FitInfoSehat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Bertahun-tahun Rusak – Warga Dua Desa di Ciasem Subang Tagih Perbaikan Jalan

Published Juli 9, 2026 · Updated Juli 9, 2026 · By James Jackson

Oplus_131072

Jalan Ciasem Subang Bertahun-tahun Rusak, Warga Tagih Perbaikan

Bertahun tahun Rusak - Warga yang tinggal di dua dusun wilayah Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, kini semakin mendesak agar pemerintah segera menindaklanjuti kondisi jalan desa yang sudah sangat memprihatinkan. Jalur sepanjang hampir tiga kilometer tersebut hingga saat ini masih berupa tanah merah yang tidak teraspal. Kondisi ini menjadi penghambat serius bagi aktivitas masyarakat, terlebih ketika musim hujan tiba dan jalan berubah menjadi licin serta berlumpur. Masalah infrastruktur ini telah menjadi beban berat bagi ribuan warga yang setiap hari harus melintasi jalur tersebut.

Dampak Terhadap Mobilitas dan Ekonomi Lokal

Infrastruktur jalan yang buruk bukan sekadar masalah kenyamanan, tetapi juga mengganggu jalur distribusi hasil pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian di wilayah tersebut. Para petani dan pedagang lokal kesulitan mengangkut hasil panen ke pasar karena jalan yang rusak dan tidak layak dilalui kendaraan berat. Selain itu, mobilitas warga sehari-hari juga terganggu, mulai dari perjalanan ke sekolah, tempat kerja, hingga fasilitas kesehatan. Kondisi jalan yang bertahun tahun rusak ini secara langsung mempengaruhi produktivitas dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Menurut catatan warga, masalah ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa adanya perhatian serius dari pemerintah daerah. Meskipun berbagai usulan perbaikan telah berkali-kali diajukan melalui saluran resmi, nyatanya tidak ada tindak lanjut yang signifikan. Frustrasi masyarakat semakin meningkat seiring dengan semakin parahnya kondisi jalan yang semakin dalam lubangnya dan tidak rata permukaannya. Banyak warga yang merasa hak-hak mereka untuk mendapatkan akses jalan yang layak telah lama diabaikan.

Jumlah Warga Terdampak Mencapai Ribuan Jiwa

Carmitop, yang menjabat sebagai Kepala Dusun Sukamandi Jaya, menjelaskan bahwa jumlah warga yang terdampak oleh kondisi jalan ini mencapai ribuan jiwa. Di Dusun Kaliaren, Desa Sukamandi Jaya, tercatat sekitar 3.200 jiwa yang setiap hari menggunakan jalur tersebut. Sementara itu, di Dusun Tanjung Asem, jumlah penduduk tercatat sebanyak 1.800 jiwa. Totalnya, lebih dari lima ribu orang bergantung pada satu jalur jalan ini untuk kebutuhan sehari-hari. Angka ini menunjukkan betapa pentingnya perbaikan jalan bagi kesejahteraan masyarakat.

Tentu masyarakat ingin mendapatkan hak-haknya untuk mendapatkan akses jalan yang baik guna memberikan kenyamanan dan keselamatan saat melakukan aktivitas menggunakan kendaraan, ujar Carmitop, Rabu (8/7/2026).

Kecelakaan dan Upaya Swadaya Masyarakat

Akibat kondisi jalan yang tidak layak dan sering kali licin, tidak sedikit warga yang mengalami kecelakaan saat melintas. Banyak kasus tabrakan dan jatuh dari sepeda motor yang terjadi di jalur ini, terutama pada malam hari atau saat hujan deras. Selama ini, upaya penanganan jalan hanya mengandalkan inisiatif swadaya masyarakat yang digerakkan oleh tokoh-tokoh masyarakat setempat. Mereka bergotong royong memperbaiki jalan dengan bantuan alat sederhana dan material yang dibeli secara kolektif. Namun, upaya swadaya ini hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan masalah secara permanen.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan pengerasan atau betonisasi pada jalan tanah tersebut. Menurut mereka, akses jalan yang layak adalah kebutuhan mendasar untuk menjamin keselamatan dan kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat di Kecamatan Ciasem. Tanpa perbaikan yang memadai, kehidupan warga akan terus terganggu dan potensi pembangunan ekonomi lokal akan terhambat secara signifikan. Perbaikan jalan juga akan membuka peluang investasi dan pengembangan usaha di wilayah ini.

Para tokoh masyarakat juga menekankan bahwa perbaikan jalan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga berkaitan dengan keselamatan jiwa. Dengan jalan yang baik, ambulans dan kendaraan darurat dapat lebih cepat menjangkau warga yang membutuhkan pertolongan medis. Selain itu, distribusi barang dan jasa juga akan berjalan lebih lancar, sehingga roda perekonomian dapat berputar dengan optimal. Kondisi jalan yang baik akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Sebagai langkah awal, warga mengusulkan agar pemerintah melakukan survei lapangan untuk menilai kondisi jalan secara menyeluruh. Berdasarkan hasil survei tersebut, pemerintah dapat menyusun anggaran dan jadwal perbaikan yang realistis. Warga siap memberikan dukungan penuh, baik berupa tenaga maupun material, selama pemerintah menunjukkan komitmen nyata dalam memperbaiki infrastruktur yang selama ini terabaikan. Dengan perbaikan yang tepat waktu, masalah bertahun tahun rusak ini dapat segera teratasi.