Kunjungan Penting: Kemendikdasmen respons cepat prioritaskan revitalisasi SDN Tando NTT
Kemendikdasmen respons cepat prioritaskan revitalisasi SDN Tando NTT
Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menanggapinya dengan segera. Revitalisasi SD Negeri Tando di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi fokus utama untuk mengatasi kekurangan ruang kelas. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal serta Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menjelaskan bahwa revitalisasi dilakukan secara komprehensif, meliputi pembangunan dan perbaikan sarana prasarana. Dalam pernyataannya, ia menyebutkan revitalisasi mencakup empat ruang kelas baru beserta peralatannya, satu ruang UKS, satu ruang perpustakaan, satu ruang administrasi, serta satu unit toilet dan sanitasi.
Fokus Revitalisasi Sarana Pendidikan
Dalam rangka mempercepat pelaksanaan, Direktorat Sekolah Dasar telah merancang tahapan implementasi yang terstruktur dan terukur. Selama minggu kedua April 2026, pihaknya melakukan verifikasi serta validasi lapangan dan pemutakhiran data untuk memastikan siapnya aspek teknis dan administratif. Di minggu ketiga April 2026, penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dilakukan sebagai dasar alokasi bantuan pemerintah.
“Hal ini bertujuan agar seluruh murid Indonesia mendapatkan ruang belajar yang layak,” ujar Gogot di Jakarta pada Senin.
Setelah itu, bantuan langsung disalurkan kepada sekolah pada minggu keempat April 2026. Sehingga, pada minggu pertama Mei 2026, pekerjaan fisik revitalisasi dapat dimulai. Tahapan ini dirancang agar distribusi bantuan cepat, tepat sasaran, dan akuntabel, sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh siswa dan institusi pendidikan.
Data Revitalisasi Tahun 2025
Berdasarkan data nasional, Kemendikdasmen telah melakukan revitalisasi terhadap 16.167 satuan pendidikan pada 2025. Di Provinsi NTT, jumlahnya mencapai 576 satuan pendidikan, terdiri dari 43 PAUD, 234 SD, 174 SMP, 64 SMA, 44 SMK, sembilan SLB, serta delapan SKB. Total anggaran yang digunakan melebihi Rp589 miliar.
