FitInfoSehat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Topics Covered: Bye Badan Pegal! Studi Ungkap Durasi “Camilan Bergerak” Paling Pas Saat Kerja Kantoran

Published Juni 25, 2026 · Updated Juni 25, 2026 · By Sandra Brown

Perkembangan Terbaru: Camilan Bergerak Paling Efektif untuk Karyawan Kantor

Topics Covered - Kebiasaan duduk lama yang sering dijalani oleh pekerja kantoran terbukti merugikan kesehatan fisik dan mental. Aktivitas seperti mengetik dokumen, membalas email, hingga menghadiri rapat sering kali mengakibatkan kurangnya gerakan tubuh. Dampaknya, risiko terkena obesitas, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2 meningkat. Namun, studi terbaru dari British Journal of Sports Medicine menawarkan strategi praktis untuk mengatasi masalah ini tanpa mengorbankan efisiensi kerja.

Rekomendasi untuk Menjaga Kesejahteraan

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal tersebut menyarankan istirahat berupa kegiatan fisik ringan selama lima menit setiap jam. Metode ini disebut "camilan bergerak" dan terbukti efektif dalam meningkatkan suasana hati serta mengurangi kelelahan. Keputusan ini diambil setelah melibatkan lebih dari 11.000 karyawan AS, yang bekerja dalam shift delapan hingga sembilan jam di lingkungan kantor.

“Kabar baiknya adalah istirahat dengan berjalan kaki selama lima menit setiap jam sudah cukup untuk memperbaiki suasana hati dan mengurangi kelelahan. Dan orang-orang menganggap hal ini realistis serta dapat dicapai,”

ucap Keith Diaz, peneliti utama studi ini kepada BBC News. Ia menjelaskan bahwa kebanyakan orang dewasa menghabiskan tiga perempat waktu bangun dalam keadaan duduk atau tidak aktif. Meski rekomendasi umum untuk mengurangi waktu duduk dan meningkatkan gerakan tubuh, karyawan membutuhkan panduan spesifik agar tidak mengganggu produktivitas.

Para peserta studi diwajibkan mengambil jeda berjalan kaki dengan interval yang berbeda: setiap setengah jam, satu jam, atau dua jam sekali. Hasil menunjukkan bahwa istirahat setiap setengah jam bermanfaat untuk kesejahteraan emosional, tetapi sering dianggap mengganggu tugas utama. Di sisi lain, jeda dua jam sekali lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali, meski tidak seoptimal jeda satu jam.

Pelaksanaan Praktis dalam Lingkungan Kerja

Diaz menegaskan bahwa kebiasaan duduk merupakan tantangan bagi banyak karyawan. Namun, berjalan kaki selama lima menit setiap jam bisa menjadi solusi yang mudah diterapkan. Contoh aktivitas sederhana seperti rapat sambil berjalan atau mondar-mandir saat menerima panggilan telepon tidak hanya memperbaiki kesejahteraan, tetapi juga memperkuat fokus dan kemampuan kognitif.

“Meskipun tampaknya berlawanan dengan intuisi, jeda untuk bergerak sebenarnya dapat meningkatkan kinerja kerja,”

kata Diaz. Ia menambahkan bahwa aktivitas ini membantu meningkatkan fungsi eksekutif, perhatian, dan memori. Karyawan yang mengambil istirahat fisik seimbang cenderung merasa lebih santai dan segar sepanjang hari.

Metode "camilan bergerak" juga menawarkan fleksibilitas. Tidak harus menghentikan pekerjaan sepenuhnya, tetapi memungkinkan kegiatan ringan selama jeda. Misalnya, berjalan-jalan di sekitar kantor atau melakukan gerakan sederhana saat menunggu proses komputer selesai. Kombinasi ini dinilai efektif dalam menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kesehatan.

