FitInfoSehat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Diguncang Gempa 3,4 M – Warga Cianjur Kaget

Published Juni 7, 2026 · Updated Juni 7, 2026 · By Lisa Miller

Diguncang Gempa 3,4 M, Warga Cianjur Kaget

Diguncang Gempa 3 4 M - Pada Sabtu (6/6) sekitar pukul 19.57 WIB, warga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dikejutkan oleh gempa yang terjadi. Getaran dari bumi ini cukup kuat, sehingga membuat sebagian orang langsung berlarian ke luar rumah. Meski magnitudo gempa relatif kecil, efeknya terasa jelas di wilayah tersebut. Pemukiman yang berdekatan dengan pusat gempa pun mengalami gangguan, dengan sejumlah warga mencoba memastikan keadaan sekitar mereka.

Keterangan dari BMKG

Menurut data yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa yang terjadi memiliki magnitudo 3,4. Episenternya berada di kordinat 6.91 LS dan 107.11 BT, yaitu sekitar 10 kilometer di arah Barat Daya dari Kabupaten Cianjur. Kedalaman gempa yang mencapai 11 kilometer membuat getaran ini terasa lebih jelas dibandingkan gempa yang terjadi di kedalaman lebih dalam. Meski demikian, dampak langsung dari gempa tersebut belum menimbulkan kerusakan signifikan.

"Gempanya tadi cukup besar. Awalnya saya kira ada kucing di atap. Ternyata gempa," kata Yaya Rohaya, 64, warga Gang Harapan I Kelurahan Sayang Kecamatan Cianjur, Sabtu malam. Yaya mengatakan bahwa dirinya sempat keluar rumah karena merasa khawatir getaran akan berlangsung lama. Ia juga memastikan kondisi tetangganya untuk mengetahui apakah ada dampak serius dari gempa tersebut.

Selain Yaya, sejumlah warga lainnya juga merasakan ketidaknyamanan akibat getaran. Banyak orang yang memperkirakan bahwa gempa ini adalah bagian dari rangkaian aktivitas seismik yang sering terjadi di wilayah Jawa Barat. Namun, intensitas getaran yang terasa tetap memicu reaksi instinktif, terutama di area yang lebih dekat dengan pusat gempa. Meski begitu, kejadian ini tidak menyebabkan laporan kerusakan rumah atau infrastruktur.

Respons dari BPBD Kabupaten Cianjur

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cianjur, Samudra Wira Purnama, menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa. Namun, ia sudah memerintahkan petugas piket untuk segera melakukan pemeriksaan di lapangan. "Termasuk memantau laporan yang masuk ke call center BPBD. Mudah-mudahan tidak ada yang terdampak," ujarnya melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, Sabtu malam.

Samudra menegaskan bahwa BPBD akan terus memantau situasi setelah gempa. Meski magnitudo kecil, ia menekankan pentingnya waspada karena Cianjur berada di zona rawan gempa. Sejumlah warga memang sudah membangun kesadaran akan potensi bencana alam ini, terutama setelah kejadian serupa terjadi beberapa waktu lalu. Dengan demikian, setiap gempa yang terjadi, termasuk yang dengan magnitudo 3,4, selalu memicu respons cepat dari warga sekitar.

"Kalau ada gempa seperti ini, saya masih trauma dengan kejadian waktu dulu. Makanya, setiap ada gempa, saya pasti langsung ke luar rumah," pungkas Yaya Rohaya. Ia menyebutkan bahwa pengalaman masa lalu memberinya pelajaran untuk selalu waspada. Warga Cianjur, kata Yaya, kerap mengingat bagaimana gempa yang lebih besar sebelumnya menimbulkan dampak besar, termasuk kerusakan pada bangunan dan jalan raya.

Di sisi lain, gempa ini juga dirasakan oleh warga di Sukabumi, meski intensitasnya lebih ringan. Iqbal Baqar, 50, warga rusunawa Kota Sukabumi, mengatakan bahwa getaran dari gempa terasa kurang dari dua detik. "Tapi cuma sebentar. Lebih kurang 1-2 detik terasa getarannya," ujarnya. Iqbal menjelaskan bahwa warga di Sukabumi merasa gelombang gempa, tetapi tidak terlalu mengganggu aktivitas sehari-hari.

Menurut Samudra, gempa yang terjadi pada Sabtu malam tidak menimbulkan dampak serius karena kedalaman episenter yang cukup jauh. Namun, ia menambahkan bahwa BMKG akan terus memantau gelombang gempa selama beberapa hari ke depan untuk mengantisipasi kemungkinan gempa berikutnya. "Kita perlu mengetahui pola aktivitas seismik ini agar bisa memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat," tuturnya.

Dalam situasi ini, warga Cianjur dan Sukabumi menunjukkan reaksi yang beragam. Sebagian orang langsung mencari perlindungan di tempat yang lebih aman, sementara sebagian lainnya tetap tenang dan hanya mengamati fenomena alam tersebut. Perbedaan respons ini mencerminkan pengalaman masing-masing individu terhadap gempa, baik secara langsung maupun melalui pengalaman orang tua atau keluarga.

Samudra juga menyebutkan bahwa BPBD akan siap siaga menghadapi situasi darurat apabila gempa berpotensi memicu tsunami atau pergeseran tanah. Meski gempa yang terjadi sekarang tidak memicu kejadian tersebut, kewaspadaan tetap diperlukan. "Kita perlu memastikan bahwa sistem peringatan dini berjalan lancar dan semua warga memahami cara merespons saat terjadi gempa besar," jelasnya.

Dengan demikian, meski gempa berkekuatan 3,4 M ini tidak menimbulkan kerusakan serius, ia tetap menjadi pengingat bagi masyarakat Cianjur dan Sukabumi akan pentingnya persiapan menghadapi bencana alam. BMKG dan BPBD bersama-sama akan terus mengawasi kejadian seismik, termasuk memastikan bahwa warga tidak terlalu terkejut dan bisa menjalani kehidupan normal tanpa rasa takut berlebihan.

Keterlibatan warga dalam mengantisipasi gempa juga menjadi faktor penting. Yaya Rohaya, misalnya, menunjukkan bahwa pengalaman masa lalu membuatnya lebih sensitif terhadap getaran bumi. Sementara itu, Iqbal Baqar menggambarkan bagaimana warga Sukabumi memahami bahwa gempa seperti ini tidak selalu membahayakan, tetapi tetap perlu diwaspadai. Dengan kepedulian dan kesadaran yang tinggi, warga berharap bisa mengurangi risiko yang mungkin terjadi di masa depan.

Sejumlah warga yang terdampak