Halmahera Tengah Membara – Wagub Malut dan Petinggi TNI-Polri Turun Tangan Redam Bentrok Antarwarga
Bentrokan di Halmahera Tengah Memanas, Wagub dan Aparat Gabungan TNI-Polri Turun Tangan
Konflik antarwarga meletus di perbatasan Desa Banemo dan Sibenpopo, Halmahera Tengah, pada Jumat pagi setelah ditemukan mayat seorang penduduk. Insiden tersebut berdampak serius, menyebabkan korban jiwa serta kerusakan rumah warga di Desa Sibenpopo yang mengalami pembakaran.
Melihat situasi memburuk, Wagub Maluku Utara, Sarbin Sehe, langsung bergerak cepat untuk menenangkan masyarakat. Bersama wakapolda dan komandan rem, ia memimpin mediasi tingkat tinggi di lokasi konflik. Tim gabungan TNI/Polri diterjunkan sebanyak 250 personel untuk mengamankan area dan mencegah eskalasi lebih lanjut.
“Saya ajak seluruh masyarakat di provinsi ini menahan diri dari provokasi. Mari bersama-sama menjaga perdamaian,” harap Sarbin kepada awak media saat berangkat dari Dermaga Pelabuhan Residen Ternate.
Misi Damai di Tengah Puing Konflik
Langkah Wagub dianggap serius. Ia menekankan pentingnya persaudaraan sebagai fondasi perdamaian, sambil merangkul tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat untuk memutus siklus ketegangan. Dalam kesempatan itu, Stephen Napiun, Wakapolda Maluku Utara, mengonfirmasi penambahan personel pengamanan di titik-titik rawan.
“Kita minta masyarakat aktif menjaga keamanan dan kedamaian,” imbuh Stephen, menegaskan bahwa ratusan anggota tempur telah ditempatkan untuk mencegah konflik meluas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, konflik dimulai dari temuan jasad warga Desa Banemo di area perkebunan Desa Sibenpopo pada Jumat pagi. Temuan ini memicu amarah keluarga korban, yang lalu berkembang menjadi aksi saling serang menggunakan senjata tajam dan benda tajam lainnya.
Kerusakan akibat bentrok tidak hanya berupa kerugian material, tetapi juga menyebabkan satu warga Desa Sibenpopo meninggal dunia. Saat ini, harapan tertumpu pada proses mediasi yang berlangsung guna kembali menumbuhkan ketenangan di Halmahera Tengah.
