FitInfoSehat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Diduga Keracunan Gas di Gorong-gorong – 3 Pekerja PAM Jaya Wafat

Published Juli 9, 2026 · Updated Juli 9, 2026 · By James Jackson

Tiga Pekerja PAM Jaya Tewas Diduga Keracunan Gas di Dalam Gorong-gorong

Diduga Keracunan Gas di Gorong gorong - Tim evakuasi dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur berhasil menemukan tiga pekerja proyek milik PAM Jaya yang meninggal dunia. Korban-korban tersebut ditemukan di dalam gorong-gorong setelah diduga mengalami keracunan gas. Kejadian ini terjadi di Jalan Pintu 3 Keong Mas, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, pada hari Kamis tanggal 9 Juli. Insiden tragis ini menyoroti bahaya yang mengintai para pekerja yang bertugas di ruang terbatas bawah tanah.

Proses Evakuasi yang Memakan Waktu

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur, Abdul Wahid, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan pertama pada pukul 09.49 WIB. Setelah menerima informasi tersebut, tim penyelamat langsung dikerahkan dari Pos TMII. "Kami menerima laporan pukul 09.49 WIB dan langsung mengerahkan dua unit dengan 12 personel," jelas Abdul Wahid dalam keterangannya yang disampaikan pada Kamis (9/7).

Tim penyelamat tiba di lokasi kejadian pada pukul 09.55 WIB. Operasi penyelamatan resmi dimulai lima menit kemudian, tepatnya pada pukul 10.00 WIB. Proses evakuasi berlangsung selama hampir dua jam sebelum dinyatakan selesai pada pukul 11.55 WIB. Selama waktu tersebut, para petugas bekerja keras untuk mengeluarkan ketiga korban dari dalam gorong-gorong yang sempit. Kondisi gorong-gorong yang terbatas membuat proses evakuasi memerlukan koordinasi yang cermat dan hati-hati.

Urutan Kejadian yang Tragis

Menurut penjelasan Abdul Wahid, insiden ini bermula ketika seorang pekerja proyek PAM Jaya turun ke dalam gorong-gorong. Saat berada di sekitar setengah tangga, korban pertama mendadak pingsan tanpa peringatan. Dua pekerja lain yang berada di permukaan dan berusaha memberikan pertolongan justru ikut kehilangan kesadaran. "Korban pertama masuk ke gorong-gorong lalu pingsan. Rekannya berusaha menolong, namun ikut pingsan. Satu orang lainnya kemudian masuk untuk membantu, tetapi juga mengalami hal yang sama," jelasnya.

Ketiga korban akhirnya berhasil dievakuasi dari dalam gorong-gorong. Namun, sayangnya seluruhnya dalam kondisi meninggal dunia. "Ketiga korban berhasil dievakuasi dari dalam gorong-gorong, namun seluruhnya dalam kondisi meninggal dunia," kata Abdul Wahid. Kejadian ini terjadi saat para pekerja sedang melakukan tugas rutin di area gorong-gorong yang merupakan bagian dari sistem drainase Jakarta.

Dugaan Keracunan Gas di Ruang Terbatas

Sudin Gulkarmat Jakarta Timur saat ini masih melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk mengetahui penyebab pasti dari kejadian ini. Dugaan sementara yang berkembang adalah para korban mengalami keracunan gas saat berada di dalam ruang terbatas di dalam gorong-gorong. Gorong-gorong atau terowongan drainase memang dikenal sebagai area dengan potensi bahaya tinggi karena akumulasi gas berbahaya seperti karbon dioksida, hidrogen sulfida, dan metana yang dapat menyebabkan keracunan atau bahkan ledakan.

Kasus ini menyoroti pentingnya prosedur keselamatan kerja yang ketat bagi para pekerja yang bertugas di area bawah tanah atau ruang terbatas. PAM Jaya sebagai perusahaan penyedia air bersih di Jakarta memiliki ribuan pekerja yang setiap hari bertugas di berbagai lokasi, termasuk di dalam gorong-gorong dan terowongan. Kejadian ini diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan sistem keselamatan kerja di masa mendatang. Para ahli keselamatan kerja menekankan bahwa penggunaan alat deteksi gas dan sistem ventilasi yang memadai sangat penting untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

(E-4)