Tenda Kamp Gaza Diterjang Hujan – Pengungsi Bertahan di Genangan
Tenda Pengungsian Gaza Terjangkau Hujan, Keluarga Berjuang Melawan Genangan
Hujan lebat menghantam tenda pengungsi di Kota Gaza pada Kamis (26/3/2026), menyebabkan banyak keluarga terpaksa berjalan kaki melalui air yang merendam tempat tinggal sementara mereka. Kondisi ini memperparah kesulitan warga yang tinggal di kamp pengungsian, yang sudah lama terkena dampak konflik. (REUTERS/Dawoud Abu Alkas)
Kerusakan Tenda Darurat Mengganggu Aktivitas Harian
Genangan air yang menggenang di sekitar tenda darurat membuat kehidupan pengungsi semakin sulit. Tenda-tenda yang tidak tahan terhadap curah hujan tinggi ini menjadi tempat hujan masuk, memaksa warga bertahan di bawah air. (REUTERS/Dawoud Abu Alkas)
“Dewan Perdamaian perlu mengunjungi kamp-kamp pengungsian dan melihat langsung kondisi yang kami alami,” kata Marwan Al-Batesh, seorang pengungsi Palestina. Ia menambahkan bahwa banyak keluarga tinggal di tengah reruntuhan dan belum bisa kembali ke rumah mereka yang hancur, sehingga memerlukan bantuan darurat. (REUTERS/Dawoud Abu Alkas)
Seperti yang diketahui, Israel dan Hamas sebelumnya mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza, yang dijembatani Amerika Serikat. Perjanjian ini mulai berlaku sejak Oktober lalu, tetapi kekerasan terus berlangsung hampir setiap hari. Kedua pihak saling menyalahkan atas pelanggaran kesepakatan tersebut. (REUTERS/Dawoud Abu Alkas)
Perang Gaza yang Berlangsung Selama Dua Tahun
Kota Gaza telah hancur akibat serangan Israel selama lebih dari dua tahun. Menurut data otoritas kesehatan, lebih dari 72.000 warga Palestina tewas. Perang ini dimulai setelah serangan oleh Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 tahanan, menurut perhitungan pihak Israel. (REUTERS/Dawoud Abu Alkas)
Add as a preferred source on Google
