Berapa Lama Efek Steroid Hilang? Kita sering dengar tentang penggunaan steroid untuk berbagai masalah kesehatan. Steroid adalah senyawa kimia yang mirip hormon yang ditemukan di tubuh kita. Mereka menjadi solusi untuk masalah seperti asma, radang sendi, dan alergi kulit1. Mereka juga membantu pemulihan dari cedera.
Jika steroid digunakan terus-menerus, bisa timbul efek samping. Itu sebabnya kita perlu tahu, berapa lama efek steroid tersebut akan hilang. Pengetahuan ini membantu dalam proses pemulihan.
Table of Contents
ToggleApa itu Steroid?
Steroid adalah senyawa kimia yang mirip dengan hormon alami di dalam tubuh. Ini termasuk hormon-hormon seperti estrogen, progesteron, dan testosteron. Juga ada obat-obatan sintetis seperti kortikosteroid2.
Hormon steroid sangat penting. Mereka mengatur berbagai fungsi di tubuh kita3.
Jenis dan Manfaat Steroid
Steroid seperti kortikosteroid membantu mengobati penyakit seperti asma dan radang rematik3. Mereka juga baik untuk alergi kulit dan penyakit autoimun sistemik.
Selain itu, steroid dimanfaatkan dalam terapi kanker. Mereka membantu mengendalikan nyeri, mengecilkan tumor, dan meredakan efek samping kemoterapi3.
Steroid anabolik digunakan untuk meningkatkan ukuran otot. Ini terjadi karena mereka meningkatkan kadar testosteron3. Di industri kosmetik, steroid membantu mengurangi lemak tubuh3.
Risiko dan Efek Samping Steroid
Steroid bermanfaat tetapi bersamaan menimbulkan risiko. Penggunaan jangka panjang bisa menyebabkan efek samping. Ini termasuk retensi cairan dan gangguan tidur2.
Ada efek samping lainnya, seperti perubahan suasana hati dan masalah kulit. Pada pria, steroid bisa mempengaruhi prostat. Sementara pada wanita, mereka dapat menimbulkan gangguan menstruasi2.
Jika steroid disalahgunakan, efek samping serius bisa terjadi. Contohnya sindrom Cushing dan masalah kesehatan mata. Juga ada gangguan psikologis dan pada tulang2.
Penyalahgunaan steroid dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Ini termasuk peningkatan gula darah dan gangguan saluran pencernaan. Tindakan langsung mempengaruhi mata dan kesehatan psikologis3.
Berapa Lama Efek Steroid Hilang?
Steroid keluarkan efeknya dari tubuh dengan segera. Ini tergantung pada jenis steroid yang dipakai, dosis, dan lama pemakaian4. Steroid seperti hidrokortison yang cepat hilang efeknya. Dia bisa bekerja hanya dalam beberapa jam. Sementara steroid deksametason, misalnya, butuh waktu lebih lama untuk keluar dari tubuh5.
Keadaan berubah jika steroid dipakai dalam waktu lama dengan dosis besar. Dalam situasi ini, efek steroid di tubuh bisa bertahan lebih lama4.
Saat berhenti pakai steroid, beberapa efek samping bisa cepat hilang. Contoh efeknya adalah peningkatan berat badan. Tapi, untuk efek jangka panjang seperti osteoporosis, mungkin diperlukan waktu beberapa bulan hingga tahun45.
Dokter biasanya menasihati penghentian pakai steroid secara bertahap. Ini disebut tapering off, untuk mencegah efek samping yang berat. Menjaga asupan kalsium dan vitamin D, serta rajin berolahraga, juga penting untuk kelangsungan pemulihan65.
Durasi penghilangan efek steroid sangat bervariasi. Namun, dengan penanganan medis yang benar, penghilangan efek steroid bisa dipercepat. Ini membantu mengurangi kemungkinan efek samping berlangsung lama465.
