FitInfoSehat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Topics Covered: Argentina Selangkah Lagi ke Semifinal, Swis Siap Ciptakan Kejutan

Published Juli 10, 2026 · Updated Juli 10, 2026 · By James Jackson

Argentina Mendekati Semifinal, Swiss Siap Hadapi Tantangan Besar

Topics Covered - La Albiceleste akan terus mempertahankan mahkota juara dunia ketika bertemu Swiss dalam laga perempat final Piala Dunia 2026. Pertandingan yang dijadwalkan pada Minggu pagi, 12 Juli 2026, waktu Indonesia Barat ini akan berlangsung di Kansas City. Kemenangan bagi Argentina akan memastikan mereka melaju ke babak empat besar, di mana mereka kemungkinan besar akan menghadapi pemenang antara Inggris dan Norwegia.

Tim yang sedang mempertahankan gelar datang ke babak delapan besar setelah melewati dua laga yang sangat menegangkan. Setelah perjuangan berat mengalahkan debutan Piala Dunia, Tanjung Verde, Argentina kembali dituntut bekerja keras menghadapi Mesir di putaran 16 besar. Skuad bimbingan Lionel Scaloni sempat tertinggal dua gol hingga memasuki menit ke-79 pertandingan.

Kemauan kuat dan beberapa keputusan VAR yang kontroversial menjadi kunci kebangkitan Argentina. Cristian Romero membuka jalan untuk comeback dramatis ini, disusul oleh Lionel Messi yang menebus kesalahan sebelumnya dengan mencetak gol penalti untuk menyamakan kedudukan. Enzo Fernandez kemudian menutup babak tersebut dengan gol penentu, memastikan Argentina lolos ke perempat final.

Rekor Gemilang Argentina di Kancah Dunia

Kemenangan atas Mesir ini memperpanjang tren positif Argentina menjadi 12 kemenangan beruntun sejak September tahun lalu. Tim ini hanya membutuhkan tiga kemenangan tambahan untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia. Meskipun beberapa pemain inti mulai menunjukkan tanda-tanda usia, kombinasi pengalaman, kemampuan teknis, dan mental juara tetap menjadi kekuatan utama mereka sepanjang turnamen.

Sejak kekalahan mengejutkan dari Arab Saudi pada laga pembuka Piala Dunia 2022, Argentina belum pernah kalah dalam 11 pertandingan berturut-turut di ajang dunia. Dalam semua laga tersebut, mereka selalu berhasil mencetak minimal dua gol, sebuah rekor terbaik sepanjang sejarah tim nasional Argentina.

Catatan pertemuan juga menguntungkan wakil Amerika Selatan ini. Argentina telah memenangkan dua laga sebelumnya melawan Swiss di turnamen besar, yaitu 2-0 pada Piala Dunia 1966 dan 1-0 pada edisi 2014 di Brasil. Secara keseluruhan, Swiss belum pernah mengalahkan Argentina dalam tujuh pertemuan terakhir, sehingga tantangan yang dihadapi tim bimbingan Murat Yakin diprediksi tidak akan mudah.

Swiss Konsisten Meski Tidak Mencolok

Di sisi lain, Swiss tampil konsisten sepanjang turnamen meskipun tidak terlalu mencolok. Mereka memulai perjalanan dengan hasil imbang melawan Qatar sebelum bangkit dengan kemenangan 4-1 atas Bosnia dan Herzegovina serta menundukkan tuan rumah Kanada 2-1. Status juara Grup B kemudian membawa Swiss melaju ke fase gugur.

Mereka berhasil menyingkirkan Aljazair sebelum mengalahkan Kolombia melalui adu penalti setelah bermain imbang tanpa gol. Dalam pertandingan tersebut, kiper Gregor Kobel tampil sebagai pahlawan dengan sejumlah penyelamatan penting yang mengantarkan Swiss menang 4-3 pada babak adu penalti.

Murat Yakin menerapkan pendekatan yang lebih pragmatis dengan menitikberatkan organisasi pertahanan. Strategi ini terbukti efektif karena Swiss belum pernah tertinggal sepanjang kampanye Piala Dunia kali ini, termasuk sejak fase kualifikasi. Kini, sebagai salah satu dari enam wakil Eropa yang masih bertahan di babak delapan besar, Swiss harus melewati rintangan juara bertahan jika ingin mencatat sejarah dengan mencapai semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1954.

Persiapan Tim dan Pemain Kunci

Di kubu Argentina, Lionel Messi tetap menjadi andalan meskipun telah dua kali gagal mengeksekusi penalti sepanjang turnamen. Kapten berusia 39 tahun itu masih memimpin persaingan perebutan Sepatu Emas dengan koleksi delapan gol. Messi diperkirakan kembali memimpin lini serang bersama Julian Alvarez atau Lautaro Martinez. Nama terakhir tampil impresif setelah menyumbang assist untuk gol kemenangan Enzo Fernandez saat menghadapi Mesir.

Persaingan memperebutkan posisi bek kiri juga masih terbuka antara Facundo Medina dan Nicolas Tagliafico. Lionel Scaloni diperkirakan dapat menurunkan skuad terbaiknya karena seluruh pemain inti berada dalam kondisi bugar. Sebaliknya, Swiss masih memantau kondisi tiga pemainnya, yaitu Michel Aebischer, Luca Jaquez, dan Johan Manzambi.

Manzambi, yang sebelumnya mencetak tiga gol sepanjang turnamen, absen pada laga babak 16 besar akibat cedera lutut. Posisinya digantikan Ardon Jashari, yang berpeluang kembali dipercaya sebagai starter. Di lini depan, Breel Embolo tetap menjadi ujung tombak utama. Penyerang Rennes tersebut telah berkontribusi langsung dalam 13 gol dari 17 penampilan internasional terakhirnya.

Meski tampil kurang menonjol saat menghadapi Kolombia dengan tanpa satu pun tembakan ke gawang dan hanya sekali menyentuh bola di kotak penalti, Embolo tetap menjadi ancaman bagi pertahanan lawan. Pertandingan ini akan menjadi ujian besar bagi kedua tim untuk membuktikan kualitas mereka di kancah dunia.