FitInfoSehat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

What You Need to Know: 12 Bahaya Radiasi pada Ibu Hamil

Published Juni 26, 2026 · Updated Juni 26, 2026 · By Michael Williams

12 Bahaya Radiasi pada Ibu Hamil

What You Need to Know - Radiasi adalah fenomena energi yang merambat dalam bentuk gelombang elektromagnetik atau partikel-partikel yang bergerak melalui ruang atau medium. Sumber radiasi bisa berasal dari alam, seperti sinar matahari atau sinar kosmik, maupun dari aktivitas manusia, seperti penggunaan alat medis atau perangkat elektronik. Meski radiasi biasanya tidak berbahaya dalam kadar rendah, paparan dalam dosis tinggi selama kehamilan dapat membawa risiko signifikan bagi kesehatan janin.

Ketika radiasi masuk ke dalam tubuh ibu hamil, energi tersebut bisa menembus organ-organ dalam, termasuk rahim. Jika terjadi pada fase pembentukan organ, radiasi berlebihan berpotensi merusak sel-sel yang sedang aktif membelah, yang merupakan komponen utama dari pertumbuhan janin. Dampak ini bisa menyebabkan gangguan pada perkembangan fisik dan mental bayi, seperti kelainan struktur atau fungsi organ.

Dalam tahap awal kehamilan, yaitu trimester pertama, janin sangat rentan terhadap radiasi. Jika terpapar pada periode ini, risiko keguguran meningkat secara signifikan. Paparan radiasi yang kuat juga berpotensi menghambat pertumbuhan otak dan sistem saraf pusat, yang merupakan aspek kritis dalam perkembangan bayi. Hal ini bisa menyebabkan kondisi seperti retardasi mental atau gangguan neurologis.

Beberapa studi menunjukkan bahwa radiasi yang terpapar secara terus-menerus selama kehamilan dapat meningkatkan kemungkinan anak mengalami kanker tertentu di masa depan. Kanker seperti leukaemia atau kanker sarcomatik mungkin lebih rentan terjadi, terutama jika paparan terjadi pada tahap pertumbuhan kritis.

Radiasi juga memengaruhi proses pembentukan jaringan saraf. Selama masa kehamilan, jaringan saraf janin sedang berkembang, dan paparan radiasi berlebihan bisa mengganggu pembentukan ini. Akibatnya, kemampuan belajar dan perkembangan intelektual anak mungkin terhambat. Meski efek ini tidak selalu terjadi, risikonya tetap perlu diperhatikan.

Salah satu jenis radiasi yang paling berisiko adalah radiasi ionisasi, seperti sinar X atau sinar gamma. Alat medis seperti mesin CT scan atau rontgen sering digunakan dalam diagnosis, tetapi harus hati-hati dihindari sebelum trimester kedua. Dalam kasus tertentu, paparan radiasi bisa menyebabkan kelainan perkembangan, seperti spina bifida atau anencefali.

Meski begitu, radiasi tidak selalu berbahaya. Dosis yang rendah dan terkontrol, seperti dari sinar matahari atau alat elektronik sehari-hari, biasanya tidak memberikan risiko signifikan. Namun, pada ibu hamil, bahkan paparan yang terlihat kecil pun bisa memengaruhi janin jika terjadi secara berulang.

Komplikasi lain yang mungkin muncul adalah peningkatan risiko persalinan prematur. Radiasi yang terpapar di awal atau tengah kehamilan dapat memengaruhi kesehatan plasenta, sehingga memengaruhi aliran darah dan nutrisi ke janin. Hal ini berpotensi menyebabkan kelahiran lebih awal dari jadwal normal.

Paparan radiasi berlebihan selama kehamilan juga bisa menyebabkan bayi lahir dengan berat badan lebih rendah. Dalam kondisi ini, janin mungkin tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, yang berdampak pada pertumbuhan fisiknya. Faktor lain yang memperparah kondisi ini adalah frekuensi dan durasi paparan radiasi.

Sebagai contoh, paparan sinar X yang tidak dibutuhkan selama kehamilan awal bisa berisiko tinggi. Meski radiasi dari sinar X tidak selalu berbahaya, dosis yang tinggi atau berulang bisa menimbulkan efek negatif. Oleh karena itu, dokter sering menyarankan penggunaan alat tersebut hanya jika benar-benar diperlukan.

Ada juga jenis radiasi non-ionisasi, seperti gelombang radio atau microwave, yang biasanya lebih aman. Namun, jika paparan terjadi secara intens dan lama, ada kemungkinan menyebabkan gangguan pada fungsi tubuh janin. Misalnya, paparan dari perangkat elektronik seperti ponsel atau laptop jika digunakan terus-menerus dekat perut ibu hamil.

Dalam beberapa kasus, radiasi yang terpapar bisa memengaruhi pertumbuhan tulang dan sendi janin. Jika paparan terjadi pada tahap pertumbuhan tulang, risiko kelainan struktur seperti kaki terlentang atau angkang bisa meningkat. Radiasi juga berpotensi mengganggu pembentukan jaringan ikat, yang berdampak pada kemampuan janin untuk berkembang secara normal.

Meski efek radiasi pada ibu hamil bisa bervariasi tergantung pada jenis dan intensitas paparan, semua bentuk radiasi yang berlebihan perlu dihindari sejak awal kehamilan. Untuk meminimalkan risiko, ibu hamil disarankan untuk memantau sumber radiasi di sekitarnya dan memastikan paparan terjadi dalam dosis yang aman.

Sumber : alodokter, keslankemkes