Kritik dan Rekomendasi Selanjutnya

Emily McGrath, perawat jantung senior di British Heart Foundation, menyambut baik hasil penelitian. Menurutnya, penambahan gerakan kecil dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Namun, ia menekankan bahwa studi ini bersifat jangka pendek dan mengandalkan data yang dilaporkan sendiri oleh peserta (self-reported data). “Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan dampak jangka panjang terhadap kesehatan jantung,”

“Studi ini mengandalkan data yang dilaporkan sendiri oleh peserta (self-reported data) dan bersifat jangka pendek, sehingga diperlukan penelitian yang lebih lama untuk memastikan dampaknya terhadap kesehatan jantung,”

katanya. Meski demikian, hasilnya memberi gambaran bahwa kebiasaan bergerak singkat bisa menjadi bagian integral dari rutinitas kantor.

Studi ini menyoroti pentingnya gerakan tubuh dalam mengatasi efek negatif duduk terlalu lama. Dalam lingkungan kerja modern, karyawan sering kali menghadapi tekanan untuk tetap produktif. Namun, penelitian membuktikan bahwa kegiatan singkat seperti jeda berjalan kaki bisa memperbaiki kinerja dan suasana hati. Para peneliti mengingatkan bahwa kunci keberhasilan terletak pada konsistensi, bukan durasi yang sangat panjang.

Keseimbangan Antara Keaktifan dan Efisiensi

Bagi banyak karyawan, perubahan kebiasaan ini bisa dianggap tantangan. Namun, teknik "camilan bergerak" dirancang agar tidak mengganggu alur kerja. Misalnya, berjalan sambil memikirkan ide atau mengambil langkah kecil saat menunggu sesuatu. Selain itu, karyawan bisa menyesuaikan frekuensi istirahat berdasarkan tugas yang diberikan. Untuk tugas yang membutuhkan fokus tinggi, interval satu jam mungkin lebih ideal.

Penelitian ini juga menggarisbawahi bahwa kesehatan bukanlah hal yang bisa diabaikan meski dalam rutinitas sehari-hari. Dengan mengambil jeda kecil, pekerja kantoran tidak hanya mengurangi risiko penyakit kronis, tetapi juga meningkatkan kinerja. Kombinasi antara kegiatan fisik dan tugas otak terbukti lebih optimal dibandingkan hanya duduk tanpa gerakan.

Diaza menegaskan bahwa jeda berjalan kaki tidak harus terasa seperti penalti. Banyak orang justru merasa lebih segar setelah istirahat. Dengan metode ini, karyawan bisa memperbaiki postur tubuh, meningkatkan sirkulasi darah, serta mengurangi rasa sakit otot. Hasilnya, produktivitas tidak menurun, bahkan cenderung meningkat karena tubuh tetap terjaga dan pikiran lebih segar.

Studi ini memberi harapan bagi pekerja kantoran yang ingin tetap aktif meski dalam lingkungan terbatas. Dengan merancang jeda berjalan kaki selama lima menit setiap jam, mereka bisa memenuhi kebutuhan fisik tanpa mengorbankan waktu kerja. Metode ini menawarkan solusi sederhana yang praktis, cocok untuk berbagai kondisi kantor, baik di ruang terbuka maupun ruangan tertutup.

Potensi Pengembangan dalam Masa Depan

Kritik terhadap studi ini menggarisbawahi perlunya penelitian jangka panjang untuk memvalidasi manfaat yang lebih dalam. Meski hasilnya menguntungkan, faktor seperti lingkungan kerja, jenis pekerjaan, dan gaya hidup individu bisa memengaruhi respons. Namun, langkah awal seperti mengintegrasikan "camilan bergerak" ke dalam rutinitas adalah langkah penting untuk mengurangi risiko kesehatan akibat duduk terlalu lama.

Dengan semakin banyak bukti yang menunjukkan manfaat kecil-kecil gerakan, perusahaan bisa memperkenalkan pola kerja yang lebih seimbang. Dari sisi kesehatan, kebiasaan ini membantu mencegah kelelahan kronis dan penyakit terkait gaya hidup duduk. Dari sisi produktivitas, para karyawan tetap fokus dan berenergi, sehingga mampu menyelesaikan tugas tanpa kelelahan berlebihan.

Diaz berharap hasil studi ini menjadi dasar untuk merancang kebijakan kesehatan di tempat kerja. “Kami ingin membantu k