Program Terbaru: Rusia dan Belarus siap kerja sama antariksa dengan Indonesia

107a4698 7a92 43b7 8769 036a11510c32 0

Rusia dan Belarus siap kerja sama antariksa dengan Indonesia

Dari Jakarta, Rusia dan Belarus menunjukkan komitmen untuk bekerja sama dalam pengembangan infrastruktur dan eksplorasi ruang angkasa dengan Indonesia. Acara peletakan karangan bunga di Monumen Yuri Gagarin menjadi ajang perkenalan antara kedua negara tersebut, dengan peserta termasuk para duta besar. Dalam kesempatan itu, Dubes Rusia Sergei Tolchenov menjelaskan bahwa negaranya memiliki pengalaman luas dalam membangun fasilitas antariksa.

Kami sedang mengerjakan proyek peluncuran baru di wilayah Timur Jauh Rusia, yang menunjukkan kesiapan kami dalam menyediakan keahlian dan pengalaman,” kata Tolchenov saat diwawancara ANTARA.

Menurut diplomat tersebut, negosiasi dengan pemerintah Indonesia sedang berlangsung terkait pembangunan infrastruktur. Ia berharap kerja sama ini bisa berjalan efektif, memungkinkan Rusia berkontribusi pada kemajuan Indonesia di bidang ruang angkasa.

Senada dengan Rusia, Dubes Belarus Raman Ramanouski mengatakan bahwa negaranya juga tertarik menjajaki kerja sama dengan Indonesia. “Eksplorasi ruang angkasa adalah bidang yang sangat potensial bagi kemitraan kedua negara,” ujarnya.

Belarus memiliki satelit yang mencakup wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dan berharap dapat berpartisipasi dalam kolaborasi eksplorasi ruang angkasa,” tambah Ramanouski.

Indonesia telah mempertimbangkan Pulau Biak sebagai lokasi peluncuran satelit komunikasi. Selain itu, negara ini ingin memperkuat keberhasilannya dalam industri peluncuran dan jasa antariksa global. BRIN sedang mempercepat pembangunan Bandar Antariksa Nasional di Biak, Papua, sebagai langkah mewujudkan kemandirian akses ke luar angkasa.

Pembangunan ini didasari oleh Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2013, Peraturan Presiden 45 Tahun 2017, serta Peraturan Pemerintah 7 Tahun 2023 yang menekankan perlindungan teknologi. Plt. Deputi BRIN Anugerah Widiyanto menyatakan studi tentang Biak telah dimulai sejak 1990, dan kini diperbarui sesuai perkembangan teknologi, kebutuhan nasional, serta lingkungan saat ini.

Pulau Biak memiliki keunggulan geografis karena berada dekat garis khatulistiwa. Hal ini memberikan efisiensi biaya dan energi dalam peluncuran roket ke orbit rendah bumi (LEO). Dengan meningkatnya ekonomi sektor antariksa global, Indonesia dianggap memiliki peluang besar untuk berperan lebih aktif dalam bidang ini.

Acara peletakan karangan bunga di Monumen Yuri Gagarin diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan atas Hari Kosmonautika, yang diperingati setiap 12 April. Hari ini dianggap sebagai momentum untuk mengenang penerbangan pertama manusia ke luar angkasa oleh Yuri Gagarin.

Kehadiran dalam acara tersebut antara lain Dubes Rusia untuk ASEAN Evgeny Zagaynov, Dubes Armenia Serob Bejanyan, Dubes Belarus Raman Ramanouski, Dubes Kazakhstan Serzhan Abdykarimov, serta Dubes Uzbekistan Oybek Eshonov.