FitInfoSehat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Special Plan: Agroforestri Jadi Sumber Ekonomi Warga Hutan

Published Juni 17, 2026 · Updated Juni 17, 2026 · By Lisa Miller

Agroforestri Jadi Sumber Ekonomi Warga Hutan

Special Plan - Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggandeng sejumlah perusahaan untuk memperkuat model Perhutanan Sosial. Kemitraan ini dianggap penting dalam menciptakan pengembangan yang lebih produktif serta menambah nilai ekonomi bagi warga setempat. Sebagai contoh, pada acara Jambore Perhutanan Sosial Jawa Timur 2026, perusahaan PT Mekar Asta Nusantara (MANU) mendapat apresiasi atas kontribusinya dalam mendukung kelompok tani hutan di Kabupaten Jember. Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas upaya perusahaan dalam memperluas akses pasar dan memberikan bimbingan teknis kepada petani.

Jambore yang diadakan oleh Dinas Kehutanan Jawa Timur di Alun-Alun Reksogati, Kabupaten Madiun, menjadi ajang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat. Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa keberhasilan Perhutanan Sosial tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kerja sama yang solid antara berbagai pihak. Menurut Khofifah, Jawa Timur saat ini memegang posisi sebagai provinsi dengan luasan Perhutanan Sosial terbesar di Indonesia, mencapai hampir 30 persen dari total luasan nasional. Selain itu, nilai transaksi ekonomi dari sektor ini di Jawa Timur dinilai tertinggi dibandingkan provinsi lainnya.

Khofifah menyampaikan bahwa capaian tersebut harus terus ditingkatkan melalui strategi seperti pengembangan agroforestri, hilirisasi produk, dan kemitraan yang melibatkan berbagai sektor. “Dengan intervensi teknologi, bimbingan dari perguruan tinggi, dan kolaborasi dengan dunia usaha, hilirisasi bisa dikembangkan sehingga produk memiliki nilai tambah yang lebih tinggi,” jelas Khofifah dalam sambutannya. Pernyataan ini menekankan bahwa Perhutanan Sosial tidak hanya sebagai alat pelestarian lingkungan, tetapi juga sebagai motor pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kami ingin masyarakat sekitar hutan bisa merasakan manfaat ekonomi yang nyata dari lahan yang mereka kelola. MANU berkomitmen untuk hadir dari awal hingga akhir, mulai dari proses budidaya sampai hasil panen terserap pasar. Karena kami percaya, ketika petani maju, keluarga dan daerahnya ikut berkembang,” ujar Evi Febriana Suhardi, Direktur Utama PT Mekar Asta Nusantara (MANU).

MANU, yang telah beroperasi selama satu tahun, berpartisipasi aktif dalam Jambore 2026 dengan memamerkan berbagai inisiatif kemitraan pertanian dan agroforestri. Kehadiran perusahaan ini dianggap sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara kelompok tani hutan dengan dunia usaha. Sebagai anggota MEKAR Ecosystem, MANU turut mendukung pengembangan ekonomi riil melalui sektor pertanian dan agroforestri. Program-program yang dijalankan perusahaan di Kabupaten Jember dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang, termasuk peningkatan kualitas hasil produksi serta akses ke pasar yang lebih luas.

Dalam menjalankan program kemitraan, MANU tidak hanya fokus pada budidaya, tetapi juga memberikan pendampingan teknis yang komprehensif. Bimbingan ini mencakup pelatihan praktis, penyediaan alat produksi, serta pemasaran hasil pertanian. “Kerja sama dengan Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta dan Dinas Kehutanan Jawa Timur memberikan dampak yang signifikan. Kami juga berupaya meningkatkan keterlibatan generasi muda melalui kolaborasi dengan Universitas Jember,” tambah Evi. Langkah-langkah ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem yang lebih berkelanjutan, dengan masyarakat sebagai pusat perekonomian.

Kemitraan dengan perguruan tinggi, khususnya Universitas Jember, menjadi salah satu strategi MANU untuk memperkuat sumber daya manusia. Melalui program pelatihan dan penelitian, perusahaan ini berharap mampu mendorong inovasi di bidang pertanian. Evi menegaskan bahwa penghargaan yang diberikan dalam Jambore 2026 menjadi semangat baru untuk terus mengembangkan program yang berdampak langsung pada petani. “Kami ingin menjadi mitra yang konsisten, bukan hanya sekali atau dua kali,” imbuhnya.

Jambore Perhutanan Sosial Jawa Timur 2026 mengusung tema “Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera,” yang menyoroti hubungan saling menguntungkan antara lingkungan hidup dan perekonomian. Acara ini menjadi wadah untuk membangun jaringan kerja yang lebih luas, termasuk menggandeng lembaga swadaya masyarakat dan organisasi lokal. Pemimpin perusahaan juga menyebutkan bahwa kerja sama dengan berbagai pihak akan terus diperluas, meliputi pendampingan budidaya, pengembangan komoditas, fasilitasi akses program pemerintah, dan penyerapan hasil panen.

Komitmen MANU untuk mendukung keberlanjutan Perhutanan Sosial telah menunjukkan hasil nyata. Dengan memadukan teknologi pertanian modern dan tradisional, perusahaan ini mampu meningkatkan produktivitas petani serta menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Apresiasi yang diberikan selama Jambore 2026 juga menjadi pengakuan atas peran MANU dalam menjaga keberlanjutan proyek agroforestri. Selain itu, perusahaan ini berharap dapat menginspirasi lebih banyak mitra usaha untuk terlibat dalam pengembangan wilayah hutan secara bersama.

Kehadiran dunia usaha seperti MANU dalam Perhutanan Sosial dinilai sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada hasil pertanian konvensional. Dengan memperkenalkan komoditas baru dan meningkatkan kualitas produksi, program kemitraan ini membuka peluang ekonomi yang lebih luas. Pemimpin perusahaan menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat adalah tujuan utama dari kolaborasi ini. “Kami percaya, ketika ekonomi masyarakat tumbuh, kualitas hidup mereka juga meningkat,” ujar Evi.

Manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat sekitar kawasan hutan tidak hanya berupa pendapatan tambahan, tetapi juga kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Dengan pendekatan agroforestri, pengelolaan hutan tidak lagi dianggap sebagai hambatan bagi pertanian, tetapi sebagai bagian dari solusi berkelanjutan. Jawa Timur, sebagai provinsi dengan luasan Perhutanan Sosial terbesar, dinilai sebagai contoh sukses dalam memadukan ekonomi dan lingkungan. Ke depan, MANU berencana melanjutkan inisiatif ini dengan menggandeng lebih banyak pemangku kepentingan untuk menciptakan sistem yang lebih efektif.

Kemitraan antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat tidak hanya memperkuat ekonomi pedesaan, tetapi juga meningkatkan keterlibatan aktif warga sekitar. Jambore 2026 menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar. MANU, sebagai mitra utama, berharap langkah ini mampu menjadi fondasi bagi pengembangan Perhutanan Sosial yang lebih berkelanjutan dan inklusif.