Pedoman Tapering Off Penggunaan Kortikosteroid
Penggunaan kortikosteroid butuh strategi hati-hati. Penting untuk memberikan dosis terendah dan sebentar mungkin. Ini karena efek sampingnya bisa bertambah dengan dosis dan lama penggunaan7. Sebaiknya hindari dosis tinggi. Tetapi, jika harus, naikkan dosis dengan memikirkan manfaat dan risikonya7.
Prinsip Penggunaan Kortikosteroid
Kortikosteroid bekerja menenangkan peradangan dan menurunkan sistem kekebalan tubuh. Cara kerjanya adalah dengan mengurangi aktivitas aksis hipotalamus pituitari adrenal (HPA). Ini bisa menyebabkan masalah seperti kekurangan hormon adrenal dan gejala penarikan obat7. Itu sebabnya, perlu panduan yang jelas saat menghentikan penggunaannya.
Kortikosteroid Mensupresi Aksis Hipotalamus Pituitari Adrenal
Obat kortikosteroid luar bisa mengeblok aksis hipotalamus-pituitari-adrenal (HPA). Ini singkatan sistem yang mengatur hormon kortisol alami tubuh kita. Efeknya, di luar tubuh kurang hormon ini8. Ini bisa terjadi bahkan setelah obat dihentikan. Karena itu, proses pelan sangat penting untuk kembali normal.
Tapering Off Kortikosteroid Peroral
Pada pasien yang mengonsumsi kortikosteroid oral, penurunan dosis dilakukan bertahap. Ini terjadi dalam rentang waktu 3-6 minggu9. Mulai dari dosis awal, prednisolon dikurangi 10 mg tiap hari setiap 3 hari. Tujuannya adalah mencapai dosis 10 mg per hari9. Setelah itu, dosis dikurangi lagi menjadi 5 mg tiap hari selama 5 hari sebelum berhenti menggunakan obat9.
Tapering off sangat penting untuk mencegah efek samping dari penggunaan lama kortikosteroid. Dengan turunnya dosis perlahan, keseimbangan hormon kortisol alami tubuh tetap terjaga. Hal ini membantu mengurangi gejala saat berhenti obat.
Dalam mengurangi dosis kortikosteroid, ada beberapa prinsip penting. Yaitu:
- Awali dengan menentukan dosis kortikosteroid.
- Kurangi dosis perlahan, biasanya setiap 3-7 hari.
- Penurunan dosis harus disesuaikan dengan kondisi pasien.
- Pantau gejala putus obat dengan cermat.
- Beritahu dokter jika ada gejala yang mengkhawatirkan.
Mematuhi prinsip-prinsip ini diharapkan membuat proses tapering off lebih aman dan efektif. Hal ini membantu pasien menghindari masalah yang mungkin timbul akibat penggunaan lama kortikosteroid9.

Tapering Off Kortikosteroid Intravena
Bagi pasien yang diberi kortikosteroid intravena, penurunan dosis dilakukan selama 6 minggu10. Misalnya, penggantian dari metilprednisolon intravena 2 mg/kgbb/hari ke prednisolon 1 mg/kgbb/hari. Ini berlangsung selama 3 hari. Lalu, dosis prednisolon dikurangi 10 mg/hari tiap minggunya sampai tersisa 10 mg/hari. Terakhir, dosis dikurangi lagi menjadi 5 mg/hari sebelum dihentikan10.
Proses tapering off ini sangat berjalan lambat untuk menghindari efek samping. Efek samping bisa termasuk reaksi abstinens, krisis adrenal, dan kerusakan fungsi kelenjar hipotalamus-pituitari-adrenal11.
Turunnya dosis steroid dengan cepat bisa mengakibatkan masalah kesehatan. Gejalanya termasuk kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, dan perubahan mood yang serius11. Oleh karena itu, penurunan dosis obat harus terkendali dan perlahan. Cara ini bisa memberikan hasil terbaik sambil mengurangi efek samping.
