FitInfoSehat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Special Plan: Candi Prambanan Jadi ‘Senjata’ Diplomasi Baru RI-India, Targetkan Ledakan Turis asal India

Published Juli 9, 2026 · Updated Juli 9, 2026 · By Patricia Lopez

Special Plan: Prambanan Jadi Senjata Diplomasi RI-India

Momen Bersejarah di Candi Prambanan

Special Plan - Kehadiran Perdana Menteri India, Narendra Modi, di Candi Prambanan pada hari Rabu tanggal 8 Juli telah menciptakan momen bersejarah bagi Indonesia. Peristiwa ini dipandang sebagai peluang strategis untuk menarik perhatian pasar pariwisata spiritual dan budaya di tingkat global. Candi Prambanan diharapkan dapat menjadi katalisator utama dalam ledakan kunjungan wisatawan asal India ke Indonesia melalui inisiatif yang telah direncanakan secara matang.

Pernyataan ini disampaikan secara tegas oleh Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana melalui keterangan pers resmi. Dalam kunjungan tersebut, Menpar juga memiliki kesempatan untuk mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam menyambut PM Modi di Yogyakarta. Menurut penilaian Menpar Widiyanti, kunjungan PM Modi ke Prambanan merupakan momen krusial yang dapat memperkuat hubungan people-to-people contact antara kedua negara. Special Plan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah.

"Kami ingin menjadikan Prambanan sebagai salah satu jembatan penting dalam memperkuat hubungan pariwisata budaya dan spiritual antara Indonesia dan India. Bersama Bali, Prambanan memiliki kedekatan emosional dan spiritual yang kuat dengan wisatawan India," kata Menteri Pariwisata.

Ikatan Budaya yang Telah Akar Sejak Lama

Hubungan yang terjalin antara Indonesia dan India bukan lagi sekadar urusan diplomatik biasa. Hal ini merupakan ikatan budaya dan peradaban yang telah mengakar kuat sejak lama melalui seni, arsitektur, hingga kisah epik Ramayana dan Mahabharata. Selama ini, Bali selalu menjadi kiblat utama bagi wisatawan asal India yang lekat dengan julukan Negeri Anak Benua. Special Plan yang digulirkan kini memperluas fokus ke destinasi lain di Jawa.

Kehadiran PM India ke Candi Prambanan menjadi jembatan emosional baru yang tidak kalah magis. Sejak tahun 2025, pemerintah Indonesia telah mengembangkan peringatan Siwaratri dan Mahasiwaratri sebagai bagian dari kegiatan keagamaan dan budaya yang berpotensi menarik wisatawan mancanegara asal India. Berbagai kegiatan lain juga terus dikembangkan untuk memperkuat daya tarik kawasan Prambanan. Implementasi Special Plan ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan secara signifikan.

Statistik Pertumbuhan Wisatawan India

Berdasarkan data performa terbaru, kunjungan wisatawan India terus melonjak tajam dari 606.439 kunjungan pada tahun 2023 menjadi 734.490 kunjungan pada tahun 2025. Tren positif tersebut terus berlanjut hingga mencatatkan angka 298.450 kunjungan sepanjang Januari hingga Mei 2026. Angka-angka ini menunjukkan potensi besar yang dapat dioptimalkan lebih lanjut melalui berbagai program promosi. Special Plan menjadi instrumen kunci dalam mencapai target tersebut.

"Ke depan, Kemenpar akan terus berupaya dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menghadirkan paket wisata yang menarik sekaligus memperkuat konektivitas menuju Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Kami berharap semakin banyak wisatawan India mengunjungi destinasi pariwisata prioritas seperti Candi Prambanan, Borobudur, dan desa-desa wisata," kata Menteri Pariwisata.

Inisiatif Infrastruktur dan Kebijakan

Demi merealisasikan mengalirkan turis India langsung ke pulau Jawa, Kementerian Pariwisata gencar melobi pemerintah India sekaligus menggandeng Angkasa Pura untuk memberikan stimulus ekstrem berupa pembebasan biaya pendaratan dan parkir pesawat (free landing fee & parking fee) di Yogyakarta International Airport (YIA) pada periode tertentu. Hal itu dilakukan demi memicu pembukaan rute penerbangan langsung. Langkah ini sejalan dengan Special Plan yang telah dicanangkan.

Ambisi ini kian dipermudah dengan adanya sinyal hijau dari pemerintah yang saat ini tengah menggodok matang usulan skema Bebas Visa Kunjungan (BVK) bagi turis India di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian. Berbagai kegiatan festival seperti Prambanan Shiwa Festival dan Prambanan Jazz Festival juga terus digelorakan untuk memperkuat daya tarik kawasan. Dengan dukungan Special Plan, target kunjungan diharapkan tercapai lebih cepat.

Posisi Strategis India di Kancah Internasional

Kehadiran PM Modi di tengah posisi strategis India sebagai Ketua BRICS 2026 serta Wakil Ketua IORA diyakini menjadi high-value publicity gratis yang akan melambungkan citra Indonesia di kancah internasional. Menpar Widiyanti optimistis bahwa momentum ini tidak hanya akan melipatgandakan jumlah kunjungan, tetapi juga membuka keran investasi pariwisata serta memantapkan posisi kawasan Yogyakarta dan Jawa Tengah sebagai episentrum baru pariwisata dunia yang wajib dikunjungi oleh masyarakat global. Special Plan menjadi fondasi kuat untuk pertumbuhan berkelanjutan.

"Melalui momentum kunjungan Perdana Menteri Modi, kami berharap dapat semakin memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia di mata wisatawan India dan komunitas internasional," tutup dia.