FitInfoSehat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Facing Challenges: Muhammad Toha Tinggalkan Persita Tangerang Gabung DPMM FC

Published Juni 8, 2026 · Updated Juni 8, 2026 · By Lisa Miller

Muhammad Toha Berlabuh ke DPMM FC setelah Berakhirnya Masa Bakti di Persita Tangerang

Facing Challenges - Berita yang mengejutkan berasal dari markas besar Persita Tangerang, di mana kapten sekaligus ikon setia klub, Muhammad Toha, mengumumkan secara resmi bahwa ia akan mengakhiri kariernya bersama tim tersebut setelah bermain selama sembilan musim. Pemain bertahan tangguh ini memutuskan untuk mengejar pengalaman baru di luar negeri, bergabung dengan DPMM FC, klub yang berbasis di Brunei Darussalam. Konfirmasi keputusan ini disampaikan melalui situs web resmi klub pada hari Minggu, 7 Juni 2026.

Toha menjelaskan bahwa alasan meninggalkan Tangerang berakar pada keinginan untuk menghadapi tantangan yang lebih beragam dan meningkatkan kualitas permainannya di kompetisi yang berbeda. Setelah hampir satu dekade memperkuat Persita, ia merasa ini adalah waktu yang tepat untuk beradaptasi dengan lingkungan baru dan tetap menjaga profesionalisme. Menurutnya, pindah ke DPMM FC diharapkan bisa membawa perspektif baru dalam perjalanan karier sepak bolanya.

Kapten 28 tahun ini menyampaikan harapan agar kepindahannya tidak mengurangi semangat suporter yang selama ini mendukungnya. "Saya ingin meningkatkan level permainan dan bersama-sama membawa perubahan positif di masa mendatang," kata Toha dalam pernyataan resminya. Ia juga menegaskan bahwa komitmen profesional dan peran sebagai teladan bagi pemain muda akan tetap menjadi prioritas utamanya di klub barunya.

"Saya ingin mencari pengalaman baru di luar sana dan semoga saya bisa mempertahankan karakter permainan, attitude, dan gaya hidup. Saya harus bisa memberi contoh buat pemain lain, terutama pemain muda," tambah Toha.

Sejak bergabung dengan Persita Tangerang pada 2017, Toha menjadi simbol loyalitas bagi klub yang dikenal dengan sebutan "Pendekar Cisadane". Pemain berusia 28 tahun ini telah melewati berbagai fase perjalanan klub, termasuk saat menghadapi kesulitan di kasta kedua hingga menjadi bagian penting dalam Super League. Di musim 2025/2026, ia tetap menjadi pilihan utama pelatih Carlos Pena, dengan total 30 penampilan dalam kompetisi.

Berkat konsistensinya di sisi sayap pertahanan, Toha dianggap sebagai bek lokal terbaik di liga. Namun, keputusan untuk meninggalkan tim yang membesarkannya ini tetap menimbulkan rasa kehilangan di kalangan penggemar. Toha mengakui bahwa dukungan suporter Tangerang menjadi salah satu motivasi utamanya selama ini. "Senang dan bangga bisa bermain lebih dari 200 pertandingan untuk Persita, saya bersyukur selalu atas kesempatan ini. Saya berharap Persita Fans tak lelah untuk terus mendukung dan membela tim ini," ujarnya dalam pernyataan penutup.

Manajemen Persita Tangerang memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi Toha selama hampir sepuluh tahun. Mereka menyebut bahwa profesionalisme dan kepemimpinan yang ditunjukkan Toha akan menjadi warisan berharga bagi generasi pemain muda di Indomilk Arena. Kepergiannya tidak hanya mengakhiri era seorang kapten, tetapi juga memengaruhi dinamika tim dan harapan masyarakat Tangerang terhadap masa depan klub.

Sebagai seorang pemain, Toha tidak hanya menghadirkan kemampuan teknis, tetapi juga semangat kerja keras dan semangat kompetitif yang menjadi bagian dari identitas Persita. Keberhasilannya membangun kepercayaan di antara rekan-rekan satu tim dan mendapatkan kepercayaan pelatih menunjukkan kualitasnya sebagai atlet. Meski pindah ke Brunei, ia tetap menjaga hubungan dengan klub lama, menurut informasi dari tim manajemen.

Pengalaman Toha di Persita Tangerang juga membuktikan bahwa ia mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi, baik saat klub sedang naik daun maupun menghadapi kesulitan. Keberadaannya di skuad utama menjadi fondasi bagi permainan defensif dan serangan tim. Dengan bergabungnya Toha ke DPMM FC, klub Brunei memiliki harapan besar untuk mengembangkan strategi bermain yang lebih dinamis.

Di sisi lain, kepergian Toha mungkin akan menciptakan peluang bagi pemain muda Persita untuk menunjukkan potensi mereka. Manajemen mengatakan bahwa mereka akan terus membangun tim dengan mengutamakan pengembangan talenta lokal. "Kepindahan Toha adalah langkah penting untuk memperkaya pengalaman di luar negeri, tetapi kami yakin ia tetap akan menginspirasi banyak orang di sini," kata perwakilan klub.

Toha juga menekankan pentingnya menjaga kualitas dan konsistensi di klub barunya. Ia berharap bisa terus berkontribusi dalam membangun reputasi DPMM FC di kancah sepak bola internasional. Meski terlepas dari Tangerang, ia tak ingin meninggalkan warisan yang positif dan berkesan bagi para penggemar setia.

Kepindahan Toha mungkin menjadi tanda akhir dari era keemasan Persita Tangerang, tetapi juga membuka jalan bagi pertumbuhan baru. Masyarakat Tangerang, meski sedih, tetap mendukung keputusan mantan kapten mereka. "Saya akan selalu bangga menjadi bagian dari Persita, meskipun kepergiannya adalah langkah wajar untuk berkembang lebih jauh," ujarnya menutup pernyataan. Keberhasilan Toha di luar negeri diharapkan bisa menjadi bukti bahwa komitmen seorang pemain bisa melebihi batas geografis.