New Policy: 45 Dosen Kampus Ini Tempuh Berbagai Medan di Papua Selatan untuk Perkuat Kompetensi Pendidik
45 Dosen Kampus Ini Tempuh Berbagai Medan di Papua Selatan untuk Perkuat Kompetensi Pendidik
Pelatihan Kepemimpinan dan Pemanfaatan Teknologi Pendidikan di Wilayah Terpencil
New Policy - Pada 6–10 Juli 2026, 45 dosen dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengikuti program pelatihan ke sejumlah distrik di Kabupaten Mappi, Papua Selatan. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara UNJ dan Pemerintah Kabupaten Mappi, bertujuan memperkuat kemampuan profesional pendidik di wilayah yang kurang terjangkau. Program ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong pemerataan kualitas pendidikan, terutama bagi tenaga pengajar yang berada di daerah terpencil. Dengan mengutamakan aksesibilitas, pelatihan diadakan di tiga distrik berbeda, yakni Citak Mitak, Assue, dan Edera, masing-masing dengan tantangan medan yang unik.
Pengalaman di Distrik Citak Mitak: Perjalanan Berat di Jalur Sungai
Kegiatan di Distrik Citak Mitak menempuh perjalanan yang cukup melelahkan. Tim dosen UNJ membutuhkan sekitar enam jam menggunakan speed boat untuk sampai ke Kampung Senggo, lokasi pelatihan. Jalur sungai menjadi satu-satunya akses ke SMP Negeri Citak Mitak, yang merupakan tempat utama pelaksanaan program tersebut. Selama perjalanan, tim menghadapi beberapa hambatan, termasuk hambatan aliran air yang terganggu oleh tebu rawa yang menghalangi sebagian alur sungai. Selain itu, mesin speed boat sempat bermasalah, sehingga rombongan harus berhenti sementara untuk perbaikan sebelum melanjutkan perjalanan. Meski begitu, tim berhasil sampai ke lokasi tepat waktu untuk menjalani pelatihan sesuai jadwal.
Kondisi Jalan di Distrik Assue: Jalur Pasir Putih yang Berubah Menjadi Berlumpur
Berbeda dengan Citak Mitak, perjalanan ke Distrik Assue mengambil jalur darat sejauh 220 kilometer. Rute tersebut dilalui dengan menghadapi medan yang berbeda, terutama pada musim hujan. Jalur yang biasanya terdiri dari hamparan pasir putih berubah menjadi jalanan berlumpur, memperlambat proses sampai ke Kampung Asgon. Meski ada tantangan, seluruh anggota tim tetap berangkat dan tiba di SMA Negeri 1 Assgon, tempat pelatihan diadakan, tanpa mengganggu jadwal. Di sini, pelatihan melibatkan pembelajaran tentang strategi inovatif dalam proses belajar mengajar, serta penguatan kemampuan manajerial bagi para pendidik.
Perjalanan Lancar di Distrik Edera: Wilayah yang Lebih Terjangkau
Di Distrik Edera, kondisi akses transportasi lebih baik dibandingkan dua distrik lainnya. Tim dosen UNJ hanya membutuhkan tiga jam perjalanan darat untuk sampai ke SMA Negeri 1 Edera, yang menjadi pusat pelatihan kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah. Meski jalur di sini tidak seberat Distrik Citak Mitak atau Assue, perjalanan tetap memerlukan kesabaran karena beberapa bagian jalan masih berupa tanjakan curam dan medan berbatu. Namun, kondisi tersebut tidak menghalangi kehadiran tim UNJ, yang dengan tekun menyampaikan materi pelatihan sesuai kebutuhan peserta.
Isi Pelatihan: Meningkatkan Profesionalisme dan Pemahaman Kurikulum
Program pelatihan di tiga distrik tersebut mencakup berbagai topik penting, seperti penguatan kepemimpinan sekolah, penerapan metode pembelajaran inovatif, serta implementasi kurikulum yang relevan. Selain itu, materi juga menekankan pentingnya asesmen pembelajaran, pengembangan karakter peserta didik, dan pemanfaatan teknologi dalam proses pendidikan. Setiap sesi dirancang untuk meningkatkan kompetensi para pendidik di tiga aspek utama: profesional, pedagogik, dan manajerial. Selama pelatihan, dosen UNJ memberikan panduan praktis yang dapat langsung diterapkan di lapangan.
“Kami meyakini bahwa kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas para pendidiknya. Karena itu, pelatihan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat profesionalisme, dan membangun semangat perubahan di lingkungan sekolah,” ujar Bupati Mappi, Kristosimus Yohanes Agawemu, yang turut mengapresiasi inisiatif UNJ dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan. Menurutnya, peningkatan kemampuan kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah merupakan investasi jangka panjang dalam pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas.
Kehadiran dosen UNJ di berbagai wilayah Mappi menjadi bentuk komitmen universitas dalam mendorong pemerataan pendidikan di Indonesia. Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNJ, Prof. Ifan Iskandar, mengatakan bahwa penempatan dosen di daerah terpencil tidak hanya memperkuat kapasitas para pendidik, tetapi juga membangun hubungan langsung antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah-sekolah di lapangan. “Membangun pendidikan yang berkualitas membutuhkan dedikasi dan kolaborasi. Kehadiran dosen UNJ di berbagai distrik Mappi menunjukkan bahwa perguruan tinggi perlu hadir secara aktif untuk mendampingi pendidik,” tambah Prof. Ifan.
“Kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Mappi menjadi wujud implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia di bidang pendidikan. Kami berharap program ini mampu memicu inovasi dalam metode pembelajaran dan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan di daerah ini,” kata Direktur Kerja Sama dan Bisnis UNJ, Rahmat Darmawan.
Program pelatihan ini diharapkan dapat menciptakan perubahan yang signifikan dalam lingkungan sekolah. Dengan melibatkan dosen dari UNJ, peserta pelatihan tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga pengalaman langsung dalam situasi medan yang beragam. D