Strategi Penting: Kolaborasi One Health bantu RI tekan risiko dari zoonosis prioritas

1000038549 1

Kolaborasi One Health Tingkatkan Upaya Kontrol Zoonosis di Indonesia

Dalam rangka menekan potensi penyebaran penyakit zoonosis, Kementerian Kesehatan menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor yang konkret, integrasi sistem data, serta peningkatan kapasitas daerah. Ini menjadi strategi utama dalam menerapkan pendekatan One Health, yang menggabungkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Pada Rabu di Jakarta, Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, menyatakan bahwa Indonesia telah mengeluarkan Peraturan Menteri Koordinator Nomor 7 Tahun 2022 sebagai panduan nasional untuk mengendalikan zoonosis dan penyakit menular baru.

Surveilans Berbasis Komunitas sebagai Pendorong Utama

Menurut Aji, kebijakan ini dirancang untuk mengatasi tantangan seperti fragmentasi wilayah, kompleksitas koordinasi lintas sektor, serta mobilitas manusia dan hewan yang tinggi antar pulau. “Kunci keberhasilan terletak pada surveilans berbasis komunitas, di mana masyarakat secara aktif terlibat dalam pengawasan dini terhadap kejadian penyakit,” jelasnya. Pendekatan ini dianggap lebih efektif karena mampu mempercepat deteksi dan memperluas cakupan sistem pengawasan.

“Indonesia menjadi salah satu daerah rawan zoonosis di Asia Tenggara karena memiliki lebih dari 200 jenis penyakit yang teridentifikasi, keanekaragaman hayati tinggi, dan interaksi manusia-hewan-lingkungan yang intens.”

Sebelumnya, pada Hari Kesehatan Sedunia yang diselenggarakan oleh WHO, Indonesia diapresiasi atas kemajuan dalam mengurangi risiko penyakit zoonosis melalui pendekatan One Health. Dr. N. Paranietharan, perwakilan WHO di Indonesia, menyoroti bahwa penyakit zoonosis sering menyebar dari hewan ke manusia, baik melalui kontak langsung maupun lingkungan yang tercemar. Menurut data global, lebih dari 60 persen penyakit menular dan hingga 75 persen penyakit baru berasal dari hewan.

Paranietharan juga mengungkapkan bahwa zoonosis memengaruhi lebih dari dua miliar orang dan menyebabkan kematian lebih dari dua juta per tahun. “Sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia menghadapi risiko peningkatan zoonosis akibat perubahan iklim, gangguan lingkungan, dan interaksi erat antara manusia, hewan, serta ekosistem alam,” tambahnya.

Upaya One Health Indonesia kini fokus pada penyakit prioritas seperti flu burung, leptospirosis, antraks, dan rabies. Dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat, pendekatan ini diharapkan dapat menangani tantangan bersama yang muncul akibat dampak kesehatan global seperti perubahan iklim dan penyakit baru. “Kolaborasi berbasis sains menjadi solusi efektif untuk menghubungkan tindakan lokal dengan strategi regional dan internasional,” tutur Paranietharan.