FitInfoSehat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Facts: Kroasia tak Sangka Perlawanan Sengit Panama

Published Juni 24, 2026 · Updated Juni 24, 2026 · By Lisa Moore

Kroasia tak Sangka Perlawanan Sengit Panama

Latest Facts - Di tengah persaingan sengit Grup L Piala Dunia 2026, timnas Kroasia menghadapi tantangan tak terduga saat berlaga melawan Panama di Stadion Toronto, Kanada, Rabu (26/4). Pertandingan ini menampilkan performa yang lebih ketat dari yang diperkirakan, dengan Kroasia mampu mengatasi resistensi Panama melalui skor tipis 1-0 pada menit ke-54. Gol penentu dicetak oleh Ante Budimir, yang menciptakan keberhasilan minor bagi tim berjuluk 'Zlatan' setelah mengalami kekalahan 2-4 dari Inggris di laga sebelumnya.

Pelatih Kroasia: Perlawanan Panama Melebihi Ekspektasi

"Saya benar-benar tidak mengira pertandingan akan seberat ini," ungkap Zlatko Dalic, pelatih timnas Kroasia, dalam wawancara resmi FIFA. "Kami memberikan respons yang kurang maksimal, mungkin karena tekanan besar untuk meraih tiga poin."

Dalic menekankan bahwa kesulitan Kroasia dalam pertandingan ini bukan hanya karena kualitas Panama, tetapi juga akibat rasa takut dan keharusan untuk bangkit dari kekalahan melawan Inggris. Meski menang, keberhasilan ini datang setelah pertandingan yang penuh dengan tekanan, dengan Kroasia mencoba menyesuaikan strategi sepanjang pertandingan. Tim asuhan Dalic kini menduduki peringkat ketiga Grup L, dengan tiga poin, berada di bawah Inggris dan Ghana yang masing-masing memiliki empat poin.

Kemenangan atas Panama menjadi semangat baru bagi Kroasia, yang kini berharap bisa melangkah ke babak 32 besar. Tapi keberhasilan ini juga menjadi momen spesial bagi kapten tim, Luka Modric, yang mencapai penampilan ke-200 sebagai pemain nasional. Pada laga ini, Modric bermain selama 81 menit sebelum digantikan Mario Pasalic. Kesempatan ini menjadi perayaan penting untuk mantan gelandang AC Milan, yang sejak debut pertamanya pada Maret 2006 telah mempersembahkan 29 gol dan 31 assist dalam 200 pertandingan.

Modric: Bintang di Balik Keberhasilan Kroasia

Modric, yang kini berusia 40 tahun, tetap menjadi tulang punggung pertahanan Kroasia. Performa luar biasa dalam pertandingan ini memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain terpenting dalam sejarah timnas. Dalam dua edisi Piala Dunia terakhir, yaitu 2018 dan 2022, ia membantu Kroasia meraih peringkat ketiga dan runner-up, mengukir nama besar di kancah sepak bola internasional.

Dalic tidak hanya puas dengan hasil kemenangan, tetapi juga gembira karena kesuksesan ini bertepatan dengan pencapaian spesial Modric. "Saya sangat senang bisa menang bersama Luka Modric dalam penampilan ke-200-nya. Dia bermain sangat baik hari ini, bahkan di usia yang sudah memasuki empat puluhan," kata pelatih tersebut. Modric, yang selalu dianggap sebagai ikon sepak bola Kroasia, kembali menunjukkan konsistensinya di panggung besar.

Panama: Kesulitan Menjadi Pelajaran Berharga

Sementara itu, Thomas Christiansen, pelatih Panama, memberikan penilaian positif atas performa timnya meski harus menerima kekalahan. "Mereka memainkan pertandingan yang luar biasa dan mampu bersaing dengan Kroasia," ujar Christiansen. "Panama sudah memberikan segalanya di lapangan, dan hasil ini bukanlah kekecewaan, tetapi pengalaman berharga untuk kami."

Tim dari Amerika Tengah ini, yang sebelumnya telah gugur dari kompetisi Piala Dunia 2026, akan melangkah ke laga terakhir mereka dengan harapan meraih kemenangan pertama. Dalam pertandingan akhir, mereka akan menghadapi Inggris pada Minggu (28/6) pukul 04.00 WIB di Stadion New York New Jersey. Christiansen menyatakan bahwa Panama hanya memiliki satu peluang bersih, yang berhasil diubah menjadi gol oleh Budimir. "Itu menunjukkan kemampuan kami, meski masih ada ruang untuk meningkatkan performa di laga mendatang," tambahnya.

Kemenangan Kroasia di pertandingan ini tidak hanya menjadi kebanggaan tim, tetapi juga menguatkan optimisme untuk melangkah lebih jauh. Meski kekuatan Panama diakui, Dalic yakin bahwa Kroasia memiliki potensi untuk bertahan di babak penyisihan grup. "Kami harus tetap fokus, karena ada banyak pertandingan yang akan menguji kami," katanya. Pelatih yang kini berusia 54 tahun ini memprediksi bahwa setiap laga akan berjalan dengan intensitas tinggi, terutama di Grup L yang dipenuhi tim-tim kuat.

Dari segi statistik, keberhasilan Kroasia kali ini menunjukkan bahwa mereka bisa mengatasi tekanan dan mampu memperoleh poin penting. Modric, yang juga menjadi simbol ketangguhan tim, menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk performa apik. Keberadaannya di lapangan membuat banyak pemain muda diharapkan bisa belajar dari pengalamannya. "Saya yakin Luka adalah bagian penting dari keberhasilan Kroasia, dan ia selalu bisa memberikan inspirasi," tutur Dalic.

Kehadiran Modric dalam 200 penampilan memperlihatkan komitmen luar biasa untuk timnas. Dalam setiap pertandingan, ia membuktikan bahwa keahliannya masih relevan, bahkan di tengah persaingan sengit di level internasional. Keberhasilan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap pertandingan di Piala Dunia adalah ujian. "Kami terus berusaha, dan Luka adalah contoh terbaik bagaimana mentalitas kuat bisa mengubah situasi," pungkas pelatih yang pernah mempersembahkan gelar juara Eropa kepada Kroasia.