• Kanker
  • /
  • Kenali Jenis Kanker Kulit dan Gambarnya Sejak Dini

Kenali Jenis Kanker Kulit dan Gambarnya Sejak Dini

Kulit adalah organ terbesar yang kita miliki, bertindak sebagai perisai utama dari dunia luar. Namun, perisai ini tidak kebal terhadap penyakit, salah satunya adalah kanker kulit. Banyak orang mungkin mengabaikan perubahan kecil pada kulit, seperti tahi lalat baru atau luka yang tak kunjung sembuh, padahal ini bisa menjadi tanda awal dari sesuatu yang lebih serius. Memahami dan mampu mengenali berbagai jenis kanker kulit dan gambarnya sejak dini adalah langkah krusial yang bisa menyelamatkan nyawa. Artikel ini akan membahas secara mendalam jenis-jenis utama kanker kulit, lengkap dengan deskripsi visual, faktor risiko, dan langkah-langkah pencegahan yang bisa Anda lakukan.

Apa Itu Kanker Kulit dan Mengapa Deteksi Dini Sangat Penting?

Kanker kulit adalah pertumbuhan sel-sel abnormal yang tidak terkendali pada lapisan kulit terluar (epidermis). Kerusakan DNA pada sel kulit, yang paling sering disebabkan oleh paparan radiasi ultraviolet (UV) dari sinar matahari atau sumber buatan seperti tanning bed, memicu mutasi. Mutasi ini menyebabkan sel-sel kulit berkembang biak dengan cepat dan membentuk tumor ganas. Meskipun ada banyak faktor yang dapat berkontribusi, paparan sinar UV tetap menjadi penyebab utama yang paling dapat dicegah.

Pentingnya deteksi dini tidak bisa dilebih-lebihkan. Ketika ditemukan pada tahap awal, sebagian besar kasus kanker kulit, termasuk melanoma yang paling mematikan, memiliki tingkat kelangsungan hidup yang sangat tinggi, seringkali mendekati 100%. Semakin lama kanker tidak terdiagnosis, semakin besar kemungkinan ia tumbuh lebih dalam ke lapisan kulit atau bahkan menyebar (bermetastasis) ke organ lain seperti kelenjar getah bening, paru-paru, atau otak. Pada tahap lanjut, pengobatan menjadi jauh lebih kompleks, invasif, dan tingkat keberhasilannya menurun drastis.

Oleh karena itu, melakukan pemeriksaan kulit mandiri secara rutin dan mengenali tanda-tanda peringatan adalah kunci. Dengan memahami perbedaan visual antara tahi lalat normal dan lesi yang berpotensi kanker, Anda memberdayakan diri sendiri untuk mengambil tindakan cepat. Konsultasi dengan dokter kulit atau dermatolog saat Anda melihat sesuatu yang mencurigakan adalah langkah proaktif yang dapat membuat perbedaan besar antara pengobatan sederhana dan perjuangan melawan penyakit yang mengancam jiwa.

Karsinoma Sel Basal (KSB): Jenis Paling Umum dan Tidak Begitu Menakutkan

Karsinoma Sel Basal atau Basal Cell Carcinoma (BCC) adalah jenis kanker kulit yang paling umum di dunia. Kanker ini berasal dari sel basal, yang terletak di bagian bawah epidermis. Kabar baiknya adalah KSB tumbuh sangat lambat dan sangat jarang menyebar ke bagian tubuh lain. Namun, jika tidak diobati, ia dapat tumbuh lebih dalam, merusak jaringan dan tulang di sekitarnya, yang dapat menyebabkan kerusakan signifikan dan bekas luka yang parah, terutama jika terletak di wajah.

KSB paling sering muncul di area tubuh yang paling sering terpapar sinar matahari, seperti wajah, telinga, leher, kulit kepala, bahu, dan punggung. Orang dengan kulit terang, rambut pirang atau merah, dan mata biru atau hijau memiliki risiko lebih tinggi. Riwayat sengatan matahari yang parah di masa kecil atau remaja juga secara signifikan meningkatkan risiko terkena KSB di kemudian hari. Meskipun jarang mengancam jiwa, penanganan dini sangat dianjurkan untuk mencegah kerusakan lokal yang luas.

