FitInfoSehat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: Antisipasi Gagal Panen, 19 Kecamatan di Lamongan Lakukan Pengendalian Wereng Batang Coklat

Published Juli 9, 2026 · Updated Juli 9, 2026 · By Thomas Lopez

Pengendalian Wereng Batang Coklat di Lamongan: Latest Program Cegah Gagal Panen

Latest Program - Pemerintah Kabupaten Lamongan di Provinsi Jawa Timur segera mengambil inisiatif penting guna mencegah potensi gagal panen yang mengancam. Langkah tersebut berupa pelaksanaan Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman atau Gerdal OPT yang menyasar Wereng Batang Coklat. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak pada hari Rabu tanggal 8 Juli di seluruh wilayah 19 kecamatan. Pusat kegiatan pengendalian hama ini berlokasi di Desa Banjarmadu yang berada di Kecamatan Karanggeneng. Teknologi drone yang merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia turut dimanfaatkan dalam operasi ini. Sebagai Latest Program unggulan, pemerintah daerah memastikan koordinasi yang solid antar berbagai pihak terkait.

Strategi yang diambil bertujuan untuk menjaga stabilitas produksi padi sekaligus mempertahankan posisi Lamongan sebagai lumbung pangan utama di Jawa Timur. Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, yang lebih dikenal dengan panggilan Pak Yes, menekankan bahwa aksi serentak menjadi kunci utama dalam memutus rantai penyebaran wereng batang coklat. Hama ini telah teridentifikasi menyerang lahan pertanian di belasan kecamatan di wilayah tersebut. Melalui Latest Program ini, seluruh kecamatan yang terdampak akan mendapatkan penanganan intensif dan terpadu.

Alhamdulillah hari ini telah dilaksanakan gerakan pengendalian hama terpadu secara serentak di sembilan belas kecamatan di Lamongan. Karena yang sudah terpapar wereng batang coklat ada di sembilan belas kecamatan, maka pengendaliannya juga harus dilakukan secara bersama-sama.

Signifikansi Pertanian Lamongan bagi Ketahanan Pangan

Upaya pengendalian hama ini memiliki peran yang sangat krusial mengingat kontribusi vital sektor pertanian Lamongan terhadap ketahanan pangan nasional. Kabupaten Lamongan mencatatkan total luas lahan pertanian mencapai angka 103.483 hektare. Dari total tersebut, rincian menunjukkan 95.745 hektare merupakan lahan baku sawah yang terdiri dari 53.057 hektare sawah tadah hujan dan 42.688 hektare sawah irigasi. Sisanya sebesar 7.773 hektare merupakan lahan bukan sawah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Jawa Timur tahun 2025, Lamongan menempati posisi sebagai produsen padi nomor satu di Jawa Timur. Capaian produksi mencapai 904.928 ton Gabah Kering Giling atau setara dengan sekitar 950 ribu ton. Namun, pencapaian gemilang ini kini mulai dibayangi oleh ancaman serangan hama yang serius. Latest Program pengendalian hama ini menjadi langkah preventif yang sangat diperlukan untuk menjaga capaian produksi tersebut tetap optimal dan berkelanjutan.

Monitoring dan Ancaman Wereng Batang Coklat

Data lapangan yang dikumpulkan dalam periode 1 Juni hingga 3 Juli 2026 menunjukkan bahwa luas areal waspada serangan WBC di Lamongan telah mencapai 2.186,88 hektare. Populasi wereng yang terpantau berkisar antara 10 hingga 20 ekor per rumpun tanaman. Jika masalah ini tidak segera ditangani dengan serius, hama ini berpotensi berkembang hingga tiga generasi dalam satu musim tanam. Kondisi tersebut dapat memicu kerusakan fatal pada tanaman padi yang berpotensi menyebabkan gagal panen.

19 kecamatan yang menjadi sasaran utama Gerdal serentak meliputi Sugio, Karangbinangun, Glagah, Sukodadi, Laren, Karanggeneng, Lamongan, Tikung, Kembangbahu, Sarirejo, Kedungpring, Sekaran, Pucuk, Babat, Modo, Maduran, Turi, Kalitengah, dan Deket. Koordinasi antar kecamatan ini menjadi faktor penentu keberhasilan pengendalian hama. Melalui Latest Program yang terintegrasi, setiap kecamatan akan mendapatkan pendampingan teknis yang memadai dari tim ahli pertanian.

Dukungan Pusat untuk Modernisasi Pertanian

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Tenaga Ahli Wakil Menteri Pertanian RI, Mujiburrahman. Ia menyampaikan bahwa pemerintah pusat berkomitmen untuk terus mengintervensi sektor pertanian melalui bantuan sarana dan prasarana modern. Drone yang didistribusikan diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani dalam mendukung swasembada pangan nasional. Kehadiran teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penyemprotan dan monitoring hama di lapangan. Sebagai bagian dari Latest Program nasional, teknologi drone ini akan menjadi instrumen penting dalam pengendalian hama berbasis data.

Pengendalian wereng batang coklat tidak hanya memerlukan pendekatan kimiawi melalui penyemprotan pestisida, tetapi juga integrasi dengan metode biologis dan kultur teknis. Petani didorong untuk melakukan pemantauan rutin terhadap populasi wereng di sawah mereka. Informasi mengenai tingkat serangan dan rekomendasi pengendalian akan disebarluaskan melalui sistem komunikasi yang terintegrasi. Kolaborasi antara pemerintah daerah, petani, dan lembaga penelitian menjadi fondasi penting dalam strategi jangka panjang pengendalian hama. Dengan demikian, Lamongan dapat mempertahankan produktivitas pertaniannya meskipun menghadapi tantangan serangan hama yang terus berkembang. Latest Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam menghadapi ancaman hama serupa di masa depan.