FitInfoSehat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

New Policy: Visa Ditolak, Thomas Partey Absen Bela Gana di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Published Juni 13, 2026 · Updated Juni 13, 2026 · By Thomas Lopez

Villarreal's Thanes Ghanaian midfielder #16 Thomas Partey attends a training session on the eve of the UEFA Champions League, League Phase - Matchday 2, football match between Villarreal CF and Juventus FC at the Ceramica Stadium in Villarreal, on September 30, 2025. (Photo by Jose Jordan / AFP)

Visa Ditolak, Thomas Partey Absen Bela Gana di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

New Policy - Sebelum pertandingan pembuka Grup L Piala Dunia 2026, Timnas Ghana menghadapi situasi yang cukup mengejutkan. Gelandang inti mereka, Thomas Partey, tidak bisa tampil karena dihukum tidak diperbolehkan masuk ke wilayah Kanada. Pemain berusia 32 tahun ini tertahan di Boston, Amerika Serikat, tempat markas latihan Ghana, setelah visa yang diajukan ditolak oleh otoritas imigrasi setempat. Keputusan ini mengganggu rencana timnas untuk melibatkan Partey dalam pertandingan pertama melawan Panama di Stadion Toronto pada Kamis (18/6) WIB.

Visa dan Kehadiran Partey

Penolakan visa Partey terjadi tepat sebelum laga perdana, membuatnya tak bisa bergabung dengan skuad di Kanada. Menurut laporan dari OneFootball, pemain ini tetap berada di markas latihan Ghana di Boston. Meskipun FIFA mengakui situasi tersebut, mereka menegaskan bahwa tidak memiliki kewenangan atas kebijakan imigrasi negara tuan rumah. Pernyataan ini disampaikan sebagai tanggapan atas keputusan pihak Kanada.

“Kami tidak bisa mengubah keputusan imigrasi, jadi Partey harus tetap di sini hingga situasi jelas,” kata perwakilan FIFA dalam pernyataan resmi.

Karier dan Kontribusi Partey

Thomas Partey adalah salah satu pilar utama Timnas Ghana, dengan catatan 57 penampilan internasional sejak 2015. Dalam peran gelandang tengah, ia mencatatkan 10 gol dan 8 assist untuk tim nasional, menciptakan keseimbangan yang vital dalam permainan. Kehilangannya di laga pembuka dianggap sebagai tantangan besar bagi pelatih Carlos Queiroz, yang mengakui kekuatan Partey dalam mengendalikan permainan.

Sebagai kapten tim, Partey dikenal sebagai pusat kontrol di lapangan tengah. Kehadirannya diperlukan untuk menstabilkan serangan serta membangun strategi bertahan. Tanpa dirinya, Queiroz harus memutar otak untuk menggantinya dengan pemain lain, sambil tetap menjaga konsistensi tim di tengah situasi yang tidak terduga.

Spekulasi dan Riwayat Hukum

Menurut analisis, penolakan visa Partey mungkin terkait dengan riwayat hukum yang ia miliki. Sebelumnya, ia pernah menjadi sasaran gugatan hukum atas dugaan pemerkosaan, meskipun akhirnya dinyatakan tidak bersalah pada 2020 dan 2022. Meskipun kasus tersebut sudah selesai, ada kemungkinan otoritas Kanada mempertimbangkan catatan hukumnya sebagai alasan untuk menolak izin masuk.

Kehilangan Partey tidak hanya berdampak pada permainan, tetapi juga pada moral skuad. Sebagai sosok berpengalaman, keberadaannya memberikan kepercayaan pada rekan-rekannya. Queiroz mengakui bahwa ini menjadi ujian untuk kedalaman tim, terutama di lini tengah.

Strategi Pemulihan dan Fokus ke Laga Berikutnya

Untuk mengatasi kehilangan Partey, pelatih Queiroz merancang strategi baru yang menekankan kecepatan serta kerja sama antar pemain. Tim medis dan staf pelatihan berupaya memastikan Partey tetap dalam kondisi prima, meskipun ia tidak bisa bermain di laga pembuka. Tujuan utamanya adalah agar pemain ini siap beraksi saat menghadapi Inggris dan Kroasia, yang akan digelar di Amerika Serikat, tempat ia tidak mengalami hambatan administratif.

Dua laga tersisa di fase grup memberikan peluang bagi Partey untuk kembali berkiprah. Hal ini menjadi keuntungan bagi Ghana, karena mereka tidak terbatas hanya pada pertandingan di Kanada. Dengan keberadaan Partey, skuad bisa lebih mudah menyesuaikan pola permainan, terutama saat melawan tim kuat yang akan dihadapi.

Analisis dan Perspektif Timnas

Kehilangan Partey bisa memengaruhi performa Ghana di awal kompetisi. Sebagai pemain yang dikenal andal dalam mengatur tempo dan distribusi bola, absennya membuat pelatih harus mengandalkan strategi bertahan yang lebih ketat. Namun, Queiroz optimis bahwa skuadnya mampu menghadapi tantangan ini, terutama karena ada cadangan pemain berkualitas.

Ada beberapa nama yang dianggap bisa menggantikan peran Partey, seperti Nana Fobil, yang memiliki pengalaman di lini tengah. Selain itu, pemain muda seperti Agyemang Dukuly juga bisa dimainkan untuk memperkaya kekuatan tim. Meski demikian, Partey tetap diharapkan bisa kembali bermain dalam dua pertandingan berikutnya.

Ujian Kedalaman Skuad

Pertandingan melawan Panama menjadi ujian untuk kedalaman Timnas Ghana. Tanpa Partey, para pemain lain harus menunjukkan tanggung jawab untuk mengisi posisi yang sebelumnya dikuasai oleh sang gelandang. Pertandingan di Toronto akan menguji kemampuan tim dalam beradaptasi dengan keadaan yang berubah.

Queiroz meminta pemain-pemain muda dan pengganti untuk bersungguh-sungguh dalam menjaga kebugaran serta konsentrasi. Tim medis aktif memantau kondisi Partey di Boston, sambil juga memberikan bimbingan pada rekan