FitInfoSehat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: Percepat Swasembada Pangan Lewat Gerakan Tanam Serempak di Berau

Published Juni 15, 2026 · Updated Juni 15, 2026 · By David Brown

Percepat Swasembada Pangan Lewat Gerakan Tanam Serempak di Berau

Latest Program - Sebagai bagian dari upaya mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional, Kementerian Pertanian terus mengambil langkah konkret untuk meningkatkan produksi pangan melalui inovasi teknologi. Salah satu implementasinya adalah Gerakan Tanam Serempak yang dilaksanakan di lahan Brigade Pangan (BP) Sanggam Amatilla di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, pada Jumat (12/6/2026). Kegiatan ini melibatkan luas lahan sebesar 68 hektare dan bertujuan untuk memperluas area pertanian secara efektif, sekaligus memberikan pelatihan kepada petani lokal tentang metode pertanian modern.

Gerakan Tanam Serempak Sebagai Penggerak Transformasi

Gerakan Tanam Serempak ini tidak hanya sekadar kegiatan penanaman, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan teknologi pertanian berbasis mekanisasi. Dalam pelaksanaannya, Kementan menggunakan sistem Tanam Benih Langsung (Tabela) yang diterapkan melalui tangki blower. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dalam distribusi benih padi, sehingga mampu mengurangi waktu pengerjaan dan mengoptimalkan hasil panen.

Direktur Jenderal Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan bahwa percepatan tanam merupakan strategi utama dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. "Dengan memanfaatkan teknologi modern, kita bisa mempercepat proses pertanian, sehingga kebutuhan pangan dapat terpenuhi secara lebih cepat dan berkelanjutan," tegasnya dalam sambutan resmi. Menurutnya, selain teknologi, penguatan kelembagaan petani dan peningkatan produktivitas lahan juga menjadi fokus utama dalam upaya swasembada pangan.

Gerakan ini dianggap sebagai langkah penting dalam membangun ekosistem pertanian yang lebih maju. Idha Widi Arsanti, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), menambahkan bahwa sinergi antara penyuluh pertanian, Brigade Pangan, dan petani lokal adalah kunci keberhasilan transformasi pertanian. "Kita perlu memastikan bahwa setiap lahan yang berpotensi dimanfaatkan secara maksimal, sehingga bisa menghasilkan produksi yang stabil dan berkualitas," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (15/6/2026).

“Seluruh insan pertanian, mulai dari penyuluh, Brigade Pangan, hingga petani, harus bergerak bersama memastikan lahan potensial dimanfaatkan maksimal,”

Sebagai contoh, Manajer Brigade Pangan di lokasi tersebut, Rino Famuji, menjelaskan bahwa Tabela tidak hanya meningkatkan kecepatan tanam, tetapi juga membantu mengurangi biaya tenaga kerja. “Dengan mekanisasi, proses penanaman bisa dilakukan lebih cepat dan akurat, sehingga efisiensi waktu serta penghematan biaya menjadi lebih terjangkau,” tambahnya. Rino menekankan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan.

Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor

Kolaborasi antarinstansi menjadi faktor kritis dalam keberhasilan Gerakan Tanam Serempak di Berau. Kegiatan ini didukung oleh berbagai pihak, termasuk Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI), TNI melalui Kodim 0902/Berau, serta jajaran Dinas Pertanian setempat. Sinergi ini menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan pertanian modern, baik secara teknis maupun manajerial.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penggunaan teknologi seperti Tabela adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan ketersediaan pangan. “Kita harus memastikan bahwa setiap teknologi yang diterapkan mampu memberikan dampak nyata, tidak hanya sekadar eksperimen,” kata dia. Dalam konteks ini, Berau dipandang sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi besar untuk menjadi lumbung pangan pendukung nasional.

“Teknologi ini mampu menghemat waktu tanam, menekan biaya tenaga kerja, serta mendukung peningkatan indeks pertanaman,”

Mohammad Amin, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, menilai bahwa keberhasilan program seperti ini adalah bukti nyata pergeseran paradigma pertanian dari metode tradisional ke sistem yang lebih produktif. “Dengan adopsi teknologi modern, kita bisa meningkatkan kapasitas produksi tanpa mengorbankan kualitas,” jelas Amin. Ia juga memprediksi bahwa kegiatan serupa akan memberikan dampak positif terhadap ekonomi lokal, terutama dalam menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan petani.

Peluang dan Tantangan dalam Implementasi

Kementerian Pertanian memberikan perhatian khusus pada pengembangan lahan pertanian di Berau, karena wilayah tersebut memiliki kondisi iklim yang mendukung pertumbuhan tanaman pangan. Namun, tantangan utamanya adalah kesenjangan antara pengetahuan teknologi dan praktik lapangan. “Seringkali, petani masih mengandalkan cara konvensional, padahal teknologi seperti Tabela bisa memberikan hasil yang lebih optimal,” ungkap Idha Widi Arsanti.

Dalam rangka memastikan keberhasilan, Kementan berupaya mengedukasi petani tentang manfaat mekanisasi. Selain itu, kegiatan ini juga mencakup pemantauan ketersediaan benih, perawatan tanaman, dan pemasaran hasil pertanian. “Kami menekankan bahwa transformasi pertanian tidak hanya tentang alat, tetapi juga tentang kebiasaan dan kepercayaan petani terhadap inovasi,” terangnya.

Prospek Pembangunan Pertanian di Berau

Gerakan Tanam Serempak di Berau diharapkan menjadi contoh terbaik dalam penerapan teknologi pertanian modern. Kementerian Pertanian menyatakan bahwa keberhasilan program ini akan memberikan dampak luas, terutama dalam meningkatkan produksi pangan di Kalimantan Timur. “Kabupaten Berau memiliki potensi besar untuk menjadi pusat produksi pangan, selama pemerintah dan masyarakat bersinergi dalam mengembangkan sistem yang efektif,” ujar Andi Amran Sulaiman.

Dengan luas lahan yang dikelola mencapai 68 hektare, BP Sanggam Amatilla berperan sebagai penggerak utama dalam revitalisasi pertanian. Rino Famuji, sebagai manajer di lokasi tersebut, menegaskan bahwa penggunaan Tabela akan diuji coba secara bertahap di sejumlah wilayah lain. “Kami ingin menyebarluaskan model ini ke daerah-daerah sekitar, agar semua pemangku kepentingan bisa memperoleh manfaat,” tambahnya.

Kolaborasi dengan PEPI dan Kodim 0902/Berau menunjukkan komitmen untuk memperkuat kemampuan pertanian Berau. PEPI, yang berperan sebagai institusi pendidikan, menyediakan sumber daya manusia yang terlatih dalam pengelolaan pertanian modern. Sementara itu, TNI berperan dalam mendukung keamanan dan stabilitas kegiatan, serta memastikan sinergi antara program pemerintah dan komunitas lokal.

Pengembangan pertanian di Berau juga diimbangi dengan program peningkatan akses pasar. Kementerian Pertanian berupaya memastikan bahwa hasil panen bisa didistribusikan secara efisien ke berbagai wilayah. Dengan adanya teknologi dan mekanisasi, kapasitas distribusi diperkirakan meningkat seiring peningkatan produksi yang signifikan.

Sebagai bagian dari upaya nasional, Berau ditargetkan menjadi salah satu lumbung pangan yang andal. Dengan pelaksanaan Gerakan Tanam Serempak, Kementerian Pertanian berharap mampu mempercepat realisasi sw