What Happened During: Pekanbaru Raih Rekor MURI Pembacaan Surah Al-Mulk Serentak Oleh 9.184 ASN
Pekanbaru Raih Rekor MURI Pembacaan Surah Al-Mulk Serentak Oleh 9.184 ASN
What Happened During - Kota Pekanbaru kembali mencatat sejarah baru dalam bidang kegiatan sosial dan keagamaan setelah meraih penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Rekor yang dicatat adalah pembacaan Surah Al-Mulk secara bersamaan oleh jumlah aparatur sipil negara (ASN) terbesar di Indonesia. Sebanyak 9.184 pegawai negeri melakukan pembacaan surah tersebut serentak di halaman Masjid An Nur, Sabtu (4/7). Acara ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-242 Pekanbaru, yang dirancang untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
"Malam ini menjadi saksi bisu atas pencapaian luar biasa yang dicapai oleh ASN Pemko Pekanbaru. Target awal acara ditetapkan untuk menarik 5.000 peserta, tetapi jumlah yang tercatat melebihi ekspektasi dengan mencapai 9.184 ASN," ujar Perwakilan MURI Andre Purwandono. Ia mengapresiasi partisipasi massal yang menunjukkan semangat kepedulian warga terhadap kegiatan berbasis agama.
Pemko Pekanbaru berharap rekor ini tidak hanya sebagai pencapaian seremonial, tetapi juga sebagai bentuk upaya bersama menuju kota yang lebih maju, aman, dan dicintai oleh warganya. Andre Purwandono menyampaikan bahwa acara ini menunjukkan komitmen ASN dalam memperkuat spiritualitas sebagai bagian dari tugas pelayanan publik. "Selain sebagai pengingat bahwa kekuasaan dan amanah berasal dari Allah SWT, acara ini juga memperlihatkan keharmonisan antara institusi pemerintah dan masyarakat," tuturnya.
Keberhasilan dalam Perayaan Keagamaan
Sebagai bentuk apresiasi, MURI menyerahkan piagam penghargaan dan medali rekor kepada Walikota Pekanbaru Agung Nugroho serta Wakil Walikota yang turut hadir dalam acara. Penghargaan ini tidak hanya menghargai keikutsertaan ASN, tetapi juga menekankan pentingnya kegiatan keagamaan dalam menciptakan kesadaran batin warga. "Kami berterima kasih kepada seluruh ASN dan masyarakat yang berpartisipasi, sebagai ungkapan rasa syukur atas usia kota yang mencapai 242 tahun," kata Agung Nugroho.
Walikota menjelaskan bahwa ide mengusung Surah Al-Mulk berasal dari peran aktif istri walikota, Sulastri. Surah ini dipilih karena memiliki pesan tentang kekuasaan Allah yang mengingatkan manusia akan tanggung jawab dalam menjalankan peran mereka. "Sebagai wali kota, kami merasa bahwa jabatan dan amanah yang diberikan adalah bentuk anugerah dari Tuhan. Surah Al-Mulk mengajarkan kita untuk tetap rendah hati dan bersemangat dalam memberikan pelayanan," pungkasnya.
Nilai Religius dalam Kebudayaan Lokal
Acara ini tidak hanya menjadi simbol kebanggaan, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam kegiatan bernilai religius. Ustaz Da'as Latif, yang hadir memberikan tausiah, mendukung inisiatif ini sebagai langkah untuk menyelaraskan kegiatan pemerintah dengan ajaran Islam. "Pembacaan Surah Al-Mulk secara serentak memperkuat kesadaran bersama akan keberadaan Allah SWT dalam setiap tindakan, termasuk tugas-tugas sehari-hari ASN," tambah Ustaz Latif.
Kegiatan pembacaan surah ini diadakan sebagai penutup rangkaian perayaan ulang tahun kota yang berusaha menghindari pengeluaran anggaran besar. Pemko Pekanbaru memilih acara yang bisa memberikan dampak langsung kepada masyarakat, sekaligus memperkenalkan pesan keagamaan. "Dengan mengusung tema yang berbasis Islam, kami berharap kegiatan ini bisa membangun kebersamaan dan keharmonisan antara ASN dan warga," terang Agung Nugroho.
Peran Masyarakat dalam Pembangunan Kota
Partisipasi masyarakat yang signifikan dalam acara ini menunjukkan kepedulian terhadap pemerintahan dan nilai-nilai keagamaan. Puluhan ribu warga turut hadir untuk menyaksikan dan berpartisipasi dalam pembacaan Surah Al-Mulk, yang menampilkan kekompakan serta semangat kebersamaan. "Selain sebagai acara keagamaan, ini juga menjadi ajang untuk membangun kesadaran bahwa setiap individu memiliki peran dalam mengembangkan kota," ujar salah satu peserta yang hadir.
Dalam sambutannya, Agung Nugroho juga menyampaikan bahwa rekor MURI ini menjadi momentum untuk meninjau kembali kebijakan pemerintah dalam menjalankan tugas. "Kami berharap kegiatan semacam ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain, agar kegiatan keagamaan tidak hanya menjadi hiasan, tetapi juga bagian dari visi pembangunan," katanya. Acara ini juga menyoroti pentingnya pendidikan agama dalam membentuk karakter warga, terutama di tengah tantangan kehidupan modern.
Keberlanjutan dalam Kegiatan Sosial
Kegiatan tabligh akbar yang ditutup dengan pembacaan Surah Al-Mulk ini diharapkan mendorong inisiatif serupa di masa depan. Pemko Pekanbaru berkomitmen untuk terus menghadirkan acara yang bermakna dan berdampak pada masyarakat. "Selain memecahkan rekor MURI, kami juga ingin menunjukkan bahwa keagamaan bisa menjadi sarana untuk memperkuat tali persaudaraan dan keadilan sosial," tutur salah satu pejabat lingkup Pemko.
Rekor MURI ini menjadi bukti bahwa kegiatan keagamaan bisa diadakan secara masif dan konsisten. Dengan partisipasi 9.184 ASN, Pekanbaru menunjukkan potensi besar dalam menggabungkan kegiatan sosial dengan nilai-nilai agama. "Harapan kami adalah kegiatan ini bisa terus berkembang, sehingga masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjalankan amanah dengan tulus dan penuh rasa syukur," pungkas Andre Purwandono.
Sebagai langkah lanjutan, Pemko Pekanbaru berencana mengadakan pelatihan keagamaan untuk ASN, agar mereka bisa lebih aktif dalam menyebarkan pesan Islam dalam tugas pemerintahan. Kegiatan ini juga diharapkan bisa menjadi pola bagi daerah lain untuk menggabungkan kegiatan formal dengan nilai-nilai spiritual yang mendalam. Dengan demikian, Pekanbaru tidak hanya membangun kota yang maju, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup warganya melalui kesadaran akan kekuasaan Tuhan.