New Policy: Aperti BUMN Sediakan 312 Beasiswa di Enam Perguruan Tinggi BUMN, Dukung Talenta Muda
New Policy: Aperti BUMN Offers 312 Scholarships in 2026 for Young Talent
New Policy - Dalam upaya memperkuat peran perguruan tinggi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mencetak generasi muda berkualitas, Aperti BUMN meluncurkan New Policy beasiswa tahunan 2026. Program ini memberikan 312 kuota beasiswa bagi calon mahasiswa berprestasi dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan New Policy ini, Aperti BUMN ingin membantu mengatasi tantangan pendidikan seperti biaya kuliah tinggi, kurikulum yang kurang relevan dengan kebutuhan industri, dan akses pendidikan yang terbatas. Dukungan dari enam perguruan tinggi anggota Aperti BUMN menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi ini, yaitu menciptakan talenta muda yang siap bersaing di pasar kerja dan sektor strategis nasional.
Strategi Pendidikan BUMN untuk Membangun Talenta Muda
New Policy beasiswa 2026 adalah bagian dari kebijakan strategis Aperti BUMN yang bertujuan memperluas kesempatan pendidikan bagi calon mahasiswa. Dalam wawancara di Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI) Bandung, Senin (25/5), Prof Iwa Garniwa, Ketua Aperti BUMN, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memastikan lulusan BUMN memiliki keterampilan praktis, adaptif, dan karakter kuat yang dibutuhkan di era transformasi ekonomi. "Program beasiswa ini adalah wujud kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan BUMN," tambah Iwa, yang juga Rektor Institut Teknologi PLN.
“Dengan New Policy ini, Aperti BUMN berkomitmen untuk memberikan akses pendidikan yang lebih merata. Beasiswa menjadi alat strategis dalam membangun generasi muda yang siap memimpin sektor strategis nasional,” ujar Prof Iwa Garniwa.
Komitmen Aperti BUMN untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) terlihat dari peningkatan jumlah kuota beasiswa seiring berkembangnya program ini. Kuota 312 kursi pada 2026 naik dari 301 pada 2025 dan 295 pada 2024. Menurut Iwa, minat peserta program beasiswa tahunan ini mencapai lebih dari 12 ribu orang pada 2025, menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap keseriusan Aperti BUMN. "Program ini sejalan dengan visi BUMN untuk menciptakan lulusan yang mampu mendorong transformasi industri ke arah yang lebih berkelanjutan," jelasnya.
Kolaborasi Antar Perguruan Tinggi BUMN untuk Menciptakan Solusi Pendidikan
Program beasiswa tahunan 2026 disusun sebagai inisiatif kolaboratif yang memadukan keunggulan dari enam perguruan tinggi anggota. Setiap institusi memiliki fokus bidang keilmuan yang berbeda, seperti energi, telekomunikasi, logistik, bisnis internasional, dan teknologi. "Koordinasi antar anggota Aperti BUMN memastikan program ini tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga memperkuat keterampilan praktis dan adaptasi terhadap perubahan industri," terang Prof Nyoman Pujawan, Rektor ULBI.
“Perguruan tinggi BUMN tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga wadah untuk mengembangkan kapasitas mahasiswa sesuai kebutuhan masyarakat. New Policy ini menggabungkan sumber daya dan inisiatif dari seluruh anggota untuk menciptakan kesempatan pendidikan yang lebih inklusif,” tambah Prof Nyoman Pujawan.
Dalam New Policy 2026, Aperti BUMN memperluas cakupan beasiswa ke seluruh penjuru Indonesia. Program ini memberikan dua jenis kuota, yaitu beasiswa penuh dan parsial, untuk memastikan peserta dari berbagai latar belakang bisa terwakili. "Program beasiswa ini pertama kali diluncurkan pada 2019 dengan hanya 30 kuota, tetapi sekarang telah berkembang lebih dari sepuluh kali lipat dalam tujuh tahun terakhir," kata Iwa. Pertumbuhan ini menunjukkan keberhasilan New Policy dalam meningkatkan partisipasi pendidikan tinggi berkualitas.
Perkembangan Program Beasiswa dari Tahun ke Tahun
Beasiswa tahunan Aperti BUMN telah berjalan selama beberapa tahun, dengan jumlah kuota terus meningkat. Pada 2024, kuota mencapai 295, lalu naik menjadi 301 pada 2025. "Kenaikan jumlah beasiswa menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan perguruan tinggi BUMN dalam mencetak SDM yang berdaya saing," papar Iwa. Dengan New Policy ini, Aperti BUMN berharap bisa memberikan dampak lebih luas bagi generasi muda Indonesia, terutama dalam bidang-bidang kritis seperti energi, teknologi, dan logistik.
“Beasiswa adalah cara untuk memberikan pengaruh positif dalam pendidikan. Dengan New Policy ini, Aperti BUMN ingin memastikan setiap mahasiswa yang berbakat punya peluang mengembangkan diri secara maksimal,” kata Prof Iwa Garniwa.
Peluncuran New Policy beasiswa 2026 juga diharapkan menjadi langkah awal dalam menghadirkan solusi pendidikan berkelanjutan. Program ini tidak hanya mendukung akses pendidikan, tetapi juga memastikan lulusan BUMN bisa berkontribusi dalam menghadapi tantangan global. "Kita harus membangun lulusan yang mampu mengakar di industri, bukan hanya di kampus," tegas Iwa. Dengan New Policy ini, Aperti BUMN menegaskan komitmen untuk menciptakan sistem pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perekonomian nasional.