Momen Bersejarah: Jam Berapa harus Datang ke Masjid untuk Salat Ied Agar dapat Saf Depan?

2130bedc 70ed 4f02 b1da 03f0231704e1 0

Jam Berapa Harus Datang ke Masjid untuk Salat Ied Agar Dapat Saf Depan?

Salat Ied adalah salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan secara khusus dalam ajaran Islam. Dalam mazhab Syafi’i, ibadah ini memiliki status sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat ditekankan. Sebab itu, setiap tahun umat Muslim di berbagai belahan dunia menghadiri Salat Ied dengan semangat tinggi.

Banyak orang ingin berada di barisan paling depan saat ibadah ini dilaksanakan. Untuk mencapai hal tersebut, keakuratan waktu kedatangan ke masjid atau lapangan menjadi penting. Lantas, kapan sebaiknya umat Muslim tiba di tempat ibadah agar bisa mendapatkan saf terdepan?

Batas Waktu Salat Ied Menurut Mazhab Syafi’i

Menurut para ulama, waktu pelaksanaan Salat Ied berlangsung dari pagi hari setelah matahari terbit hingga sebelum masuk waktu Zuhur. Di dalam mazhab Syafi’i, para ahli sepakat bahwa batas akhir ibadah ini adalah saat matahari tergelincir (zawal).

“Para ulama dari kalangan mazhab Syafi’i sepakat bahwa akhir waktu Salat Ied terjadi ketika matahari tergelincir.”

Keterangan serupa terdapat dalam kitab Fathul Qarib Al-Mujib fi Syarhi Alfazh At-Taqrib karya Abu Abdillah Muhammad bin Qasim Al-Ghazi. Di sana disebutkan bahwa waktu Salat Ied meliputi periode antara terbit matahari hingga tergelincirnya matahari.

Dengan demikian, jangka waktu ibadah ini cukup luas, mulai dari pagi hari setelah matahari muncul hingga mendekati saat masuk waktu Zuhur.

Perbedaan Pendapat Tentang Awal Waktu Salat Ied

Meski semua ulama sepakat mengenai batas akhir Salat Ied, terdapat perbedaan dalam menentukan awal ibadah. Imam Nawawi menjelaskan bahwa dalam mazhab Syafi’i terdapat dua pandangan utama:

“Di awal waktu Salat Ied terdapat dua pendapat (aṣaḥḥuhumā), dan dengan pendapat ini para penulis seperti Al-Shāmil, Al-Rūyānī, serta ulama lainnya memutuskan bahwa ibadah dapat dimulai sejak matahari terbit, namun yang lebih utama adalah menunda hingga matahari naik setinggi satu tombak.”

Dalam konteks ini, meskipun awal ibadah bisa dimulai saat matahari terbit, waktu yang lebih disarankan adalah setelah matahari mencapai ketinggian tertentu. Hal ini memberi kesempatan lebih luas bagi umat Muslim untuk hadir tepat waktu dan memperoleh posisi saf depan.