Meeting Results: Lewat Perdagangan dan Pendidikan, Next Step Bantu Perluas Konektivitas Indonesia-Tiongkok
Meeting Results: Perluas Konektivitas Indonesia-Tiongkok
Meeting Results - Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia, memasuki pasar global sering kali terasa seperti cita-cita yang sulit dicapai. Hambatan birokrasi yang kompleks, tantangan bahasa, serta keterbatasan wawasan mengenai lanskap persaingan internasional kerap menjadi penghalang utama. Meeting Results menunjukkan bahwa Assed Lussak, lulusan Hubungan Internasional dari Universitas Gadjah Mada, hadir dengan solusi inovatif melalui pendirian konsultan Next Step.
Menurut Assed, terdapat peluang besar yang masih belum digarap secara maksimal oleh pengusaha domestik untuk menjangkau pasar ekspor, khususnya ke Tiongkok. Meeting Results dari berbagai diskusi mengonfirmasi bahwa visinya adalah memobilisasi UMKM lokal untuk melakukan "serangan balik" ke pasar negara tersebut. Ia menjelaskan:
"Saya melihat ada potensi raksasa yang belum tergarap optimal oleh para pelaku usaha lokal karena kurangnya keberanian serta minimnya akses informasi untuk melangkah keluar dari zona nyaman pasar domestik."
Next Step menjalankan fungsi ganda dalam ekosistem ini. Meeting Results mencatat bahwa selain memfasilitasi para trader Indonesia dalam pengadaan barang dari Tiongkok, mantan penerima beasiswa Tanoto Foundation ini juga berperan sebagai jembatan bagi UMKM yang ingin mengeksplorasi pasar Tiongkok yang sangat potensial dengan populasi mencapai 1,4 miliar jiwa.
Strategi Pendampingan dan Business Matching
Untuk mewujudkan visi tersebut, Next Step menerapkan serangkaian strategi komprehensif. Meeting Results dari evaluasi internal menunjukkan bahwa tahap pertama dimulai dengan pendampingan intensif, dilanjutkan dengan proses business matching melalui penyediaan informasi pasar yang relevan bagi UMKM Indonesia. Secara paralel, Assed juga aktif melakukan kurasi produk-produk unggulan Indonesia untuk bersaing di pasar Tiongkok, mencakup komoditas, furnitur, hingga industri kreatif lokal.
Proses pendampingan ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pengenalan pasar, analisis potensi produk, hingga peninjauan dokumen legal seperti Letter of Agreement (LOA) dan Letter of Intent (LOI). Meeting Results terbaru mengindikasikan bahwa meskipun jumlah UMKM yang berhasil dimobilisasi belum mencapai skala masif, langkah-langkah kecil ini secara bertahap membuka wawasan pelaku usaha lokal untuk mempertimbangkan pasar Negeri Tirai Bambu.
Hingga saat ini, setidaknya 10 pelaku usaha skala menengah dari Indonesia telah berhasil difasilitasi oleh Next Step, dengan nilai transaksi masing-masing mencapai lebih dari Rp 1 miliar per bulan. Meeting Results ini menjadi bukti bahwa UMKM Indonesia mampu melakukan ekspor ke negara yang selama ini produk impornya mendominasi pasaran nasional.
Ekspansi ke Sektor Pendidikan
Demi mendukung misi besar tersebut, Next Step mengambil langkah berani dengan mendirikan kantor perwakilan resmi di Shanghai. Meeting Results dari strategi perusahaan menunjukkan bahwa keputusan ini diambil untuk memastikan UMKM Indonesia memiliki representasi yang kuat di jantung perekonomian Tiongkok. Namun, bagi Assed, konektivitas Indonesia-Tiongkok tidak terbatas hanya pada aspek perdagangan dan transaksi barang.
Dalam perjalanan mendampingi pelaku usaha, ia menyadari bahwa akses terhadap pengalaman global perlu diperluas, khususnya bagi generasi muda Indonesia. Meeting Results dari survei internal Next Step mengonfirmasi bahwa perusahaan ini mengembangkan layanan di bidang pendidikan. Next Step melebarkan sayapnya sebagai konsultan pendidikan end-to-end yang secara khusus memperkenalkan dan memfasilitasi mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi di berbagai kampus terbaik di Tiongkok, baik untuk jenjang S1, S2, maupun S3.
Kampus-kampus yang menjadi tujuan utama antara lain Beijing Institute of Technology, Tianjin University, dan Beijing Language and Cultural University. Meeting Results menunjukkan bahwa Next Step memfasilitasi baik pengusaha maupun pelajar yang sebagian besar berusia muda. Untuk segmen pengusaha, klien biasanya mengajak second generation atau calon penerus bisnis mereka untuk berpartisipasi dalam business trip.
"Dengan menyediakan layanan menyeluruh mulai dari konsultasi pemilihan jurusan, pencarian beasiswa, hingga proses pendaftaran. Karena kami melihat banyak calon mahasiswa dan keluarga membutuhkan proses yang lebih terarah dan mudah dipahami," ungkapnya.
Perhatian Assed terhadap akses pendidikan juga sangat personal, mengingat pengalamannya sendiri. Meeting Results dari profil pribadi Assed menunjukkan bahwa sebelum membantu pelajar Indonesia menemukan peluang studi di luar negeri, ia pernah merasakan bagaimana dukungan pendidikan dapat membuka ruang bagi anak muda untuk berkembang. Saat menempuh studi Hubungan Internasional di Fisipol UGM pada tahun 2009, Assed berhasil meraih beasiswa National Champion Scholars, sebuah pengalaman yang kini ia terjemahkan menjadi manfaat bagi generasi berikutnya.