FitInfoSehat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

New Policy: Alumni Indonesia-Tiongkok Jadi Jembatan Penguatan SDM

Published Juni 12, 2026 · Updated Juni 12, 2026 · By Lisa Miller

Alumni Indonesia-Tiongkok: Jembatan Penguatan SDM

New Policy - Kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok kini semakin menekankan penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas utama. Hal ini diwujudkan melalui acara Alumni Gathering Indonesia-China Technical Cooperation Program Silk Road Night Market Reunion, yang digelar di Gedung Krida Bhakti, Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, pada Kamis (11/6) malam. Kehadiran para alumni yang terlibat dalam program pelatihan bilateral ini menjadi bukti komitmen kedua negara untuk meningkatkan kualitas SDM melalui pengembangan kapasitas.

Kemitraan Jangka Panjang dan Manfaat Nyata

Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, menyatakan bahwa program peningkatan kapasitas yang dilakukan Tiongkok menjadi fondasi penting dalam memperkuat hubungan bilateral selama lebih dari dua dekade. "Kami memandang bahwa program ini bukan hanya satu arah. Indonesia juga memberikan banyak pembelajaran kepada Tiongkok, sehingga menjadi proses pengayaan bersama," kata Wang dalam wawancara. Ia menegaskan bahwa Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Prabowo Subianto secara bersamaan memberikan perhatian besar terhadap pembangunan SDM, yang dianggap sebagai salah satu kunci keberhasilan kemitraan strategis.

"Kerja sama teknis Indonesia-Tiongkok mencakup berbagai sektor strategis, termasuk penguatan SDM. Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan kompetensi aparatur, tetapi juga mempererat ikatan sosial dan budaya antara kedua bangsa," ujar Wang.

Menurut Wang, peran alumni program pelatihan merupakan aset berharga dalam memperkuat hubungan antarmanusia. Mereka menjadi penghubung yang memperbesar jaringan pertukaran pengalaman dan pengetahuan. "Dengan dukungan alumni, hubungan Indonesia-Tiongkok akan terus berkembang, serta memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat kedua negara," tambahnya.

Kolaborasi Berkelanjutan dan Pendidikan Tinggi

Di sisi lain, Staf Ahli Menteri Sekretaris Negara, Sari Harjanti, mengapresiasi kontribusi Tiongkok dalam mendukung peningkatan kapasitas aparatur pemerintah Indonesia. Mewakili Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sari menyebutkan bahwa kerja sama selama puluhan tahun telah menciptakan banyak hasil konkret, terutama di bidang perdagangan, investasi, infrastruktur, energi, pendidikan, dan pengembangan SDM.

"Kerja sama teknis ini jauh melampaui sekadar pelatihan. Ini merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan SDM melalui transfer pengetahuan, peningkatan kompetensi, serta perluasan jejaring internasional," kata Sari.

Sari menambahkan bahwa minat aparatur pemerintah Indonesia untuk mengikuti program pelatihan internasional terus meningkat setiap tahun. Tidak hanya pelatihan berbasis keterampilan, kini tersedia juga kesempatan pendidikan tingkat magister. Jumlah peserta program internasional tersebut naik signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dengan Tiongkok menyediakan setidaknya 173 program pelatihan di periode 2024–2026. Program-program ini disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan nasional Indonesia, mencakup berbagai bidang seperti manajemen bencana, inovasi teknologi, hingga kesejahteraan masyarakat.

Kontribusi Alumni dan Energi Baru dalam Kemitraan

Dubes Wang juga mengungkapkan bahwa penguatan SDM menjadi energi baru dalam memperkuat kemitraan strategis. Ia menekankan bahwa hubungan antarmanusia, termasuk pertukaran pengetahuan dan pengalaman, memainkan peran kritis dalam menopang keberlanjutan kerja sama kedua negara. "Dalam dunia yang terus berubah, Indonesia dan Tiongkok memiliki posisi unik sebagai mitra strategis di kawasan dan negara-negara Global South," ujarnya.

Menyambut dinamika geopolitik global, Wang menyebutkan bahwa keadilan internasional dan multilateralisme menjadi nilai utama dalam kerja sama ini. Ia berharap program pelatihan tetap berjalan stabil, serta mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kami ingin menciptakan masa depan yang lebih baik melalui kolaborasi ini, baik dalam bidang ekonomi maupun sosial," imbuhnya.

Harapan untuk Masa Depan dan Pertukaran Sosial

Sari Harjanti menyatakan bahwa alumni program pelatihan tidak hanya membawa ilmu, tetapi juga membangun ikatan persahabatan yang kuat. "Mereka menjadi bagian dari masyarakat yang lebih terhubung, serta mendorong pengembangan SDM secara bersama," katanya. Ia juga berharap komunitas alumni terus berkembang menjadi wadah dinamis untuk berbagi praktik terbaik dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Dalam kesempatan tersebut, Wang Lutong menyoroti bahwa alumni Indonesia-Tiongkok merupakan kekuatan yang tidak terpisahkan dalam mempererat hubungan bilateral. "Dengan pengalaman dan jaringan yang mereka bangun, alumni ini bisa menjadi faktor pendorong dalam menciptakan kemakmuran bersama," jelasnya. Ia menambahkan bahwa upaya ini tidak hanya menguntungkan kedua negara, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kawasan Asia Tenggara dan dunia.

Strategi Jangka Panjang dan Pengembangan Kapasitas

Menurut Sari, penguatan SDM melalui program kerja sama Tiongkok memperlihatkan komitmen jangka panjang pemerintah. "Kami berharap program seperti ini terus berlanjut, serta membentuk SDM yang lebih adaptif terhadap tantangan global," ujarnya. Ia menekankan bahwa peningkatan kapasitas ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menciptakan kepercayaan dan saling pengertian antarbangsa.

Program kerja sama teknis Indonesia-Tiongkok, terutama dalam bidang pengembangan SDM, dinilai menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang paling berdampak. Dengan jumlah lebih dari 4.000 pegawai negeri sipil (PNS) yang telah mengikuti pelatihan di berbagai bidang, kemitraan ini membantu meningkatkan efisiensi pemerintahan, serta memperkuat kemampuan Indonesia dalam menghadapi perubahan ekonomi global.

Wang Lutong menutup wawancaranya dengan menggarisbawahi pentingnya alumni sebagai bagian dari proses transformasi. "Kami percaya bahwa peran alumni ini akan semakin signifikan, terutama dalam memperluas kemungkinan kemitraan di masa depan," ujarnya. Dengan terus mendorong pertukaran pengetahuan dan pengalaman, kedua negara berharap menciptakan SDM yang lebih tangguh, serta menjaga hubungan yang saling menguntungkan di tengah dinamika dunia yang terus berkembang.