FitInfoSehat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Strategy: Lestarikan Budaya Sunda Pemkot dan HPDKI Kota Bandung, Gelar Seni Ketangkasan Domba Garut

Published Juli 5, 2026 · Updated Juli 5, 2026 · By Michael Williams

Lestarikan Budaya Sunda, Pemkot Bandung dan HPDKI Sambut Kontes Domba Garut

Key Strategy - Kota Bandung kembali menjadi pusat perhatian untuk pelestarian kebudayaan Sunda, setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) meresmikan arena khusus yang bertujuan sebagai platform untuk memperkenalkan dan mempromosikan kreativitas serta kualitas ternak, khususnya domba Garut. Arena ini menjadi wujud nyata dari mimpi yang lama diusahakan, berkat kerja sama strategis dengan Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Kota Bandung. Acara pembukaan Kontes Seni Ketangkasan Domba Garut dilakukan pada Minggu (5/7) di Pamidangan Synergy Arena, sebuah kompleks yang berada di Jalan Cilengkrang I, Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung.

Sejarah dan Tujuan Event

Kontes ini tidak hanya sekadar ajang pameran hewan ternak, tetapi juga upaya menyelenggarakan seni tradisional yang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sunda. Domba Garut, sebagai simbol budaya lokal, dikenal memiliki ciri khas seperti tanduk yang kuat dan keunikan genetik yang terjaga. Pemkot Bandung dan HPDKI memandang penting untuk memperkuat nilai-nilai budaya ini melalui event yang bermakna dan profesional. Selain itu, kontes ini bertujuan meningkatkan kualitas domba Garut, sekaligus memberikan manfaat ekonomi kepada para peternak melalui standardisasi dan evaluasi yang objektif.

Proses Penyelenggaraan

Sebagai bentuk pemanfaatan optimal arena pamidangan, DKPP bekerja sama dengan HPDKI menyelenggarakan kontes yang menggabungkan elemen seni dan pertanian. Pertunjukan ini diharapkan menjadi sarana untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya perawatan hewan secara bertanggung jawab. Selain itu, kontes juga memperkenalkan kekayaan hewan ternak yang ada di Kota Bandung, termasuk berbagai jenis domba dengan kemurnian ras yang berbeda. Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, menyampaikan bahwa ajang ini mencerminkan komitmen bersama untuk mengubah persepsi "adu domba" dari pertandingan semata menjadi bentuk seni yang berbasis budaya dan mengutamakan kesejahteraan hewan.

“Ajang ini bukan hanya sebagai hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sebagai sarana strategis untuk menjaga kelestarian budaya Sunda sekaligus memperkuat ekonomi para peternak melalui standarisasi kualitas yang aman dan terukur,” ujarnya.

Kontes Seni Ketangkasan Domba Garut dihadiri oleh ratusan peternak dan penggemar domba, yang dikenal sebagai "bobotoh". Mereka tampil dengan semangat tinggi, seiring dimulainya gelaran yang diramaikan oleh suara alat musik tradisional dan pertunjukan pencak silat. Domba-domba dengan postur tubuh kuat dan tanduk yang unik mulai memasuki arena, menciptakan suasana yang penuh kegembiraan. Suara gamelan dan gerakan pencak silat mengisi udara, memberi energi bagi para peserta yang ingin menunjukkan keunggulan ternak mereka.

Standarisasi dan Kesejahteraan Hewan

Kontes ini dirancang untuk menciptakan standar kualitas domba Garut yang dapat diukur secara objektif. Gin Gin Ginanjar menjelaskan bahwa persiapan arena pamidangan tidak hanya melibatkan fasilitas fisik, tetapi juga sistem regulasi yang ketat dan tim juri yang kompeten. “Kolaborasi dengan HPDKI sangat penting dalam menyediakan penilaian yang adil dan memastikan domba Garut yang ditampilkan memiliki genetik serta kesehatan yang optimal,” tambahnya.