Secara visual, KSB bisa sangat bervariasi, yang terkadang membuatnya sulit diidentifikasi. Mengenali berbagai bentuknya adalah langkah pertama dalam deteksi dini. Mengingat prevalensinya yang tinggi, setiap lesi baru atau yang tidak kunjung sembuh, terutama di area yang terpapar sinar matahari, harus dievaluasi oleh tenaga medis profesional.

  1. #### Ciri-ciri dan Gambaran Visual Karsinoma Sel Basal

Karena KSB memiliki banyak wujud, penting untuk mengetahui beberapa presentasi umumnya. Gambaran ini membantu Anda membedakannya dari kondisi kulit lain yang tidak berbahaya. Salah satu bentuk yang paling umum adalah benjolan kecil seperti mutiara atau lilin (pearly or waxy bump), seringkali berwarna kulit atau merah muda, dan dapat memiliki pembuluh darah kecil yang terlihat di permukaannya (telangiectasias).

Bentuk lainnya bisa berupa lesi datar, berwarna daging, atau coklat yang menyerupai bekas luka. Ada juga yang muncul sebagai luka terbuka yang berkerak, berdarah, dan tak kunjung sembuh selama berminggu-minggu. Terkadang, lesi ini bisa sembuh sementara lalu muncul kembali di tempat yang sama. Bentuk lain yang kurang umum adalah bercak kemerahan yang bersisik, yang bisa disalahartikan sebagai eksim atau psoriasis, tetapi biasanya tidak terasa gatal. Kuncinya adalah memperhatikan setiap pertumbuhan baru, perubahan pada pertumbuhan yang ada, atau luka yang tidak sembuh-sembuh.

  1. #### Lokasi Umum dan Faktor Risiko Spesifik

Lebih dari 80% kasus Karsinoma Sel Basal terjadi di area kepala dan leher, lokasi yang paling konsisten menerima paparan sinar matahari. Hidung adalah lokasi yang paling umum untuk KSB. Area lain yang juga rentan termasuk dahi, telinga, kelopak mata, dan bibir. Pada tubuh, bahu, dada bagian atas, dan punggung juga sering menjadi lokasi munculnya KSB, terutama pada pria.

Karsinoma Sel Skuamosa (KSS): Sedikit Lebih Agresif

Karsinoma Sel Skuamosa atau Squamous Cell Carcinoma (SCC) adalah jenis kanker kulit kedua yang paling umum. Kanker ini berkembang dari sel skuamosa, yaitu sel pipih yang membentuk sebagian besar lapisan atas kulit (epidermis). Dibandingkan KSB, KSS memiliki risiko yang lebih tinggi untuk tumbuh lebih dalam ke lapisan kulit dan menyebar ke bagian tubuh lain, meskipun risiko metastasis ini masih tergolong rendah jika terdeteksi dan diobati sejak dini.

Seperti KSB, KSS juga paling sering disebabkan oleh paparan sinar UV kronis. Oleh karena itu, ia sering muncul di area yang sama: wajah, telinga, bibir, leher, tangan, dan lengan. Namun, KSS juga dapat berkembang di area yang tidak terpapar sinar matahari, seperti di dalam mulut, di alat kelamin, atau di sekitar anus. Luka kronis, bekas luka bakar, atau borok yang tidak sembuh-sembuh juga dapat menjadi lokasi berkembangnya KSS, sebuah fenomena yang dikenal sebagai Marjolin's ulcer.

Gejala dan penampakan KSS bisa bervariasi, tetapi ada beberapa ciri khas yang perlu diwaspadai. Deteksi dini sangat penting karena KSS yang telah menyebar jauh lebih sulit diobati. Memahami perbedaannya dengan KSB dan kondisi kulit lainnya dapat membantu Anda mengambil langkah yang tepat pada waktu yang tepat.

  1. #### Ciri-ciri dan Gambaran Visual Karsinoma Sel Skuamosa

Penampilan KSS seringkali berbeda dari KSB. Gambaran KSS yang umum adalah benjolan merah yang keras dan padat (firm red nodule). Permukaannya bisa halus atau bersisik dan berkerak. Lesi ini bisa tumbuh dengan cepat dan terkadang terasa nyeri saat disentuh. Pendarahan bisa terjadi dengan mudah, bahkan hanya dengan gesekan ringan.

