Special Plan: Gandeng BNPB, Pembekalan soal Mitigasi Bencana Terus Digencarkan di Desa Binaan
Special Plan: Kolaborasi UT-BNPB untuk Mitigasi Bencana Desa
Penguatan Pemahaman Mitigasi Bencana di Tingkat Masyarakat
Special Plan - Memahami dan menerapkan konsep mitigasi bencana alam kini menjadi kebutuhan mendesak bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di wilayah rawan bencana. Berbagai bentuk edukasi serta pembekalan pengetahuan harus terus-menerus disosialisasikan kepada warga agar mampu menghadapi potensi ancaman alam dengan lebih baik. Pernyataan ini disampaikan oleh Himawan Sutanto, yang menjabat sebagai Corporate Social Responsibility Manager PT United Tractors Tbk (UT), perusahaan anak usaha PT Astra International Tbk (Astra). Menurut Himawan, hal tersebut merupakan dasar utama diadakannya program Training of Trainers (ToT) Kampung Tangguh Bencana atau yang dikenal dengan sebutan Katana oleh UT.
Program kolaboratif yang diselenggarakan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini telah dilaksanakan di UT School Surabaya, Jawa Timur. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat desa dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang mungkin terjadi. Lebih dari sekadar pelatihan biasa, kegiatan ini mencerminkan komitmen UT dalam mendukung kontribusi sosial Grup Astra melalui penguatan kapasitas masyarakat desa agar menjadi lebih siap, tanggap, dan mandiri dalam menghadapi beragam ancaman bencana. Melalui Special Plan ini, UT dan BNPB bekerja sama untuk menciptakan dampak jangka panjang bagi masyarakat desa.
Metode Pelatihan dan Partisipan yang Terlibat
Dalam rangkaian pelatihan ini, para peserta mendapatkan pembekalan komprehensif mengenai pengurangan risiko bencana, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga respons tanggap darurat. Seluruh materi difasilitasi langsung oleh perwakilan BNPB yang berpengalaman. Metode pembelajaran yang digunakan mencakup pre-test untuk mengukur pemahaman awal, penyampaian materi secara interaktif, role play untuk simulasi situasi nyata, hingga simulasi lengkap yang dilakukan secara tatap muka selama lima hari penuh. Program Special Plan ini dirancang khusus untuk memastikan pemahaman yang mendalam.
Pelatihan ini diikuti oleh kader-kader Kampung Tangguh Bencana dari desa binaan UT yang tergabung dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). Para kader tersebut berasal dari delapan desa, yaitu Desa Sumbergondo, Tulungrejo, Giripurno, Mojorejo, Gumingsir, Tawangargo, Aribaya, dan Sumbermujur. Selain kader desa, kegiatan ini juga melibatkan perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dari Kabupaten Malang, Kota Batu, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Lumajang, serta BPBD Provinsi Jawa Timur sebagai mitra strategis dalam memperkuat sinergi pengurangan risiko bencana.
Harapan dan Dampak Jangka Panjang Program
Metode pembelajaran yang dirancang khusus ini bertujuan agar peserta tidak hanya memahami konsep mitigasi bencana secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya secara praktis saat menghadapi kondisi darurat. Melalui program ini, Himawan menyampaikan harapannya agar para peserta dapat menjadi fasilitator di daerah masing-masing yang mampu mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan serta pengurangan risiko bencana.
Melalui Training of Trainers Katana, UT bersama BNPB berupaya memperkuat kapasitas kader desa agar mampu menjadi fasilitator sekaligus penggerak kesiapsiagaan di masyarakat. Kami percaya bahwa masyarakat yang memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam mitigasi bencana akan lebih siap menghadapi berbagai risiko, sehingga desa binaan dapat tumbuh menjadi wilayah yang lebih tangguh, mandiri, dan berdaya,
ujar Himawan melalui keterangannya, Rabu (8/7/2026).
Kehadiran para kader tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya sadar bencana di tingkat desa sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih tangguh, mandiri, dan siap menghadapi berbagai ancaman. Dengan adanya program ini, diharapkan terjadi perubahan positif dalam cara masyarakat desa memahami dan merespons potensi bencana yang datang secara berkala. Special Plan ini menjadi langkah konkret untuk membangun ketangguhan desa dari akar rumput.
Program ToT Katana ini juga menjadi langkah strategis dalam membangun jaringan komunikasi yang efektif antara pemerintah daerah, lembaga penanggulangan bencana, dan masyarakat desa. Sinergi ini penting untuk memastikan bahwa setiap desa memiliki kapasitas yang memadai dalam menangani bencana baik sebelum, selama, maupun setelah kejadian. Melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, UT dan BNPB berharap dapat menciptakan model ketangguhan bencana yang dapat diadaptasi oleh daerah lain di Indonesia.
Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis tentang mitigasi bencana, tetapi juga membangun ekosistem dukungan yang berkelanjutan bagi masyarakat desa. Para kader yang telah mengikuti pelatihan akan menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan pemahaman tentang kesiapsiagaan bencana kepada anggota masyarakat lainnya. Hal ini akan menciptakan efek domino positif di mana pengetahuan tentang mitigasi bencana tersebar luas dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat desa. Melalui Special Plan, UT dan BNPB berkomitmen untuk terus menggencarkan pembekalan mitigasi bencana di desa-desa binaan mereka.