Rencana Khusus: AS Ingin Invasi Pulau Kharg di Iran, Ini 5 Risikonya
AS Berencana Serang Kharg Island di Iran, 5 Ancaman yang Muncul
TEHERAN – Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus menegaskan ancaman untuk menempatkan pasukan darat di Pulau Kharg, Iran, sebuah langkah yang dianggap sebagai pemicu potensi konflik besar. Menurut para ahli, serangan tersebut berisiko mengancam kehidupan warga AS dan tidak pasti akan mengakhiri perang. Selain itu, strategi ini bisa jadi tidak efektif dalam mencapai tujuan negosiasi.
Pulau Kharg — yang berada di seberang Teluk Persia, dekat pangkalan militer AS di Kuwait dan Arab Saudi — merupakan pusat utama produksi minyak Iran. Dari sini, 90% dari kegiatan ekspor energi mereka melewati. Lokasi strategis ini juga penting karena garis pantai Iran sebagian besar terlalu dangkal untuk mendukung kapal tanker berlabuh.
1. Risiko Bagi Pasukan Amerika
Michael Eisenstadt, mantan analis militer AS yang kini memimpin Program Studi Militer dan Keamanan di Washington Institute for Near East Policy, mengatakan bahwa “mengerahkan pasukan ke lapangan bisa menjadi cara yang paling mengguncang secara psikologis untuk menyerang Iran.” Namun, ia menekankan bahwa “pembalasan akan mengancam pasukan AS sendiri,” karena pulau ini dekat dengan daratan utama. Jika terjadi serangan, dampaknya bisa sangat signifikan terhadap infrastruktur.
“Pulau tersebut berdekatan dengan daratan utama. Maka, mereka berpotensi menciptakan kerusakan besar jika siap menghancurkan fasilitas mereka sendiri,” ujar Eisenstadt, mantan perwira cadangan Angkatan Darat yang pernah bertugas di Irak.
2. Memperparah Ketegangan dengan Iran
Danny Citrinowicz, ahli Iran di Institut Studi Keamanan Nasional Israel, menyatakan bahwa penyerbuan Kharg Island berpotensi memicu eskalasi konflik. Ia memperingatkan bahwa Iran dan kelompok pendukungnya, seperti pemberontak Houthi Yaman, bisa membalas dengan memasang ranjau di Selat Hormuz atau menghancurkan target dengan drone di berbagai wilayah Semenanjung Arab.
“Serangan ini akan sulit direbut dan dipertahankan. Ancamannya mungkin mengganggu perekonomian, tetapi tidak akan memaksa Iran untuk menyerah,” jelas Citrinowicz.
3. Dampak Global terhadap Harga Energi
Para pakar komoditas dan investasi mengingatkan bahwa konflik di wilayah ini bisa memengaruhi harga minyak secara global. Serangan terhadap fasilitas minyak Iran bisa memicu kenaikan tajam, terutama jika pasokan terganggu.
4. Penggunaan Sumber Daya dengan Tidak Efisien
Para ahli menyebut bahwa pendekatan invasi di darat mungkin lebih boros dibandingkan metode seperti blokade laut. Dengan memblokir kapal yang sudah mengisi bahan bakar di terminal Kharg, AS bisa lebih mudah memengaruhi alur ekspor tanpa mengorbankan nyawa banyak.
5. Ancaman terhadap Stabilitas Wilayah
Trump sedang menghadapi tekanan besar untuk menyelesaikan konflik satu bulan terakhir dengan Iran. Peningkatan ancaman terhadap Kharg Island bisa memperburuk situasi, karena wilayah ini menjadi fokus perang antara AS dan sekutu mereka dengan pihak Iran.
