Ruang kesenian berkelanjutan yang kekinian di Ladang Tari Nan Jombang

1000863943

Ruang kesenian berkelanjutan yang kekinian di Ladang Tari Nan Jombang

Di tengah suasana Padang yang penuh semangat, pertunjukan teater berlangsung dengan dinamika yang menarik. Dentuman gendang dan musik etnik menjadi pembuka, didampingi efek asap dan cahaya merah yang menghiasi panggung. Penonton memadati ruangan, sebagian duduk di bawah panggung sambil menunggu, sementara yang lain berdiri dengan antusias. Gedung pertunjukan Manti Menuik di Ladang Tari Nan Jombang, kompleks perumahan Balai Baru, Padang, kali ini terisi penuh, terutama oleh kalangan mahasiswa.

Pertunjukan yang ditampilkan oleh Komunitas Seni Ku-Liek Padang menggunakan karya Nilonali Sang Puti Bungo Karang. Sutradara Rafdisyam menghadirkan dekonstruksi naskah karya Wisran Hadi, dengan pendekatan ekokritik yang menggambarkan hubungan antara manusia dan alam. Luas panggung sekitar 12 x 9 meter dimanfaatkan maksimal oleh tujuh pemain. Cahaya dramatis yang dominan kuning dan biru memperkuat kesan menegangkan dari penampilan mereka.

Sesudah sinopsis dibacakan, pertunjukan dimulai dengan adegan yang menarik perhatian. Pelakon berperan sebagai puti bungo karang menggerakkan tubuhnya secara lembut, seolah mengikuti alur cerita yang ditampilkan melalui set panggung berupa mimbar. Atmosfer panggung yang dipadukan dengan efek cahaya lampu membuat penonton terlibat secara intensif. Lampu portabel yang terbatas dan monoton di tahun 2024 sempat membatasi kesan visual, tetapi di Ladang Tari Nan Jombang, pencahayaan yang lebih memadai menghadirkan kualitas yang berbeda.

Komunitas Seni Ku-Liek sebelumnya menampilkan naskah ini pada tahun 2025 di Festival Teater Sumatera Barat, di Gedung Kebudayaan Lantai 4 Taman Budaya Sumbar. Namun, kala itu panggung hanya terdiri dari lantai keramik dengan latar tirai sederhana. Meski performa tetap solid, respons penonton terasa kurang optimal karena keterbatasan fasilitas teknis. Kini, dengan fasilitas yang lebih lengkap, pertunjukan di Ladang Tari Nan Jombang menawarkan pengalaman yang lebih menyeluruh.

Pada tahun 2024, UPTD Taman Budaya Sumatera Barat menggelar Festival Teater ke-8 dengan tema “Merespon ruang bebas”. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi ruang kesenian yang lebih ramah lingkungan. Ladang Tari Nan Jombang, sebagai salah satu venue, berhasil menghadirkan ruang yang memadai untuk seni, meski ukurannya masih tergolong kecil.