FitInfoSehat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Solution For: Hasil Piala Dunia 2026: Yordania vs Aljazair, Tertinggal Lebih Dulu, Les Fennecs Menang 2-1

Published Juni 23, 2026 · Updated Juni 23, 2026 · By Jessica Jackson

SANTA CLARA, CALIFORNIA - JUNE 22: Amine Gouiri #9 of Algeria celebrates scoring his team's second goal during the FIFA World Cup 2026 Group J match between Jordan and Algeria at San Francisco Bay Area Stadium on June 22, 2026 in Santa Clara, California. Stu Forster/Getty Images/AFP (Photo by Stu Forster / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Hasil Piala Dunia 2026: Yordania vs Aljazair, Les Fennecs Kembali ke Jalur Kemenangan

Solution For - Tim nasional Aljazair mengakhiri rangkaian pertandingan Grup J Piala Dunia 2026 dengan kemenangan dramatis 2-1 melawan Yordania, Senin (23/6) WIB. Pertandingan yang dipimpin wasit Slavko Vincic ini berlangsung sengit, di mana Les Fennecs mengalami tekanan awal sebelum bangkit untuk meraih tiga poin pertama di babak penyisihan grup.

Pertandingan Berjalan Tegang dengan Kemenangan Berdarah

Pertandingan antara Yordania dan Aljazair memulai babak pertama dengan intensitas tinggi. Meski Aljazair mendominasi permainan, Yordania menciptakan kejutan pada menit ke-36. Pergerakan cepat Mousa Al Tamari membuka peluang untuk Nizar Al Rashdan, yang dengan penampilan matang menyelesaikan umpan silangnya menjadi gol pembuka. Skor 1-0 untuk Yordania tetap bertahan hingga turun minum, memicu ketegangan di tengah lapangan.

Babak kedua membawa perubahan signifikan. Pelatih Aljazair, Vladimir Petkovic, mengambil langkah strategis dengan memasukkan Nadhir Benbouali menggantikan Hichem Boudaoui di menit ke-45. Keputusan ini segera membuahkan hasil. Pada menit ke-69, Benbouali menyelesaikan umpan sepak pojok dari Riyad Mahrez dengan sundulan akurat, mengembalikan skor menjadi 1-1. Gol ini mengubah momentum pertandingan, membuat Les Fennecs kembali percaya diri.

Kemenangan Terakhir Sebelum Tantangan Berat

Pada menit ke-86, Aljazair memperoleh keunggulan 2-1 berkat tendangan keras Amine Gouiri yang melesat ke gawang Yazeed Abu Laila. Tendangan ini disambut antusias oleh penonton yang kembali menemani tim kesayangan mereka setelah pertandingan terbuka dengan penuh harapan. Kemenangan ini menjadi penyelamatan bagi Aljazair setelah mereka kalah 3-0 dari Argentina dalam pertandingan pembuka.

Sebaliknya, hasil ini memberi dampak negatif bagi Yordania, yang juga menelan kekalahan 3-1 dari Austria sebelumnya. Kehilangan dua pertandingan awal membuat peluang mereka untuk lolos ke babak gugur semakin sempit. Namun, kekalahannya melawan Aljazair tidak menghilangkan semangat para pemain, yang tetap berusaha menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

Perubahan Pemain dan Strategi yang Efektif

Pelatih Yordania, Jamal Sellami, menghadirkan beberapa pergantian di babak kedua, salah satunya memasukkan Saleem Obaid menggantikan Husam Ali Mohammad Abudahab pada menit ke-90. Meski demikian, Aljazair tetap menguasai pertandingan setelah pemain mereka memperkuat formasi dengan mengganti beberapa starter di babak akhir. Luca Zidane, yang menjadi kapten tim, turut berkontribusi dalam mengarahkan permainan.

Komposisi starting XI kedua tim juga menarik. Aljazair memulai dengan formasi yang menekankan kontrol bola, sementara Yordania lebih fokus pada serangan cepat. Perubahan di menit ke-85 seperti penggantian Jaouen Hadjam untuk Rayan Ait-Nouri dan Zineddine Belaid untuk Amine Gouiri menunjukkan strategi adaptif yang dijalani kedua tim. Pergantian ini justru memperkuat kekuatan Aljazair, yang berjaya melalui kombinasi permainan dan kecepatan individu.

