FitInfoSehat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Special Plan: Kurangi Sampah Plastik, SMA di Kediri Dilengkapi Mesin Air Siap Minum

Published Juni 15, 2026 · Updated Juni 15, 2026 · By Michael Williams

Kurangi Sampah Plastik, SMA di Kediri Dilengkapi Mesin Air Siap Minum

Special Plan - Upaya menjaga kelestarian lingkungan saat ini tidak hanya terwujud melalui penanaman pohon atau pengelolaan sampah, tetapi juga melalui perubahan rutinitas harian di lingkungan pendidikan. Salah satu contoh konkret adalah program Corporate Social Responsibility (CSR) yang diluncurkan oleh Bank Mandiri Taspen, dengan memberikan bantuan mesin air siap minum kepada SMA Dharma Wanita 1 Pare, Kabupaten Kediri. Program ini bertujuan mendorong kesadaran lingkungan serta memenuhi kebutuhan air minum yang sehat bagi siswa. Dalam acara seremoni di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG), bantuan senilai Rp42,4 juta diserahkan secara simbolis oleh manajemen Bank Mandiri Taspen kepada Ketua Yayasan Dharma Wanita Kediri, Eriani Annisa Hanindhito.

Program CSR yang Mengubah Praktik Sehari-hari

Bantuan ini memberikan akses ke air minum yang aman dan higienis, sekaligus menjadi langkah strategis untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. "Air mineral merupakan salah satu kebutuhan pokok siswa-siswi dalam menunjang aktivitas belajar. Kami mencoba mengelaborasikan kebutuhan dasar tersebut dengan program kampanye go green," ujar Iwan Kurniawan, Division Head Strategic Digital & Corporate Transformation Bank Mandiri Taspen. Ia menambahkan bahwa ide penyediaan mesin air siap minum lahir dari upaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih ramah lingkungan, dengan mengurangi ketergantungan pada kemasan plastik.

Menurut Iwan, fasilitas ini tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik siswa, tetapi juga membantu mengubah pola hidup masyarakat sekitar. "Penyediaan mesin air siap minum di sekolah diharapkan mampu mengubah kebiasaan warga sekolah agar lebih peduli terhadap lingkungan dengan membawa tumbler atau wadah minum sendiri," tuturnya. Ia menekankan bahwa hal kecil seperti ini dapat memberikan dampak besar dalam mengurangi volume sampah plastik yang terus meningkat di lingkungan sekolah. Dengan adanya mesin air, siswa diingatkan untuk mengurangi penggunaan plastik, terutama dalam konteks sistem pembelajaran yang berbasis kehidupan sehari-hari.

Dukungan Sekolah terhadap Inisiatif Ramah Lingkungan

Program Bank Mandiri Taspen ini mendapat sambutan baik dari pihak SMA Dharma Wanita 1 Pare. Kepala sekolah, Ahmad Riziq Mubarok, menyatakan bahwa bantuan tersebut sangat sesuai dengan kebutuhan sekolah yang menerapkan sistem boarding school. "Siswa kami berada di asrama (boarding school), di mana aktivitas mereka praktis dilakukan 24 jam penuh di lingkungan sekolah. Otomatis, kebutuhan dan suplai air mineral yang sehat dan higienis sangat tinggi setiap harinya," jelas Riziq. Ia menambahkan bahwa mesin air siap minum memperkuat komitmen sekolah untuk membangun kebiasaan hidup berkelanjutan.

Riziq meyakini bahwa inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan kesehatan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi siswa. "Dengan fasilitas ini, mereka didorong untuk membiasakan diri menggunakan botol minum isi ulang," katanya. Hal ini bertujuan meminimalkan penggunaan air minum dalam kemasan, yang merupakan penyumbang utama limbah plastik di lingkungan sekolah. Selain itu, program ini dianggap efektif dalam mengoptimalkan pengelolaan anggaran, karena mengurangi biaya pembelian air minum kemasan secara berkala.

Kampanye Go Green yang Tumbuh dari Kerja Sama

Kolaborasi antara dunia usaha dan institusi pendidikan seperti Bank Mandiri Taspen menunjukkan bahwa kampanye go green bisa diwujudkan melalui tindakan nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. "Kami berharap inisiatif ini menjadi bagian dari karakter generasi muda yang lebih peduli terhadap isu keberlanjutan," tambah Riziq. Ia menekankan bahwa pendekatan holistik ini membantu menciptakan ekosistem sekolah yang lebih sehat, efisien, dan ramah lingkungan.

Dalam wawancara terpisah, Iwan Kurniawan mengungkapkan bahwa CSR ini merupakan bentuk implementasi tanggung jawab sosial perusahaan yang fokus pada pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. "Selain memberikan akses air minum yang layak, program ini juga menjadi contoh bagaimana investasi pada lingkungan bisa berjalan beriringan dengan pengembangan sumber daya manusia," katanya. Ia menjelaskan bahwa keberadaan mesin air siap minum memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi volume sampah plastik yang dihasilkan setiap hari, terutama di lingkungan sekolah.

Bantuan tersebut juga berdampak pada kesadaran lingkungan siswa. Dengan akses mudah ke air minum, mereka berpeluang mengurangi penggunaan botol kemasan dan beralih ke wadah minum yang bisa diisi ulang. "Pendekatan ini berjalan efektif karena menciptakan lingkungan yang didukung secara nyata," ujar Iwan. Selain itu, ia menyatakan bahwa kesadaran akan pentingnya lingkungan sehat semakin meningkat di kalangan masyarakat.

Pengembangan Budaya Berkelanjutan di Sekolah

Program Bank Mandiri Taspen di SMA Dharma Wanita 1 Pare menjadi contoh bagus bagaimana inisiatif kecil bisa memberikan manfaat besar. Selama ini, siswa di sekolah sering menghabiskan waktu di lingkungan belajar, sehingga memungkinkan pembentukan kebiasaan sehari-hari yang lebih berkelanjutan. "Kehadiran mesin air siap minum tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga menjadi sarana untuk mendorong kesadaran lingkungan sejak dini," kata Riziq. Ia menambahkan bahwa program ini membantu mengurangi biaya operasional sekolah sekaligus menjaga kualitas air yang layak dikonsumsi oleh seluruh siswa.

Program ini juga memperkuat peran institusi pendidikan dalam mengubah pola konsumsi. Dengan adanya mesin air, siswa diberi kebebasan untuk memilih penggunaan wadah minum yang ramah lingkungan. "Hal ini menunjukkan bahwa sekolah bisa menjadi pusat perubahan yang bermakna," ujar Iwan. Selain menjaga lingkungan, inisiatif ini juga membantu menciptakan sistem yang lebih efisien dan berkelanjutan, karena mengurangi pengeluaran untuk pembelian air minum kemasan.

Kampanye pengurangan sampah plastik melalui mesin air siap minum tidak hanya berdampak pada siswa, tetapi juga pada masyarakat sekitar. Dengan memperkenalkan alternatif yang lebih ramah lingkungan, program ini memicu kesadaran kolektif tentang pentingnya mengurangi polusi plastik. "Kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa lingkungan dan pendidikan bisa saling mendukung untuk menciptakan masa depan yang lebih baik," ujar Riziq. Ia berharap inisiatif serupa bisa diadopsi oleh sekolah-sekolah lain di daerah lain, terutama yang menerapkan sistem kehidupan sehari-hari yang intensif.

Kebiasaan menggunakan botol minum isi ulang yang ditekankan melalui program ini diharapkan menjadi bagian dari karakter generasi m