kompetisi musim depan. Kami ingin memastikan setiap stadion yang dipilih mampu mendukung pertandingan berkualitas tinggi dan berkelanjutan," tambahnya.

Evaluasi infrastruktur ini tidak hanya mencakup keberadaan stadion, tetapi juga kondisi fisik dan lingkungan sekitarnya. Faktor seperti kapasitas penonton, aksesibilitas, sistem pendingin, serta fasilitas kesehatan di stadion menjadi poin utama yang dianalisis. Selain itu, ketersediaan layanan keamanan dan kesesuaian dengan protokol kompetisi juga menjadi prioritas. Proses ini bertujuan untuk menjamin bahwa semua venue siap digunakan tanpa hambatan selama musim 2026/27.

Klub Promosi dan Stadion yang Memenuhi Syarat

Dalam hasil evaluasi, beberapa stadion diakui telah memenuhi kriteria yang ditetapkan. Antara lain, Stadion Segiri, Stadion Brawijaya, dan Stadion Sultan Agung tercatat sebagai venue yang akan direnovasi guna memperbaiki kualitasnya. Tiga klub promosi, yakni Garudayaksa FC, PSS Sleman, dan Adhyaksa FC, juga terlibat dalam pengajuan stadion kandang mereka. Mereka berupaya memastikan tempat latihan dan pertandingan bisa diakui oleh I.League.

Beberapa stadion terpilih oleh lebih dari satu klub. Misalnya, Banten International Stadium dan Stadion Indomilk Arena menjadi pilihan bagi Dewa United Banten FC dan klub lain. Hal ini menunjukkan bahwa fasilitas tersebut dianggap mumpuni untuk mendukung pertandingan sepak bola profesional. Namun, Ferry Paulus menegaskan bahwa hasil ini belum mengubah status akhir penggunaan stadion.

Penggunaan venue pada musim 2026/27 tetap bergantung pada proses verifikasi lebih lanjut, inspeksi operasional, serta keputusan final dari I.League. Pemilihan akhir bisa berubah jika ada kondisi infrastruktur yang terkini, program renovasi yang dilakukan, atau kebutuhan persyaratan tambahan. "Kami mengakui kemajuan klub, tetapi evaluasi tidak berhenti di sini. Setiap perubahan kondisi infrastruktur akan diakui dan dihitung ulang," jelas Ferry Paulus.

Daftar Stadion yang Lolos Evaluasi

Sebagai bagian dari program Club Licensing Cycle 2025/26, berikut daftar stadion yang telah lulus penilaian I.League:

  • Arema FC menggunakan Stadion Kanjuruhan.
  • Bali United FC mengajukan Stadion Kapten I Wayan Dipta.
  • Bhayangkara Presisi Lampung FC memilih Stadion Sumpah Pemuda.
  • Borneo FC Samarinda mengoperasikan Stadion Segiri.
  • Dewa United Banten FC menyetujui penggunaan Banten International Stadium dan Stadion Indomilk Arena.
  • Madura United FC akan bermain di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan.
  • Malut United FC menggunakan Stadion Kie Raha.
  • Persebaya Surabaya dipersiapkan untuk berlaga di Stadion Gelora Bung Tomo.
  • Persib Bandung berada di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
  • Persija Jakarta mengajukan dua stadion: Stadion Utama Gelora Bung Karno dan Jakarta International Stadium.
  • Persijap Jepara menggunakan Stadion Gelora Bumi Kartini.
  • Persik Kediri akan bermain di Stadion Brawijaya.
  • Garudayaksa FC memilih Stadion Pakansari sebagai venue utama.
  • Persita mengajukan Stadion Indomilk Arena.
  • PSS Sleman menggunakan Stadion Maguwoharjo.
  • PSIM Yogyakarta berada di Stadion Sultan Agung.
  • PSM Makassar akan mengandalkan Stadion BJ Habibie.
  • Adhyaksa FC juga mengajukan Banten International Stadium.

Hasil ini disampaikan melalui sistem AFC Club Licensing Administration System (AFC CLAS) yang digunakan I.League untuk mengumpulkan dan mengevaluasi data. Meski daftar stadion sudah ditetapkan, Ferry Paulus menegaskan bahwa keputusan akhir bisa berubah jika ada penyesuaian atau peningkatan kualitas. "Kami terus berupaya memastikan semua venue siap, tapi ada kemungkinan penyesuaian jika diperlukan," imbuhnya.

Proses evaluasi ini menjadi bagian dari upaya I.League untuk meningkatkan standar kompetisi nasional. Dengan memperhatikan kualitas infrastruktur, lembaga tersebut berharap bisa menciptakan lingkungan pertandingan yang lebih baik. "Selain memenuhi syarat teknis, kami juga ingin melihat komitmen klub dalam mengembangkan stadion secara berkelanjutan," kata Ferry Paulus. Ini merupakan langkah awal untuk menghadirkan pertandingan yang lebih profesional, aman, dan mendorong pertumbuhan sepak bola Indonesia secara keseluruhan.

Klub yang sudah mengajukan stadion perlu memastikan fasilitas mereka bisa bertahan hingga musim berikutnya. Beberapa di antaranya sudah melakukan investasi dalam renovasi atau perbaikan. Misalnya, Stadion Segiri dan Sultan Agung akan diperbaiki guna meningkatkan kualitas. Sementara Stadion Utama Gelora Bung Karno dan Jakarta International Stadium tetap dianggap layak digunakan. Proses ini juga mengingatkan klub untuk terus berinovasi dalam mengelola venue.

Dengan adanya evaluasi ini, I.League berharap semua tim memiliki kesempatan untuk menunjukkan komitmen terhadap pengembangan sepak bola Indonesia. Selain mencegah penggunaan stadion yang tidak memenuhi standar, upaya ini juga bertujuan menciptakan harmoni antara infrastruktur, kebutuhan pemain, dan tuntutan pertandingan. "Kami ingin membangun basis yang kuat untuk kompetisi depan, dengan memastikan semua pihak terlibat," tutur Ferry Paulus.

Dalam jangka panjang, hasil evaluasi ini akan menjadi refer