Strategi Penting: BRIN gandeng Korea Selatan lakukan riset pertanian cerdas
BRIN gandeng Korea Selatan lakukan riset pertanian cerdas
Jakarta, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menandatangani kerja sama dengan Korea Institute of Science and Technology (KIST) di Korea Selatan, dalam rangka memajukan produksi massal produk alami berkualitas tinggi di Indonesia. Kepala Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan (PRSIMB) BRIN, Nugroho Adi Sasongko, menyatakan kerja sama ini adalah tahap kedua dari sejumlah kesepakatan sebelumnya. “Kami mengeksplorasi ciri khas penyerapan nutrisi tanaman unggulan Indonesia di berbagai fase pertumbuhannya. Teknologi pertanian cerdas dari KIST memungkinkan pengecekan akurat kebutuhan nutrisi tanaman di lingkungan iklim tropis. Ini krusial untuk menjaga standar kualitas produk alami sesuai permintaan pasar global,” jelas Nugroho dalam pernyataan resmi di Jakarta, Selasa.
Kerja Sama Termasuk Perlindungan Kekayaan Intelektual
Menurut Nugroho, kesepakatan ini tidak hanya melibatkan aspek teknis pertanian tetapi juga mencakup perlindungan hak kekayaan intelektual. “Dengan menerapkan teknologi pertanian cerdas yang dikembangkan KIST, Indonesia diharapkan bisa meningkatkan nilai ekonomi produk hayati lokal menjadi bahan alami premium,” tambahnya.
Perjanjian Kerja Sama Dikukuhkan di Jakarta
Dalam periode kerja sama satu tahun, BRIN dan KIST berkomitmen untuk memperkuat kemampuan penelitian serta memperjatilkan hubungan bilateral di bidang teknologi pertanian masa depan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya BRIN mendorong pembangunan sistem industri dan manufaktur berkelanjutan di Tanah Air.
Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini secara resmi ditandatangani oleh Ketua Kerja Sama Proyek PRSIMB BRIN, Dudi Iskandar, serta Team Leader, sekaligus Koordinator Kerja Sama KIST, Soo Hyun Park, yang diwakili oleh Lee Ju Young, di Kantor BRIN Thamrin, Jakarta, pada 28 Maret 2026.
