FitInfoSehat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Topics Covered: Bima Arya Dorong ISMI Jakarta Raya Hidupkan Nilai Melayu via Digital

Published Juni 14, 2026 · Updated Juni 14, 2026 · By Thomas Lopez

Bima Arya Dorong ISMI Jakarta Raya Hidupkan Nilai Melayu via Digital

Topics Covered - Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, Wamendagri Bima Arya mengajak Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Jakarta Raya untuk berperan lebih aktif dalam melestarikan dan menghidupkan nilai-nilai warisan para tokoh Melayu. Upacara pelantikan pengurus ISMI Wilayah Jakarta Raya periode 2026–2031 berlangsung di Arthotel Mangkuluhur Semanggi, Jakarta, pada Sabtu (13/6). Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk elemen masyarakat, akademisi, dan pihak pemerintah, yang menandai langkah strategis untuk memperkuat kontribusi komunitas Melayu dalam pembangunan nasional.

Hidupkan Nilai Melayu dalam Era Digital

Bima Arya menekankan bahwa nilai-nilai luhur yang diwariskan tokoh Melayu tidak boleh hanya menjadi bacaan dalam buku atau media cetak. Menurutnya, adaptasi tersebut harus bergerak ke platform digital agar lebih relevan dengan kehidupan generasi muda saat ini. "Melalui media seperti podcast, YouTube, hingga Instagram, kita bisa menyampaikan pesan-pesan yang membangun dan menjaga identitas budaya," kata Bima dalam sambutannya. Ia menilai, media sosial bisa menjadi jembatan antara tradisi dan inovasi, mengingat era digital saat ini menghadirkan banyak tantangan dalam melestarikan nilai-nilai luhur.

"Nilai-nilai yang diwariskan para tokoh Melayu harus terus dihidupkan. Tidak hanya melalui penerbitan, tetapi juga diartikulasikan melalui talkshow, podcast, YouTube, hingga Instagram sehingga anak-anak dan cucu-cucu kita tetap mewarisi nilai-nilai luhur tersebut," ujar Bima Arya.

Menurut Bima, adaptasi digital bukan sekadar cara menyampaikan pesan, tetapi juga strategi untuk menjangkau lebih luas. Ia mencontohkan bahwa karya besar Raja Ali Haji, seperti Gurindam Dua Belas, masih relevan sebagai pedoman moral dalam menghadapi tantangan modernitas. "Dalam dunia yang serba cepat dan dinamis, kita perlu memastikan nilai-nilai Melayu tetap menjadi fondasi kehidupan bangsa," tambahnya. Bima juga memandang bahwa digitalisasi bisa membantu menjaga keakraban generasi muda dengan warisan budaya, terutama dalam konteks bahasa Melayu yang menjadi dasar bahasa Indonesia.

Peran ISMI sebagai Ruang Pengabdian

Ketua ISMI Jakarta Raya, Tengku Syahdana, mengatakan bahwa pelantikan ini menjadi kesempatan untuk memperkuat peran intelektual Melayu dalam kemajuan bangsa. "Kami ingin menjadikan ISMI sebagai wadah strategis bagi para sarjana dan intelektual Melayu untuk bersinergi, berkolaborasi, dan menghadirkan gagasan-gagasan konstruktif bagi kemajuan bangsa," tuturnya. Tengku menegaskan bahwa ISMI tidak hanya organisasi kultural, tetapi juga wadah pengabdian yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan persatuan.

Menurut Tengku, nilai-nilai Melayu memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang tangguh di tengah arus globalisasi. "Melalui kolaborasi dan inisiatif kreatif, kita bisa menciptakan generasi yang memiliki kekuatan lokal namun berdaya saing global," jelasnya. Ia menilai bahwa ISMI Jakarta Raya akan berupaya memperluas pengaruhnya melalui berbagai kegiatan, termasuk pendidikan, dialog budaya, dan inovasi media.

Program Prioritas untuk Masa Bakti 2026–2031

Pengurus baru ISMI Jakarta Raya telah menyiapkan sejumlah program prioritas selama lima tahun masa bakti. Beberapa inisiatif ini mencakup pengembangan karya budaya digital, pelatihan keterampilan bagi generasi muda, serta penguatan komunikasi antar komunitas Melayu di seluruh Indonesia. Selain itu, ISMI juga akan fokus pada peningkatan partisipasi dalam berbagai kebijakan publik yang berkaitan dengan nilai-nilai Melayu.

Kegiatan pelantikan diakhiri dengan prosesi pembacaan ikrar organisasi dan doa bersama, yang menggambarkan komitmen bersama untuk menjaga warisan budaya Melayu. Proses ini tidak hanya menandai dimulainya masa bakti baru, tetapi juga menjadi penanda bahwa ISMI tetap menjadi bagian aktif dari upaya membangun Indonesia yang lebih baik. "Kami percaya bahwa dengan pemanfaatan teknologi dan inovasi, kita bisa menghidupkan nilai-nilai Melayu secara lebih luas dan efektif," tambah Tengku Syahdana.

Bima Arya juga menyoroti pentingnya persatuan dalam menghadapi tantangan global. "Di era digital, kita perlu membangun kesadaran kolektif bahwa nilai-nilai Melayu adalah aset yang tidak boleh diabaikan. Mereka bisa menjadi benteng kebudayaan di tengah pergeseran narasi di media sosial," jelasnya. Ia menilai bahwa melalui ISMI, para sarjana dan intelektual Melayu bisa berkontribusi dalam menciptakan ruang dialog yang sehat dan produktif.

Komitmen tersebut sejalan dengan visi Indonesia Emas, yang diharapkan menjadi realitas melalui kolaborasi lintas sektor. Bima Arya menekankan bahwa ISMI tidak hanya bertugas dalam melestarikan budaya, tetapi juga berperan dalam menumbuhkan pemikiran kritis dan kreatif pada generasi muda. "Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Melayu ke dalam kehidupan digital, kita bisa menciptakan generasi yang mampu menjawab tantangan masa depan sambil tetap merawat identitas mereka," pungkasnya.

Kepengurusan ISMI Jakarta Raya periode 2026–2031 berharap bisa memperkuat pengaruh komunitas Melayu dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan program-program yang telah disusun, organisasi ini berupaya menjadi pusat pengembangan ide-ide yang bermakna dan relevan. Tengku Syahdana menyatakan bahwa ISMI akan terus berupaya meningkatkan keterlibatan masyarakat luas, termasuk melalui kerja sama dengan lembaga pendidikan, media, dan pemerintah.

Acara pelantikan ini juga menjadi ajang pertemuan antara para pemimpin komunitas Melayu dan tokoh-tokoh nasional. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, Bima Arya yakin bahwa ISMI bisa menjadi perisai bagi budaya Melayu di tengah perubahan global. "Mari kita bersama-sama memastikan bahwa nilai-nilai Melayu tetap menjadi inspirasi bagi kehidupan bangsa," ajaknya.