Solusi untuk: Trump Klaim Kemenangan Atas Iran, Ancam Serang Infrastruktur Energi Jika Jalur Damai Gagal

61988a6b 97fb 4d29 947a e32ccc3a7a38 0

Trump Klaim Kemenangan Atas Iran, Ancam Serang Infrastruktur Energi Jika Jalur Damai Gagal

Pernyataan Trump Tentang Kemenangan dan Ancaman Terhadap Iran

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menyatakan bahwa AS telah menang dalam perang melawan Iran. Meskipun mengklaim konflik bersenjata telah berakhir, ia tetap menyisakan opsi untuk melanjutkan serangan terhadap infrastruktur energi Iran jika negosiasi damai belum menghasilkan kesepakatan. Dalam pidato di Oval Office, Trump menekankan dominasi militer AS atas Iran yang menurutnya sudah tidak berdaya.

Trump juga mengkritik laporan media yang, menurutnya, terus memperpanjang ketegangan. “Saya tidak suka menyebut ini, tetapi kita telah memenangkan perang ini. Satu-satunya yang ingin memperpanjangnya adalah berita palsu,” ujarnya. Ia menyoroti ketimpangan kekuatan militer antara dua negara sebagai bukti kemenangannya, dengan menekankan kemampuan AS untuk menekan pertahanan Iran.

“Kita tidak sedang menang dalam perang di mana mereka tidak memiliki angkatan laut, angkatan udara, atau apa pun, sementara kita memiliki pesawat yang terbang di atas Teheran dan wilayah lainnya,” tambah Trump.

Dalam beberapa minggu terakhir, retorika Trump terhadap akhir perang ini terus berubah. Sebelumnya, ia sempat mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz belum dibuka hingga Senin malam. Namun, pada hari Senin pagi, Trump membatalkan ancaman tersebut, menyatakan bahwa AS dan Iran telah melakukan “percakapan produktif” dan memutuskan menunda serangan terhadap situs energi selama lima hari.

Menariknya, Trump mengungkapkan adanya perbedaan pendapat di internal pemerintahannya mengenai strategi gencatan senjata. Ia menyebut Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine lebih memilih penyelesaian melalui jalur militer. “Pete tidak ingin masalah ini diselesaikan melalui kesepakatan,” ujarnya. Trump menambahkan bahwa kedua pejabat itu “cukup kecewa” dengan peluang negosiasi.

Sementara itu, ia memuji sikap tegas para petinggi militer tersebut sebagai langkah positif. “Mereka tidak ingin penyelesaian. Mereka ingin memenangkan perang ini sepenuhnya,” pungkas Trump.