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Rata-rata laju produksi kortisol pada dewasa muda | 5–11 mg/m2/hari10 |
| Tapering off kortikosteroid peroral | Dilakukan selama 3−6 minggu dengan penurunan dosis secara bertahap, misalnya, dimulai dari 10 mg/hari hingga dosis dihentikan10 |
| Tapering off kortikosteroid intravena | Dilakukan dalam waktu 6 minggu dengan langkah-langkah seperti penggantian ke prednisolon peroral dan penurunan dosis secara bertahap hingga berhenti10 |
Mengikuti langkah tapering off yang benar membantu pasien menghindari efek samping berbahaya. Ini juga mempercepat pemulihan fungsi adrenal10. Pemantauan selama proses sangat penting untuk menangani efek samping dengan tepat.
Contoh Tapering Off Steroid
Contoh pada Pasien Dewasa
Penurunan dosis kortikosteroid bertahap pada pasien dewasa dimulai dengan mengurangi prednison. Setiap 3-7 hari, dosisnya bisa dikurangi sebanyak 2,5-5 mg. Tujuannya adalah sampai dosis fisiologis harian tercapai, yakni 5-7,5 mg10. Selanjutnya, ubah ke hidrokortison 20 mg sekali sehari di pagi hari. Dosis hidrokortison juga bisa dikurangi 2,5 mg setiap minggu10. Penting lakukan pemeriksaan aksis HPA untuk memastikan apakah obat bisa dihentikan10.
Contoh pada Pasien Anak
Pasien anak menjalani penurunan dosis steroid prednison sesuai gejala klinis. Pengurangan dosis dilakukan sampai dosis fisiologis harian tercapai. Dosis yang dicapai adalah 2-2,5 mg/m2/hari untuk prednisolon atau 8-10 mg/m2/hari hidrokortison10. Selanjutnya, gunakan hidrokortison dan kurangi dosis secara bertahap. Fungsi aksis HPA harus dipantau melalui pemeriksaan kortisol pagi hari10.
Penurunan dosis steroid secara bertahap sangat krusial untuk menghindari krisis adrenal. Ini terjadi karena aksis HPA tertekan10. Pemantauan fungsi aksis HPA dengan pemeriksaan kortisol pagi membantu menilai apakah sudah saatnya menghentikan obat10.
Efek Samping Steroid Jangka Panjang
Memakai steroid lama bisa bikin perasaan jadi labil dan timbang badan bertambah. Ini bisa juga timbulkan risiko sakit jantung dan gangguan pada tulang. Sekitar 70% dari orang yang meninggal karena Cushing, punya penyakit jantung atau terkena infeksi berat12. Selain itu, obat ini bisa bikin kamu merasa gila, punya masalah mata, dan gangguan pada tulang12.
Steroid juga bisa membuatmu tetap bengkak, susah tidur, dan rusak saraf. Kamu mungkin akan merasa mudah marah, depresi, atau lebih bergairah seks. Efek samping ini juga dapat merusak kulit, menyebabkan jerawat, dan kulit belakangmu mungkin bernoda3.
Buys, kamu bisa mengalami mengecilnya organ intim dan berkurangnya sperma. Berisiko tinggi untuk impoten dan masalah dengan prostat. Ada juga kemungkinan “kebotakan” di usiamu3. Buwans, siklus mu akan kacau, payudaramu akan mengecil. Suaramu mungkin juga jadi lebih berat, serta rambut dan bulu tubuh tumbuh lebih tebal dan kerap kali klitoris tumbuh tidak normal3.
Steroid juga bisa bikin pertumbuhanmu terhambat, mebuatmu botak lebih dulu, dan kulitmu mungkin penuh dengan jaringan parut. Bila kamu olahraga berlebihan, kamu rentan cedera, dan kulitmu akan penuh dengan garis-garis3.
