Rencana Khusus: Wamen HAM Mugiyanto Terdampar di Doha 4 Hari Imbas Perang Iran – AS dan Israel
Wamen HAM Mugiyanto Terdampar di Doha 4 Hari Imbas Perang Iran – AS dan Israel
Konteks Konflik dan Kondisi di Doha
Jakarta, IDN Times — Pihak Kementerian HAM melalui Wakil Menteri Mugiyanto mengatakan, dirinya dan tim masih terjebak di kota Doha, Qatar karena pembatasan ruang udara yang diakibatkan eskalasi perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Konflik tersebut mulai berlangsung sejak hari Sabtu, 28 Februari 2026.
Mugiyanto menjelaskan, situasi di wilayah tersebut masih belum stabil dan belum ada jaminan kapan ruang udara akan kembali dibuka. Ia mengatakan, keadaan belum memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan ke Jenewa, tempat sidang Dewan HAM PBB yang seharusnya dihadiri oleh tim Kementerian HAM.
Kondisi WNI di Negara Tetangga
Dalam sebuah video yang dibagikan di Instagram, Mugiyanto menyampaikan bahwa lebih dari 100 orang terdampar di Bandara Hamad, Doha. Selain itu, sejumlah puluh hingga ratusan WNI juga mengalami dampak di Uni Emirat Arab, Kuwait, Arab Saudi, dan Bahrain.
Duta Besar Indonesia untuk Qatar memberikan informasi tambahan bahwa ratusan warga negara Indonesia terjebak di kawasan sekitar akibat gangguan lalu lintas udara. Mugiyanto menekankan pentingnya WNI di wilayah terdampak tetap tenang dan mengikuti petunjuk dari perwakilan RI serta otoritas setempat.
“Kami berharap kita semua yang berada di wilayah yang terdampak konflik militer ini tetap tenang dan percayakan situasi ini segera membaik, serta mengikuti kebijakan dan arahan dari Bapak-Bapak Duta Besar dan otoritas setempat,”
ujarnya dalam keterangan video yang diunggah pada Selasa, 3 Maret 2026.
