Important Visit: Jelang Lawan Brasil, Minamino Percaya Jepang Bisa Buat Kejutan
Jelang Pertandingan Kontra Brasil, Minamino Yakin Jepang Bisa Mengguncang Favorit
Important Visit - Timnas Jepang, yang dikenal dengan julukan Samurai Biru, kini memiliki harapan besar dalam menghadapi Brasil di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Striker utama mereka, Takumi Minamino, memberikan pernyataan optimis bahwa timnya mampu membuat kejutan melawan sang juara dunia lima kali tersebut. Pertandingan akan berlangsung di NRG Stadium, Houston, pada Selasa, 30 Juni dini hari Waktu Indonesia Barat (WIB). Meski Brasil tampil sebagai favorit utama, Minamino percaya bahwa mentalitas tim sebagai underdog bisa menjadi kunci untuk meraih hasil positif.
Dalam laga persahabatan Oktober 2025, Jepang sukses mengalahkan Brasil dengan skor 3-2. Kemenangan itu menjadi bukti bahwa Samurai Biru memiliki potensi untuk menantang tim kuat di level internasional. Minamino, yang kembali tampil setelah pulih dari cedera lutut serius, menganggap pertemuan kembali ini sebagai peluang untuk memperkuat kepercayaan diri. "Kita memiliki kemampuan untuk membuat sesuatu terjadi, selama kita menjaga fokus dan mentalitas yang sama seperti dulu," ujarnya.
Strategi Kunci: Memegang Mentalitas Underdog
Menghadapi tim yang selalu diunggulkan, Minamino menekankan pentingnya menjaga sikap sebagai tim yang tidak diunggulkan. Ia menyebut bahwa mentalitas ini bisa menjadi kekuatan yang memperkuat taktik permainan di lapangan. "Mentalitas underdog adalah hal yang kita pelajari selama ini, dan kita bisa memanfaatkannya untuk menggerakkan semangat pemain," terangnya. Kepercayaan pada strategi ini juga diimbangi dengan persiapan matang di lapangan, baik secara teknis maupun fisik.
Mengingat Brasil memiliki lini serang yang tangguh dan pengalaman bermain di babak babak besar, Minamino yakin tantangan akan cukup berat. Namun, ia percaya bahwa kekuatan mental dan permainan kolektif bisa mengimbangi keunggulan lawan. "Kita harus bermain dengan hati, bukan hanya teknik. Jika bisa mengimbangi emosi, kita punya peluang besar," tambahnya. Ini merupakan keyakinan yang dipercaya oleh banyak rekan setimnya, meski beberapa orang masih ragu.
Pemulihan Kubo: Harapan Baru untuk Tim Jepang
Sementara itu, kondisi pemain sayap Takefusa Kubo juga menjadi sorotan. Kubo sempat mengalami cedera lutut saat Jepang bermain imbang 2-2 melawan Belanda dalam laga pembuka Piala Dunia. Meski belum bisa turun, ia tetap menunjukkan perkembangan positif selama menjalani rehabilitasi. Minamino mengungkapkan bahwa Kubo sangat antusias dan tidak membutuhkan dorongan tambahan dari dirinya.
"Dia sangat bersemangat, jadi dia tidak membutuhkan dorongan dari saya," kata Minamino kepada wartawan di pusat latihan Jepang dekat Nashville, Tennessee, seperti dilansir Kyodo News, Minggu (28/6).
Minamino menambahkan bahwa Kubo telah menunjukkan komitmen besar dalam pemulihan, dan semua orang percaya dia akan kembali sebelum babak gugur. "Semua orang percaya kita akan menyambutnya kembali di babak gugur, dan dia menjalani rehabilitasi dengan keyakinan yang sama," lanjutnya. Kehadiran Kubo diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan, terutama dalam lini depan yang membutuhkan kecepatan dan kejutan.
Dalam konteks ini, keberhasilan pemulihan Kubo bisa menjadi faktor penentu. Tidak hanya teknik dan kebugaran fisik, semangat juangnya juga akan memperkuat kekompakan tim. Minamino menilai bahwa para pemain Jepang sudah siap untuk memanfaatkan kekuatan tambahan tersebut. "Kita sudah berlatih cukup, dan siap menunjukkan performa terbaik di saat yang tepat," ujarnya.
Histories dan Harapan Besar di Babak Gugur
Jepang memasuki Piala Dunia 2026 dengan harapan menorehkan sejarah baru. Mereka telah menunjukkan kemampuan untuk menaklukkan tim kuat seperti Brasil delapan bulan sebelumnya, saat laga persahabatan Oktober 2025. Kemenangan itu menjadi motivasi besar bagi skuad mereka, terutama di tengah persaingan sengit di grup yang terdiri dari tim-tim berprestasi.
Menghadapi Brasil, Minamino menekankan pentingnya memanfaatkan peluang ini sebagai ujian untuk menjaga performa. "Kita harus menunjukkan bahwa kemenangan melawan Brasil sebelumnya bukan sekadar kebetulan, tapi hasil dari persiapan yang matang," tambahnya. Ia juga menyoroti peran penting dari seluruh anggota tim, termasuk pemain muda yang dinilai memiliki potensi besar.
Di sisi lain, Minamino mengakui bahwa ada tekanan besar di babak gugur, terutama karena Brasil dikenal sebagai tim yang sulit dikalahkan. Namun, ia yakin bahwa Jepang bisa memberikan perlawanan yang memadai. "Kita tidak pernah menyerah, bahkan saat berada dalam posisi yang kurang menguntungkan," ujarnya. Harapan ini didukung oleh strategi taktis yang disusun oleh pelatih, serta kekompakan tim yang terjaga sepanjang kompetisi.
Keberhasilan menghadapi Brasil bukan hanya tentang kemenangan, tapi juga tentang menjaga prestasi hingga babak final. Minamino menilai bahwa mentalitas yang sama seperti saat mengalahkan tim asuhan Carlo Ancelotti bisa menjadi acuan untuk pertandingan mendatang. "Kita harus terus berlatih, dan memperkuat mentalitas kita setiap hari," pungkasnya. Dengan kombinasi strategi, persiapan, dan semangat juang, Jepang memiliki peluang untuk menciptakan kejutan yang luar biasa di Piala Dunia 2026.