Agenda Utama: Pemprov DKI renovasi museum MH Thamrin jadi ikon edukasi baru

InShot 20260411 135336513

Pemprov DKI Renovasi Museum MH Thamrin Jadi Ikon Edukasi Baru

Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah merencanakan proyek perbaikan dan pengembangan Museum Mohammad Husni (MH) Thamrin di Jalan Kenari, Senen, Jakarta Pusat. Tujuannya adalah untuk menjadikan museum tersebut sebagai simbol baru kota metropolitan sekaligus pusat pembelajaran sejarah yang lebih modern. “Kita akan merenovasi Museum MH Thamrin agar menjadi ikon Jakarta yang baru, serta memperkuat perannya sebagai tempat edukasi sejarah,” tutur Gubernur DKI Pramono Anung Wibowo saat menghadiri acara Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng, Sabtu.

“Anggarannya sudah siap, dan kita segera memulai pengerjaannya. Museum ini nantinya diharapkan lebih menarik, informatif, serta interaktif,” kata Pramono.

Revitalisasi tersebut bertujuan meningkatkan daya tarik museum, bukan hanya untuk warga lokal, tetapi juga bagi pelajar dari berbagai wilayah yang melakukan kunjungan edukasi ke ibu kota. Gubernur menyebutkan, Pemprov DKI telah meminta Dinas Pendidikan untuk menyisipkan kunjungan ke museum ke dalam agenda karya wisata, mulai dari tingkat SD hingga SMA. Dengan begitu, museum diharapkan menjadi destinasi utama yang memperkenalkan sejarah dan tokoh penting Betawi kepada generasi muda.

Museum MH Thamrin merupakan situs sejarah yang menyimpan perjuangan dan warisan tokoh Betawi. Namun, fasilitasnya kini dinilai perlu ditingkatkan agar lebih sesuai sebagai sarana pembelajaran kontemporer. Renovasi yang direncanakan akan menyajikan ruang yang lebih dinamis, serta memperkuat identitas Jakarta sebagai kota yang berkembang modern namun tetap menjunjung nilai budaya lokal.

Sebelumnya, Pemprov DKI telah menyetujui anggaran revitalisasi sebesar Rp15 miliar untuk museum di Jalan Kenari, Kecamatan Senen. “Dalam rapat minggu lalu, saya memutuskan untuk merenovasi Museum Husni Thamrin. Biayanya Rp15 miliar,” jelas Pramono di Jakarta Selatan, 2 Maret 2026. Ia menekankan bahwa perubahan ini bukan hanya tentang perbaikan fisik, tetapi juga memperkuat fungsi edukasi bagi masyarakat, terutama pelajar yang berkunjung ke Jakarta. Pramono juga berharap masyarakat tidak hanya fokus pada tempat wisata populer seperti Monas atau Ancol, tetapi juga mengakui pentingnya museum MH Thamrin dalam memahami budaya Betawi.

Dalam pidatonya, Pramono menegaskan peran penting MH Thamrin sebagai intelektual Betawi yang berkontribusi dalam kebudayaan, peradaban, dan kemajuan Jakarta. “Ini adalah upaya kami untuk menghormati sejarah dan membawa peran besar beliau ke tengah masyarakat,” pungkasnya. Revitalisasi ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemprov DKI dalam mengembangkan sektor kebudayaan dan pendidikan berbasis sejarah, serta memperkenalkan tokoh lokal yang berjasa kepada bangsa.