Strategi Penting: Negara Siaga Mudik: 1.560 Posko Dibuka, Pemerintah Awasi Transportasi Lebaran
Negara Siaga Mudik: 1.560 Posko Dibuka, Pemerintah Awasi Transportasi Lebaran
JAKARTA, KOMPAS.com – Pada periode mudik Lebaran 2026, pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap operasional transportasi nasional. Sebagai langkah antisipasi, 1.560 titik posko pemantauan telah dibuka untuk mengamati pergerakan penumpang di berbagai jenis moda, serta memastikan kenyamanan masyarakat selama masa mudik dan arus balik. Pembukaan Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 dilakukan oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
“Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah memastikan fasilitas transportasi dan layanan publik selama Lebaran berjalan optimal melalui kolaborasi yang kuat antar kementerian, daerah, BUMN, swasta, serta seluruh pemangku kepentingan,” jelas Dudy.
Posko tersebut diharapkan menjadi pusat koordinasi nasional yang mampu memantau berbagai aspek transportasi dan mempercepat respons jika terjadi hambatan di lapangan. Selain itu, posko juga bertugas sebagai tempat pengawasan, monitoring, dan evaluasi penyelenggaraan angkutan Lebaran hingga tingkat wilayah.
Di samping itu, Kementerian Perhubungan menyiapkan sejumlah kebijakan untuk mengatur mobilitas selama masa mudik. Termasuk pembatasan angkutan tertentu menjelang puncak arus mudik dan arus balik, serta pengurangan antrean dan kemacetan. Kemenhub juga menyiapkan cadangan sarana transportasi sesuai kebutuhan di lapangan.
Beberapa tindakan tambahan seperti rampcheck, kerja sama rekayasa lalu lintas dengan Polri, TNI, dan pemerintah daerah, hingga kebijakan penurunan harga tiket pesawat dan diskon tarif tol telah disiapkan. “Program mudik gratis juga diberikan untuk membantu masyarakat. Selain itu, kita melakukan sosialisasi masif kepada petugas dan masyarakat tentang kebijakan transportasi, keselamatan, serta keamanan,” lanjut Dudy.
Survei KedaiKOPI: 85 Persen Masyarakat Siap Mudik
Dudy menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan angkutan Lebaran tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga sinergi semua pihak terkait. Ia meminta seluruh stakeholder memiliki kesamaan pandangan dalam menerapkan pengendalian mobilitas di lapangan.
“Pengawasan harus tegas tetapi tetap humanis. Kita harus menekankan pelayanan kepada masyarakat serta komunikasi yang transparan dan mudah dipahami,” kata Dudy.
Menurutnya, ini penting untuk menjaga konsistensi informasi dan menghindari munculnya kontradiksi atau kesan ego sektoral. Petugas di posko dan lapangan diminta selalu siap menghadapi dinamika transportasi selama periode mudik. “Saya juga mengingatkan seluruh petugas untuk bekerja dedikatif, sabar, serta menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama,” tambahnya.
GoTo Fasilitasi Mitra Driver Mudik Gratis ke 5 Destinasi
Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 akan beroperasi dari 13–30 Maret 2026. Pusat ini melibatkan berbagai instansi seperti Korlantas Polri, BMKG, BNPB, Basarnas, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, PT Jasa Marga (Persero), dan perusahaan lainnya. Di daerah, 1.560 simpul jaringan pos pelayanan dan monitoring transportasi juga dibentuk. Rinciannya mencakup 264 titik angkutan laut, 177 terminal (115 tipe A dan 62 tipe B), 248 angkutan penyeberangan, 472 angkutan kereta api, 257 angkutan udara, serta 43 jaringan di wilayah tertentu.
Dudy Purwagandhi juga menyebutkan larangan truk sumbu tiga saat mudik sebagai salah satu langkah pemerintah untuk mengoptimalkan penggunaan kapasitas angkutan. Namun, pengusaha menilai kebijakan ini berpotensi mengurangi pendapatan selama sebulan. Program GoMudik oleh GoTo memberikan fasilitasi mudik gratis bagi mitra driver dan keluarga ke lima destinasi utama.