Tidak itu saja, orang yang minum steroid selama lebih dari dua bulan sering merasa berat badan bertambah4. Mengonsumsi obat ini tinggi dosis, meningkatkan risiko penyakit jantung dan tekanan darah. Penggunaan lama bisa menyebabkan tulang lebih mudah patah dan masalah lain pada tulang4.
Memakai steroid jangka panjang bisa mengikis sistem kekebalan tubuhmu, menurunkan kemampuan tubuh melawan penyakit. Bercampur dengan obat penyakit mata, ini bisa bikin katarak. Teagan dan gula darahmu bisa naik, menyebabkan ulkus di saluran cernamu kalau kamu juga minum asam mefenamat4.
Pakai steroid lama bisa mengganggu kesehatan jiwa dan emosi, mulai dari suasana hati sampai tidur. Bila lama, bisa berpengaruh pada fungsi otakmu, terutama kalau kau sudah lanjut usia4. Mengonsumsi berat ketika lebih dari tiga minggu bisa jadi bikin hormon adrenalmu kurang, hal ini berdampak saat berhenti mendadak4.
Bila buat pertumbuhan otot, kenak efek hormonal yang gak seimbang. Ini bikin pria punya ginekomastia, susah punya anak, dan impoten. Wanita bisa mengalami perbuatan lelaki-laki yang lebih, karena efek dari hormon yang berlebih4.
Penyalahgunaan Steroid
Steroid anabolik-androgenik digunakan banyak orang, ingin meningkatkan performa fisik, atau bentuk tubuh lebih berotot. Tapi, penggunaan tanpa pengawasan medis bisa berakibat buruk. Ini bisa menyebabkan masalah serius pada kesehatan pria dan wanita.
Dampak pada Pria
Bagi pria, penyalahgunaan steroid bisa menimbulkan efek samping. Ini termasuk pembesaran payudara, penurunan sperma, hingga impotensi13. Juga, remaja pria yang gunakan steroid jangka panjang bisa mengalami hambatan pertumbuhan tulang13.
Dampak pada Wanita
Wanita yang memakai steroid bisa merasakan perubahan suara menjadi serak. Mereka bisa juga tumbuh rambut di wajah, mengalami perubahan siklus haid, serta pembesaran klitoris13. Remaja wanita dapat mengalami maskulinisasi jika menggunakan steroid jangka panjang14.
Dosis steroid ilegal bisa sangat tinggi, yakni 10 hingga 100 kali dari dosis medis. Risiko kesehatan mereka akan meningkat14. Biasanya masuk ke tubuh melalui suntikan14.
Penyalahgunaan steroid juga bisa mempengaruhi kelainan lemak darah. Ini meningkatkan risiko penyakit jantung13. Harus dipahami, steroid untuk kebugaran dan otot berbeda dengan yang untuk pengobatan13.
Penggunaan steroid perlu pengawasan medis yang cermat. Terutama, agar efek samping berbahaya bagi kesehatan bisa dihindari.
Aturan Pakai dan Tips Aman Penggunaan
Hanya gunakan steroid jika sangat diperlukan. Pakailah dosis kecil dulu15. Jangan lupa, kurangi dosisnya perlahan saat kondisi mulai membaik15. Rajinlah memeriksa tekanan darah dan gula darahmu. Pastikan juga kepadatan tulangmu baik. Mengonsumsi suplemen tulang mungkin diperlukan15.
Dokter akan resepkan salep kortikosteroid untuk masalah kulit. Contohnya adalah untuk dermatitis dan psoriasis15. Pemakaian salep biasanya 1-2 kali sehari. Ini dilakukan selama 3-7 hari, sampai gejalanya membaik15.
Salep steroid jangan dipakai terlalu lama. Jangka panjang bisa timbulkan efek samping seperti infeksi kulit atau stretch mark15. Penting untuk rajin konsultasi dengan dokter. Ini agar dosis dan cara pakainya tetap tepat16. Jangan sembarang berhenti pengobatannya. Hentikan steroid secara perlahan di bawah pengawasan medis16.
