FitInfoSehat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

New Policy: Tak Cukup Tahu, Masyarakat Kini Diajarkan Cara Tangani Darurat pada Lansia

Published Juni 28, 2026 · Updated Juni 28, 2026 · By Patricia Lopez

Tak Cukup Tahu, Masyarakat Kini Diajarkan Cara Tangani Darurat pada Lansia

New Policy - Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia, meningkatkan pemahaman masyarakat tentang tindakan darurat yang sering terjadi pada lansia menjadi semakin krusial. Data dari Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa sebanyak 16 provinsi telah memasuki fase penuaan penduduk, sehingga diperlukan edukasi yang lebih luas agar masyarakat bisa mengenali dan merespons kegawatdaruratan secara cepat dan tepat. Sebagai langkah konkret, Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI)-RSCM bekerja sama dengan Yayasan Kesejahteraan Muslimat Nahdlatul Ulama (YKMNU) menggelar kegiatan Sehat, Inspiratif, Giat, Aktif, dan Produktif (SIGAP) Lansia di Panti Asuhan Harapan Remaja, Jakarta Timur, Sabtu (27/6). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemampuan masyarakat dalam memberikan pertolongan awal saat lansia mengalami kondisi kritis.

Program SIGAP Lansia untuk Tingkatkan Kesadaran Masyarakat

Kegiatan SIGAP Lansia diadakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan umum masyarakat tentang pertolongan pertama di keadaan darurat yang kerap dialami lansia. "Pertolongan yang tepat dan cepat bisa menyelamatkan nyawa lansia sebelum kondisi memburuk," jelas Aida Rosita Tantri, Ketua acara SIGAP Lansia, dalam keterangan resmi. Ia menambahkan, kehadiran lansia dalam lingkungan keluarga maupun komunitas sekitar memperkuat alasan mengapa masyarakat perlu memiliki keterampilan khusus untuk menangani situasi darurat. "Kami ingin masyarakat tidak hanya mengenali gejala, tetapi juga mampu memberikan respons yang efektif," ujarnya.

"Edukasi ini menjadi kebutuhan mendesak karena jumlah lansia terus meningkat, dan masyarakat perlu siap menghadapinya," kata Aida Rosita Tantri.

Kepala Yayasan Kesejahteraan Muslimat Nahdlatul Ulama (YKMNU) Pusat, Erna Yulia Soefihara, menyampaikan bahwa program SIGAP Lansia merupakan bagian dari upaya memperluas kesadaran masyarakat tentang pentingnya bantuan awal saat lansia mengalami keadaan kritis. YKMNU, sebagai organisasi perempuan muslimat NU dengan sekitar 32 juta anggota di seluruh Indonesia, berkomitmen untuk terus melibatkan masyarakat dalam berbagai bidang, termasuk kesehatan. Menurut Erna, edukasi ini tidak hanya bermanfaat bagi peserta, tetapi juga dapat menyebarkan pengetahuan ke lingkungan sekitar, sehingga lebih banyak orang bisa terlibat dalam menjaga kesehatan lansia.

"Pengetahuan yang didapat diharapkan tidak berhenti pada kegiatan ini, melainkan dapat diteruskan ke keluarga dan masyarakat, membentuk pola respons yang lebih cepat dan efisien," tambah Erna Yulia Soefihara.

Materi dan Simulasi untuk Keterampilan Penanganan Darurat

Acara SIGAP Lansia diisi dengan berbagai materi yang dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Pertama, peserta mendengarkan paparan dari dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif Riyadh Firdaus tentang cara merespons serangan stroke. Materi ini meliputi metode SEGERA dan FAST untuk mengenali gejala, serta langkah awal yang harus dilakukan saat lansia mengalami kondisi tersebut. Selanjutnya, Adinda Meidisa Akhmad, seorang dokter spesialis serupa, memaparkan teknik penanganan awal untuk kondisi sesak napas. Ia menjelaskan bagaimana mengenali tanda-tanda yang muncul, kemungkinan penyebab, serta posisi tubuh yang ideal untuk memberikan pertolongan.

Bagian terakhir dilakukan oleh Aida Rosita Tantri, yang memandu sesi mengenai teknik pertolongan pertama dasar (BHD), resusitasi jantung paru (RJP), serta penggunaan defibrilator eksternal otomatis (AED) bagi masyarakat awam. "Masyarakat perlu paham bahwa penanganan segera bisa menjadi penentu keselamatan lansia, terutama saat layanan medis masih belum bisa diakses secara cepat," ujarnya. Setelah sesi teori, peserta dibagi menjadi kelompok kecil untuk melakukan simulasi. Proses ini dirancang untuk menguji penerapan ilmu yang telah dipelajari, mulai dari mengangkat pasien hingga memberi bantuan yang tepat.

Manfaat dan Harapan dari SIGAP Lansia

Kegiatan SIGAP Lansia diharapkan bisa meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di masyarakat, karena penanganan darurat yang tepat tidak hanya mengurangi risiko komplikasi, tetapi juga mempercepat proses pemulihan. "Kami berharap kegiatan ini mendorong kesadaran bahwa lansia adalah bagian dari keluarga, dan setiap orang perlu siap menghadapi kondisi darurat," kata Aida. Dengan menyebarluaskan ilmu ini, program SIGAP Lansia ingin menciptakan pola respons yang konsisten, baik di lingkungan keluarga maupun komunitas.

Berbagai kegiatan serupa diharapkan bisa berdampak luas, terutama di daerah-daerah yang memiliki populasi lansia signifikan. Erna Yulia Soefihara menekankan bahwa kolaborasi antara FKUI-RSCM dan YKMNU memperkuat upaya membangun komunitas yang lebih tanggap terhadap kegawatdaruratan. "Dengan edukasi yang berkelanjutan, masyarakat tidak hanya menjadi penolong, tetapi juga menjadi bagian dari sistem keselamatan lansia," tambahnya.

Program SIGAP Lansia menjadi contoh bagus bagaimana pendekatan kolaboratif antara lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat bisa menghasilkan dampak nyata. Selain memberikan pengetahuan tentang tindakan darurat, kegiatan ini juga bertujuan membangun kepercayaan antara peserta, penyelenggara, dan lansia yang menjadi pusat perhatian. Dengan menggabungkan metode penyampaian materi yang informatif, simulasi praktis, dan pelatihan langsung, program ini dirancang untuk meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi berbagai kondisi kritis.

Mengingat jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia terus meningkat, kegiatan seperti SIGAP Lansia menjadi solusi yang relevan. Masyarakat yang terlibat dalam program ini tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga memahami bahwa respons cepat bisa menjadi kunci dalam menyelematkan nyawa lansia. "Setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan lansia, terutama saat layanan medis belum bisa segera diberikan," pungkas Aida Rosita Tantri. Dengan begitu, kegawatdaruratan pada lansia bisa diatasi lebih efektif, baik dalam lingkungan keluarga maupun tempat tinggal umum.

Kegiatan SIGAP Lansia juga menekankan pentingnya keterlibatan komunitas dalam upaya meningkatkan kesehatan