Konteks Grup J dan Pertandingan Selanjutnya

Grup J menjadi salah satu sengit dalam babak penyisihan grup. Aljazair, yang berada di posisi ketat, kini berada di jalur kemenangan setelah menang berkat gol penentu Gouiri. Sementara Yordania harus memperbaiki performa mereka, karena melawan Argentina di laga pamungkas akan menjadi ujian besar. Pertandingan tersebut diprediksi berlangsung sengit, dengan kedua tim saling mengincar tiket lolos.

Di sisi lain, Aljazair akan melanjutkan perjalanan mereka melawan Austria dalam laga yang dinilai sangat berat. Meski mengalami kesulitan pada babak pertama, mereka berhasil mencuri peluang di babak kedua dan memanfaatkannya dengan baik. Pemain muda seperti Zineddine Belaid dan Nabil Bentaleb menjadi penampilan yang patut dicatat, terutama dalam menghadapi lawan yang menyerang secara intens.

Sebagai tim yang terkenal dengan gaya permainan intens, Aljazair menunjukkan kemampuan mereka untuk bangkit dari keterpurukan. Dalam pertandingan ini, mereka tidak hanya menutupi kelemahan di awal, tetapi juga mengubah skor sebelum waktu tambahan. Performa Mahrez, yang menjadi pusat perhatian, berkontribusi besar dalam membangkitkan semangat tim.

Kemenangan ini memperkuat posisi Aljazair di klasemen Grup J, mengingat lawan mereka di laga pamungkas sangat tangguh. Sementara Yordania harus memperbaiki rekor mereka, karena kekalahan dari dua tim kuat seperti Argentina dan Austria mengurangi harapan mereka. Namun, tim dari Timur Tengah tetap menunjukkan kemampuan bertahan yang cukup baik, meski masih memerlukan peningkatan signifikan di pertandingan berikutnya.

Pertandingan antara Yordania dan Aljazair juga menjadi momen penting bagi pemain muda kedua tim. Keberhasilan Benbouali dan Gouiri menunjukkan potensi pemain yang mungkin akan menjadi andalan di babak berikutnya. Meski skor akhir tidak berubah, keberhasilan Aljazair dalam menciptakan momen krusial menegaskan konsistensi mereka di turnamen ini.

Kemenangan ini memicu reaksi positif dari para pendukung Les Fennecs, yang kembali bersemangat setelah tim mereka memperoleh poin penting. Sementara Yordania, meski kalah, tetap menunjukkan keberanian mereka dalam menghadapi lawan yang lebih kuat. Dengan hasil ini, kedua tim akan terus mempersiapkan diri untuk pertandingan besar yang menunggu mereka di babak gugur.

Komposisi Pemain dan Catatan Penting

Yordania menghadirkan beberapa perubahan di lini depan dan belakang, termasuk kehadiran Shahara dan Awdat Al Fakhorui di menit ke-76 dan 84. Sementara Aljazair mengganti beberapa pemain di menit ke-45, 85, dan 86, dengan perpindahan yang menambah dinamika pertandingan. Seluruh pemain yang terlibat memberikan kontribusi penting, baik sebagai starter maupun pemain pengganti.

Timnas Aljazair: Luca Zidane; Rafik Belghali, Aisa Mandi, Ramy Bensebaini, Rayan Ait-Nouri; Hichem Boudaoui (Nadhir Benbouali 45'), Ramiz Zerrouki (Nabil Bentaleb 45'), Riyad Mahrez (Anis Hadj Moussa); Ibrahim Maza, Fares Chaibi, Amine Gouiri (Zineddine Belaid 86').

Timnas Yordania: Yazeed Abu Laila; Abdallah Nasib, Yazan Al-Arab, Husam Ali Mohammad Abudahab (Saleem Obaid 90'); Ehsan Haddad, Nizar Al-Rashdan, Noor Al-Deen Mahmoud, Mohannad Abu Taha (M. Abu Hsdhrrdh 85'); Ali Iyad Olwan (Shahara 90'), Mahmoud Al Mardi (Awdat Al Fakhorui 76'), Mousa Tamiri (Ali Ahmad Azaizeh 84').

Artikel ini diolah dan disus