Solusi untuk: PDSKJI: Perlu peringatan edukatif pada iklan terkait kesehatan mental

b3ef76e7 cbac 49e9 9b03 15a5d884da31 0

PDSKJI: Perlu peringatan edukatif pada iklan terkait kesehatan mental

Ketua Umum PDSKJI respons terhadap baliho film “Aku Harus Mati”

Dr. Agung Frijanto, Ketua Umum PDSKJI, menyatakan hal ini sebagai respons terhadap pengumuman baliho film “Aku Harus Mati” yang dipasang di ruang umum. Iklan tersebut telah dicabut secara menyeluruh oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Menurut Agung, ruang publik diakses oleh berbagai kalangan, termasuk anak-anak, remaja, dan individu yang sedang menghadapi tekanan psikologis. Ia menegaskan bahwa paparan terus-menerus terhadap pesan tentang kematian dan keputusasaan, tanpa penjelasan yang memadai, bisa memicu respons negatif pada orang yang rentan.

“Paparan berulang pesan tentang kematian dan keputusasaan tanpa konteks yang tepat berpotensi menjadi pemicu bagi mereka yang memiliki riwayat depresi atau keinginan bunuh diri,” ujarnya dalam pernyataan resmi di Jakarta, Senin.

PDSKJI menegaskan bahwa mereka tidak menghambat kebebasan berekspresi dalam karya seni, tetapi mengingatkan bahwa pesan yang disampaikan di ruang publik harus mempertimbangkan dampak sosialnya. Tema yang dipaparkan, khususnya soal kesehatan mental, dianggap sangat sensitif. Oleh karena itu, tanggung jawab sosial menjadi penting untuk menjaga keselamatan psikologis masyarakat.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga menyampaikan pendapat serupa, yaitu bahwa perlu dilakukan penertiban materi promosi film yang dianggap kontroversial. Penayangan gambar atau narasi yang menggambarkan bunuh diri sebagai solusi masalah di ruang publik bisa memicu peniruan pada kelompok rentan.

Direktur Kemenkes: Media berpengaruh dalam membentuk persepsi

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, menjelaskan bahwa media memiliki kemampuan untuk membentuk cara masyarakat memahami isu-isu tertentu. Ia menambahkan bahwa judul, gambar, atau narasi yang menyederhanakan bunuh diri sebagai jalan keluar dari kesedihan dapat menurunkan ketahanan mental individu yang sudah rapuh.

“Paparan berulang terhadap pesan yang meromantisasi atau menormalisasi tindakan tersebut bisa menjadi pemicu bagi individu dengan riwayat depresi, impulsifitas, atau pengalaman trauma,” tutur Imran.

PDSKJI mengajak seluruh pihak, termasuk industri kreatif, regulator, dan masyarakat, untuk bekerja sama menciptakan lingkungan yang lebih aman secara psikologis. Menurut Agung, pentingnya menyertakan konteks edukatif atau pesan yang lebih positif harus menjadi prioritas. Kolaborasi dengan ahli kesehatan mental juga dianjurkan untuk memastikan komunikasi tetap bertanggung jawab.