Bentuk lain dari KSS adalah lesi datar dengan permukaan bersisik atau berkerak (scaly patch). Lesi ini bisa berwarna kemerahan atau kecoklatan dan mungkin terlihat seperti kutil atau luka terbuka yang tidak kunjung sembuh. Pada bibir, KSS bisa muncul sebagai bercak kasar yang persisten atau pembengkakan. Kondisi prakanker yang disebut actinic keratosis (bercak kasar, kering, dan bersisik akibat paparan sinar matahari) terkadang dapat berkembang menjadi KSS.

  1. #### Perbedaan dengan KSB dan Area Rawan Lainnya

Meskipun sama-sama sering muncul di area yang terpapar matahari, ada beberapa perbedaan kunci antara KSS dan KSB. KSS cenderung terlihat lebih kasar, lebih merah, dan lebih sering memiliki permukaan yang berkerak atau bersisik dibandingkan KSB yang cenderung licin dan seperti mutiara. Selain itu, KSS memiliki potensi yang lebih tinggi untuk menyebar (meskipun masih jarang), menjadikannya sedikit lebih berbahaya daripada KSB.

Selain area yang terpapar sinar matahari, KSS juga memiliki kecenderungan untuk muncul di lokasi-lokasi khusus. Area seperti tepi telinga dan bibir bawah sangat rentan karena paparan sinar matahari yang intens dan langsung. Seperti yang disebutkan sebelumnya, KSS juga bisa timbul dari bekas luka bakar lama, bekas luka kronis, atau area kulit yang mengalami peradangan jangka panjang. individu dengan sistem kekebalan yang tertekan memiliki risiko yang jauh lebih tinggi untuk mengembangkan KSS yang lebih agresif dan lebih cepat menyebar.

Melanoma: Jenis Paling Langka Namun Paling Berbahaya

Melanoma adalah jenis kanker kulit yang paling serius. Meskipun hanya menyumbang sekitar 1% dari semua kasus kanker kulit, melanoma bertanggung jawab atas sebagian besar kematian akibat kanker kulit. Kanker ini berasal dari melanosit, sel-sel yang memproduksi melanin (pigmen yang memberi warna pada kulit). Ketika DNA melanosit rusak, mereka dapat mulai tumbuh di luar kendali dan menjadi ganas.

Tidak seperti KSB dan KSS, melanoma memiliki kecenderungan yang jauh lebih tinggi untuk menyebar atau bermetastasis ke bagian tubuh lain jika tidak terdeteksi pada tahap awal. Melanoma dapat menyebar dengan cepat ke kelenjar getah bening dan kemudian ke organ vital seperti paru-paru, hati, tulang, dan otak, yang membuatnya sangat mematikan. Faktor risiko utama melanoma termasuk paparan sinar UV yang intens dan sesekali (seperti sengatan matahari hebat), memiliki banyak tahi lalat, riwayat keluarga dengan melanoma, dan kulit yang terang.

Kenali Jenis Kanker Kulit dan Gambarnya Sejak Dini

Kunci untuk bertahan hidup dari melanoma adalah deteksi dan pengobatan dini. Ketika melanoma terdeteksi saat masih tipis dan terbatas pada epidermis (melanoma in situ), tingkat kelangsungan hidup 5 tahun mendekati 99%. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengenali tanda-tanda peringatannya. Aturan "ABCDE" adalah panduan yang sangat berguna untuk membantu mengidentifikasi tahi lalat yang mencurigakan.