Bagi yang sering pakai krim steroid, pengawasan dokter penting. Ini untuk menyesuaikan perawatan kulitmu16.
Jangan gunakan steroid anabolik secara sembarangan. Biasanya, dosis ilegalnya 10-100 kali lipat dosis medis14. Efek sampingnya berat. Mulai dari penyakit jantung hingga kanker hati bisa timbul14. Baik pria maupun wanita bisa alami efek samping yang serius14.
Karenanya, selalu konsultasikan penggunaan steroidmu dengan dokter. Ini penting untuk keselamatanmu151614.
Kesimpulan
Efek steroid bisa cepat atau lama hilang dari tubuh. Ini tergantung pada jenisnya, dosis, dan berapa lama dikonsumsi17. Menggunakan steroid secara tepat, misalnya lewat injeksi yang dipandu ultrasonografi, membantu mengurangi efek samping. Hal ini juga memberikan hasil yang lebih baik dalam mengatasi gejala17.
Untuk menghindari efek samping serius, hentikan pemakaian steroid secara bertahap. Ini disebut tapering off. Namun, tetap jaga efek perbaikan klinis yang sudah dicapai sebelumnya18. Sangat penting untuk mengikuti aturan pakai dan tips penggunaan steroid yang aman. Hal ini untuk mendapatkan manfaat terbaik dan mengurangi risiko19.
Meskipun steroid bisa sangat membantu, penggunaannya harus hati-hati. Harus diawasi oleh dokter ahli. Dengan pemahaman tentang penggunaan steroid yang tepat, kita bisa mengurangi efek samping. Ini sehingga hasil pengobatan menjadi maksimal untuk pasien18.
Link Sumber
- https://id.wikihow.com/Mengonsumsi-Dianabol
- https://www.lymphoma.org.au/id/terapi-steroid/
- https://www.halodoc.com/kesehatan/steroid
- https://www.halodoc.com/artikel/catat-ini-11-efek-samping-penggunaan-steroid-jangka-panjang
- https://lymphoma.org.au/id/terapi-steroid/
- https://dokterimun.id/2019/02/15/9-cara-terbaik-untuk-mencegah-efek-samping-kortikosteroid/
- https://ugm.ac.id/id/berita/19593-meski-untuk-covid-19-hati-hati-penggunaan-deksametason/
- https://repository.poltekkespim.ac.id/id/eprint/487/3/BAB II TINJAUAN PUSTAKA.pdf
- https://rsudza.acehprov.go.id/assets/uploads/file_posts/a175a-panduan-manajemen-nyeri-syariah.pdf
- https://www.alomedika.com/bagaimana-cara-melakukan-penurunan-dosis-bertahap-pada-penggunaan-steroid
- https://www.alomedika.com/obat/obat-endokrin/kortikosteroid/methylprednisolone/efek-samping-dan-interaksi-obat
- https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1421/penyalahgunaan-steroid-di-masyarakat-manfaat-dan-efek-samping-steroid
- https://www.alodokter.com/ternyata-ini-alasan-steroid-dinyatakan-ilegal
- https://hellosehat.com/kebugaran/kekuatan/efek-steroid-untuk-otot/
- https://hellosehat.com/penyakit-kulit/salep-kortikosteroid/
- https://blog.avoskinbeauty.com/cara-melepaskan-ketergantungan-krim-steroid/
- https://www.alomedika.com/injeksi-steroid-dengan-panduan-ultrasonografi-untuk-penanganan-sindrom-terowongan-karpal-mencegah-terjadinya-komplikasi
- https://hellosehat.com/obat-suplemen/aturan-pakai-methylprednisolone-untuk-radang-tenggorokan/
- https://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/download/1462/pdf