Di samping itu, event ini juga berupaya mengubah stigma "adu domba" yang dulu lebih dianggap sebagai pertandingan kasar menjadi bentuk seni budaya yang profesional. Selama acara, para peternak tidak hanya menampilkan domba mereka, tetapi juga menjelaskan proses pemeliharaan, pemakanan, dan kesejahteraan hewan yang menjadi prioritas. Hal ini memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan dan penghargaan terhadap kehidupan hewan, sekaligus menjaga harmoni antara pertanian dan seni.

Manfaat Ekonomi dan Pelaku UMKM

Kehadiran kontes ini memberikan dampak positif terhadap sektor pertanian dan ekonomi lokal. Pemkot Bandung memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi bersama HPDKI, karena event ini mampu menggerakkan roda ekonomi hilir, seperti pengembangan industri pakan, perdagangan domba, dan pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjual produk terkait domba Garut. Berbagai hadiah menarik yang disediakan untuk kategori tertentu, seperti kelas ternak terbaik atau keunikan genetik, diharapkan mendorong partisipasi lebih aktif para peternak.

“Kontes ini menjadi momentum untuk memperkenalkan domba Garut kepada publik luas, termasuk calon pembeli dan penggemar yang ingin mendapatkan hewan berkualitas,” kata Gin Gin Ginanjar. Selain itu, keberlanjutan acara ini, yang direncanakan digelar setiap bulannya, bertujuan membangun kebiasaan masyarakat dalam menghargai nilai-nilai kebudayaan lokal. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini juga meningkatkan daya tarik domba Garut sebagai produk unggulan yang bisa dijual ke pasar nasional maupun internasional.

Tim Juri dan Kriteria Penilaian

Untuk memastikan keadilan dalam penilaian, DKPP dan HPDKI mengutus tim juri yang terdiri dari para ahli pertanian, peternak berpengalaman, serta konsultan seni. Tim ini mengevaluasi berbagai aspek, seperti kebugaran domba, bentuk tanduk, dan kesehatan secara umum. Kriteria penilaian dirancang agar tidak hanya mengutamakan fisik, tetapi juga aspek kesejahteraan hewan seperti perawatan, lingkungan tempat tinggal, dan nutrisi yang diberikan. “Proses ini sangat penting untuk menjaga konsistensi kualitas domba Garut, sehingga bisa menjadi ikon budaya yang mendunia,” jelas Gin Gin Ginanjar.

Pelaksanaan kontes ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan komunitas peternak. Dengan dukungan dari HPDKI, DKPP mampu memberikan fasilitas pamidangan yang memadai, termasuk area pameran, tenda, dan fasilitas kesehatan. Selain itu, acara ini menjadi ajang diskusi antara peternak dan peneliti tentang inovasi dalam pemeliharaan domba Garut, seperti penerapan teknologi modern dalam bidang pertanian dan pakan.

Harapan Masa Depan

Kontes Seni Ketangkasan Domba Garut diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sebagai bentuk kebanggaan masyarakat Sunda dalam mempertahankan warisan budaya mereka. Pemkot Bandung menargetkan acara ini akan menjadi rutinitas bulanan, dengan berbagai kategori yang diperluas sesuai dengan perkembangan industri ternak. “Dengan diadakannya event ini secara berkala, kami yakin masyarakat akan lebih memahami nilai-nilai budaya dan ekonomi yang terkandung dalam domba Garut,” tegas Gin Gin Ginanjar.

Lebih lanjut, acara ini juga menjadi wadah untuk memperkenalkan domba Garut kepada generasi muda, agar mereka terinspirasi untuk terlibat dalam pelestarian budaya lokal. Selain itu, kontes ini diharapkan mendorong pengembangan pariwisata kuliner dan seni, karena domba Garut tidak hanya bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga memiliki nilai estetika yang unik. “Pemkot Bandung akan terus berupaya meningkatkan keberlanjutan event ini, sekaligus memperluas jaringan ker