  1. #### Mengenal Aturan ABCDE untuk Mendeteksi Melanoma

Aturan ABCDE adalah metode mnemonik yang mudah diingat untuk mengevaluasi tahi lalat atau bintik di kulit Anda. Jika Anda melihat satu atau lebih dari tanda-tanda ini, segeralah berkonsultasi dengan dokter kulit.
A –Asymmetry* (Asimetri): Setengah bagian tahi lalat tidak cocok dengan setengah bagian lainnya. Tahi lalat normal biasanya simetris.
B –Border* (Tepi): Tepi tahi lalat tidak teratur, bergerigi, atau kabur. Tahi lalat normal memiliki tepi yang halus dan rata.
C –Color* (Warna): Warnanya tidak merata. Mungkin ada nuansa coklat, hitam, putih, merah, atau biru dalam satu lesi. Tahi lalat normal biasanya hanya satu warna.
D –Diameter* (Diameter): Diameternya lebih besar dari 6 milimeter (kira-kira seukuran penghapus di ujung pensil). Melanoma bisa lebih kecil saat pertama kali terdeteksi, tetapi sebagian besar lebih besar dari 6 mm.
E –Evolving* (Berkembang/Berubah): Tahi lalat berubah ukuran, bentuk, warna, atau ketinggian. Tanda lain termasuk munculnya gejala baru seperti gatal, nyeri, atau pendarahan.

  1. #### Gambaran Visual dan Tanda Peringatan Lainnya

Secara visual, melanoma seringkali tampak seperti tahi lalat yang “jelek” atau tidak biasa. Bisa jadi itu adalah tahi lalat baru yang muncul setelah dewasa, atau tahi lalat lama yang mulai berubah. Warnanya bisa hitam pekat, coklat tua, atau campuran beberapa warna seperti yang dijelaskan dalam aturan ABCDE. Permukaannya bisa datar atau menonjol.

Selain aturan ABCDE, ada tanda peringatan lain yang disebut "Tanda Bebek Buruk Rupa" (The Ugly Duckling Sign). Prinsipnya adalah sebagian besar tahi lalat di tubuh seseorang cenderung terlihat mirip satu sama lain. Lesi melanoma seringkali menonjol sebagai "bebek buruk rupa" yang terlihat sangat berbeda dari tahi lalat lainnya. Penting juga untuk dicatat bahwa melanoma tidak selalu muncul di area yang terpapar sinar matahari. Ia bisa berkembang di mana saja, termasuk di telapak tangan, telapak kaki, di bawah kuku (tampak seperti garis gelap), atau bahkan di selaput lendir.

Fitur Perbandingan Karsinoma Sel Basal (KSB) Karsinoma Sel Skuamosa (KSS) Melanoma
Asal Sel Sel Basal di epidermis Sel Skuamosa di epidermis Melanosit (sel pigmen)
Gambaran Umum Benjolan seperti mutiara, luka tak sembuh Benjolan merah keras, lesi bersisik Tahi lalat asimetris, berwarna tidak rata
Potensi Menyebar Sangat Rendah Rendah hingga Sedang Tinggi
Kecepatan Tumbuh Sangat Lambat Sedang hingga Cepat Cepat
Tingkat Bahaya Rendah Sedang Sangat Tinggi
Kaitan dengan UV Paparan kumulatif Paparan kumulatif Paparan intermiten/intens (terbakar)

Langkah Pencegahan dan Kapan Harus ke Dokter

Mencegah lebih baik daripada mengobati, dan pepatah ini sangat berlaku untuk kanker kulit. Sebagian besar kasus kanker kulit dapat dicegah dengan mempraktikkan kebiasaan perlindungan dari sinar matahari yang baik. Mengurangi paparan radiasi UV secara signifikan akan menurunkan risiko Anda terkena semua jenis kanker kulit, termasuk melanoma yang mematikan. Langkah-langkah ini sederhana, mudah diterapkan, dan harus menjadi bagian dari rutinitas harian Anda, terutama jika Anda tinggal di daerah tropis seperti Indonesia.

Selain pencegahan, mengetahui kapan harus mencari bantuan medis adalah hal yang sama pentingnya. Jangan pernah menunda-nunda jika Anda menemukan sesuatu yang mencurigakan di kulit Anda. Rasa takut atau penyangkalan dapat menyebabkan penundaan diagnosis, yang bisa berakibat fatal, terutama dalam kasus melanoma. Pemeriksaan kulit mandiri bulanan adalah alat yang ampuh untuk mendeteksi perubahan sejak dini.

Penting untuk membangun hubungan yang baik dengan seorang dokter kulit. Mereka adalah ahli dalam mendiagnosis dan mengobati penyakit kulit. Pemeriksaan kulit profesional tahunan sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko tinggi, seperti riwayat keluarga dengan kanker kulit, memiliki banyak tahi lalat, atau riwayat sering terbakar sinar matahari.

