Strategi Penting: BGN diminta investigasi menyeluruh temukan penyebab keracunan massal

WhatsApp Image 2026 04 07 at 19.03.12

BGN diminta investigasi menyeluruh temukan penyebab keracunan massal

Kasus keracunan massal yang terjadi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta Timur memicu tindakan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Badan Gizi Nasional (BGN) diharapkan melakukan penyelidikan yang transparan serta segera merilis hasil pemeriksaan laboratorium terkait penyebab insiden tersebut.

Permintaan KPAI ke BGN

Dalam pernyataan di Jakarta, Selasa, Wakil Ketua KPAI Jasra Putra menekankan perlunya investigasi menyeluruh dari BGN. “BGN harus memastikan semua aspek keamanan makanan dianalisis secara mendalam dan hasilnya diberitahukan secara cepat,” tuturnya dalam wawancara.

“BGN bertanggung jawab untuk melakukan penyelidikan menyeluruh secara terbuka dan segera mengungkap hasil pemeriksaan laboratorium terkait penyebab keracunan,” ujar Jasra Putra.

KPAI Menghimbau untuk Evaluasi Sistem

KPAI juga menyarankan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan, rantai distribusi, dan standar penyimpanan makanan di setiap SPPG. Tujuannya agar kejadian serupa tidak terulang lagi. “Pemulihan program harus dimulai dari perspektif anak dan orang tua, yang menjadi korban langsung,” tambah Jasra Putra.

Penjengukan Korban

Setelah informasi keracunan massal terungkap pada Kamis (2/4), KPAI melakukan inspeksi langsung ke SMUN 91. Mereka juga mengunjungi anak-anak yang terkena dampak di RS Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur. Insiden ini menimpa 72 siswa dari empat sekolah, yaitu SMAN 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, dan SDN Pondok Kelapa 07.

Saat ini, ratusan siswa masih menjalani perawatan intensif di beberapa rumah sakit, termasuk RSKD Duren Sawit, RSKD Pondok Kopi, dan RS Harum.