  1. #### Strategi Pencegahan Kanker Kulit yang Efektif

Berikut adalah beberapa langkah praktis dan sangat efektif untuk melindungi kulit Anda dari kerusakan akibat sinar matahari dan mengurangi risiko kanker kulit:
Gunakan Tabir Surya Setiap Hari: Aplikasikan tabir surya spektrum luas (broad-spectrum*) dengan SPF minimal 30. Gunakan bahkan saat cuaca mendung. Ulangi aplikasi setiap dua jam, atau lebih sering jika Anda berkeringat atau berenang.

  • Cari Tempat Teduh: Hindari paparan sinar matahari langsung, terutama pada jam-jam puncak antara pukul 10 pagi hingga 4 sore, saat sinar UV paling kuat.
  • Kenakan Pakaian Pelindung: Gunakan pakaian lengan panjang, celana panjang, topi bertepi lebar, dan kacamata hitam yang menghalangi sinar UV.

HindariTanning Bed:Tanning bed* memancarkan radiasi UV yang berbahaya dan secara signifikan meningkatkan risiko melanoma dan kanker kulit lainnya. Tidak ada yang namanya “penyamakan kulit yang aman”.

  • Periksa Kulit Anda Sendiri: Lakukan pemeriksaan dari kepala hingga ujung kaki setiap bulan untuk mencari tahi lalat baru atau perubahan pada yang sudah ada.
  1. #### Tanda Bahaya: Kapan Waktu yang Tepat untuk Konsultasi?

Anda harus segera membuat janji dengan dokter kulit jika Anda melihat salah satu dari tanda-tanda berikut. Jangan menunggu atau mencoba mendiagnosis sendiri. Gejala-gejala ini memerlukan evaluasi profesional:

  • Setiap tahi lalat atau bintik yang sesuai dengan salah satu kriteria ABCDE.
  • Lesi baru yang terlihat berbeda dari tahi lalat Anda yang lain ("tanda bebek buruk rupa").
  • Luka, borok, atau lecet yang tidak kunjung sembuh dalam 3-4 minggu.
  • Bintik atau benjolan yang terus berdarah, berkerak, atau gatal.
  • Perubahan pada sensasi di sekitar tahi lalat, seperti nyeri atau rasa lunak saat disentuh.
  • Garis gelap atau pita di bawah kuku jari tangan atau kaki yang bukan disebabkan oleh cedera.

Tanya Jawab (FAQ) Seputar Kanker Kulit

T: Apakah semua tahi lalat berpotensi menjadi kanker kulit?
J: Tidak semua. Sebagian besar tahi lalat (nevus) adalah jinak dan tidak akan pernah menjadi kanker. Namun, memiliki banyak tahi lalat (lebih dari 50) merupakan faktor risiko untuk melanoma. Yang terpenting adalah memantau tahi lalat yang ada untuk setiap perubahan (menggunakan aturan ABCDE) dan memperhatikan munculnya tahi lalat baru yang terlihat tidak biasa, terutama setelah usia 30 tahun.

T: Seberapa sering saya harus memeriksa kulit saya sendiri?
J: Para ahli merekomendasikan untuk melakukan pemeriksaan kulit mandiri sebulan sekali. Lakukan di ruangan yang terang dengan cermin besar dan cermin tangan untuk memeriksa area yang sulit dijangkau seperti punggung, kulit kepala, dan bagian belakang kaki. Mengenali pola bintik dan tahi lalat normal Anda akan membantu Anda lebih cepat melihat adanya perubahan atau lesi baru.

T: Apakah orang dengan kulit gelap atau sawo matang bisa terkena kanker kulit?
J: Ya, tentu saja. Meskipun orang dengan kulit lebih terang memiliki risiko yang lebih tinggi, siapa pun bisa terkena kanker kulit. Pada orang dengan kulit lebih gelap, kanker kulit seringkali didiagnosis pada tahap yang lebih lanjut karena kesadaran yang lebih rendah dan karena sering muncul di area yang kurang terpapar sinar matahari, seperti telapak tangan, telapak kaki, di bawah kuku (acral lentiginous melanoma), dan selaput lendir. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin sama pentingnya untuk semua warna kulit.

T: Apakah paparan sinar matahari di pagi hari aman dan menyehatkan?
J: Sinar matahari pagi memang penting untuk produksi vitamin D, tetapi konsep "aman" perlu diluruskan. Sinar UV tetap ada bahkan di pagi hari. Paparan singkat (sekitar 10-15 menit) beberapa kali seminggu sudah cukup bagi kebanyakan orang untuk sintesis vitamin D. Lebih dari itu, risiko kerusakan kulit mulai meningkat. Jika Anda berencana berada di luar lebih lama, bahkan di pagi hari, penggunaan tabir surya tetap sangat dianjurkan.

Kesimpulan

Mengetahui perbedaan antara jenis kanker kulit dan gambarnya adalah pengetahuan yang memberdayakan. Karsinoma Sel Basal (KSB) adalah yang paling umum dan paling tidak berbahaya, sering muncul sebagai benjolan seperti mutiara. Karsinoma Sel Skuamosa (KSS) sedikit lebih agresif, seringkali tampak sebagai benjolan merah yang keras atau lesi bersisik. Dan yang paling penting, Melanoma, meskipun langka, adalah yang paling mematikan dan dapat diidentifikasi menggunakan aturan ABCDE.

Deteksi dini adalah senjata terkuat kita dalam melawan kanker kulit. Dengan melakukan pemeriksaan kulit mandiri secara teratur, mempraktikkan kebiasaan perlindungan dari sinar matahari yang cerdas, dan tidak ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kulit saat melihat sesuatu yang mencurigakan, Anda secara drastis meningkatkan peluang hasil yang positif. Jangan pernah meremehkan perubahan sekecil apa pun pada kulit Anda; tindakan cepat Anda hari ini bisa menjadi penyelamat hidup Anda di masa depan.

***

Ringkasan Artikel

Artikel ini memberikan panduan lengkap untuk mengenali berbagai jenis kanker kulit beserta gambaran visualnya sebagai langkah deteksi dini. Kanker kulit, yang disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal akibat kerusakan DNA karena paparan sinar UV, dapat dicegah dan memiliki tingkat kesembuhan tinggi jika ditemukan pada tahap awal.

Terdapat tiga jenis utama kanker kulit:

  1. Karsinoma Sel Basal (KSB): Paling umum dan paling tidak berbahaya. Tumbuh lambat dan jarang menyebar. Ciri-cirinya termasuk benjolan seperti mutiara atau lilin, atau luka yang tak kunjung sembuh di area yang terpapar matahari.
  2. Karsinoma Sel Skuamosa (KSS): Jenis kedua paling umum, sedikit lebih agresif dari KSB. Dapat tumbuh lebih dalam dan berpotensi menyebar. Cirinya adalah benjolan merah yang keras atau lesi datar bersisik.
  3. Melanoma: Paling langka namun paling mematikan karena potensi penyebarannya yang tinggi. Untuk mendeteksinya, digunakan Aturan ABCDE (Asymmetry, Border, Color, Diameter, Evolving).

Artikel ini juga menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan seperti menggunakan tabir surya, mencari tempat teduh, dan mengenakan pakaian pelindung. Konsultasi dengan dokter kulit sangat dianjurkan jika ditemukan lesi yang mencurigakan, sesuai dengan kriteria ABCDE, atau luka yang tidak sembuh. Pemeriksaan kulit mandiri bulanan adalah kunci untuk mengidentifikasi perubahan sejak dini dan meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan secara signifikan.

fitinfosehat.com

FitInfoSehat.com adalah platform yang didedikasikan untuk menyediakan informasi terkini dan bermanfaat seputar kesehatan dan gaya hidup sehat. Kami berkomitmen untuk membantu pembaca kami mencapai hidup yang lebih sehat melalui artikel yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami. Dengan tim penulis yang terdiri dari para ahli di bidang kesehatan dan gaya hidup, kami berupaya untuk menjadi sumber referensi utama bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kualitas hidup mereka.

You May Also Like

Selamat datang di fitinfosehat.com! Kami adalah sumber terpercaya untuk informasi kesehatan dan gaya hidup seimbang.

You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.

Contact Us

Have questions or feedback? We’re here to listen!

© 2025 Fitinfosehat.com. All rights reserved.